Kisah Al-Quran

Kisah Nabi Musa Menurut Hadis (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

foto: Pixabay
24views

Para ulama meminta orang yang mempelajari kisah masa lalu dalam Al-Quran untuk menaati dan memerhatikan, yaitu harus bersandar pada hadis Rasulullah ﷺ yang sahih dan tidak memercayai cerita bohong, riwayat israiliyat, dan berita yang tidak jelas. Dalam kisah itu, kita mendapati bahwa Rasulullah ﷺ telah menjelaskan sebagian perincian dan memberi beberapa tambahan terhadap versi Al-Quran. Kemudian, sebagian ahli hadis menyebutkan satu bagian dari hadis-hadis Rasulullah ﷺ tentang hal ini dalam kitab mereka.

Hadis-hadis tentang kisah Al-Quran disebutkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Al-Hakim, dan lain-lain. Sementara itu, perincian kisah-kisah itu pun terdapat dalam kitab tarikh (sejarah), seperti karya Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Ibnu Atsir, dan lain-lain. Demikianlah para ahli tafsir (mufassir) banyak menyebutkan kisah itu dalam penjelasan mereka tentang ayat-ayat tersebut, yakni ayat 60-82 Surah Al-Kahfi (18) :

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.” (60) Ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut, mereka lupa ikannya, lalu (ikan mereka) melompat mengambil jalan ke laut itu. (61)

BACA JUGA: Kisah Nabi Musa dan Seseorang yang Beliau Tak Sabar Terhadapnya

Ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita. Sungguh, kita benar-benar telah merasa letih karena perjalanan kita ini.” (62) Dia (pembantunya) menjawab, “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, sesungguhnya aku lupa (bercerita tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya, kecuali setan. (Ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh.” (63) Dia (Musa) berkata, “Itulah yang kita cari.” Lalu keduanya kembali dan menyusuri jejak mereka semula. (64) Lalu, mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami yang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami. Kami telah mengajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami. (65) Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) dari apa yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?” (66) Dia menjawab, “Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku. (67) Bagaimana engkau akan sanggup bersabar atas sesuatu yang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentangnya?” (68) Dia (Musa) berkata, “Insyaallah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.” (69) Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang apa pun sampai aku menerangkannya kepadamu.” (70) Kemudian, berjalanlah keduanya, hingga ketika menaiki perahu, dia melubanginya. Dia (Musa) berkata, “Apakah engkau melubanginya untuk menenggelamkan penumpangnya? Sungguh, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.” (71)

BACA JUGA: Permasalahan terkait Kisah Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khodir (Bagian Pertama)

Dia berkata, “Bukankah sudah aku katakan bahwa sesungguhnya engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku?” (72) Dia (Musa) berkata, “Janganlah engkau menghukumku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebaniku dengan kesulitan dalam urusanku.” (73) Kemudian, berjalanlah keduanya, hingga ketika berjumpa dengan seorang anak, dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau membunuh jiwa yang bersih bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau benar-benar telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.” (74) Dia berkata, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku?” (75) Dia (Musa) berkata, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu. Sungguh engkau telah mencapai batas (yang wajar dalam) memberikan uzur (maaf) kepadaku.” (76) Lalu, keduanya berjalan, hingga ketika keduanya sampai ke penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka tidak mau menjamu keduanya. Kemudian, keduanya mendapati dinding (rumah) yang hampir roboh di negeri itu, lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, “Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.” (77) Dia berkata, “Inilah (waktu) perpisahan antara aku dan engkau. Aku akan memberitahukan kepadamu makna sesuatu yang engkau tidak mampu bersabar terhadapnya. (78) Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Maka, aku bermaksud membuatnya cacat karena di hadapan mereka ada seorang raja (zalim) yang mengambil setiap perahu (yang baik) secara paksa. (79) Adapun anak itu (yang aku bunuh), kedua orang tuanya mukmin dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya untuk durhaka dan kufur. (80) Maka, kami menghendaki bahwa Tuhan mereka menggantinya (dengan seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya). (81) Adapun dinding (rumah) itu adalah milik dua anak yatim di kota itu dan di bawahnya tersimpan harta milik mereka berdua, sedangkan ayah mereka adalah orang saleh. Maka, Tuhanmu menghendaki agar keduanya mencapai usia dewasa dan mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Aku tidak melakukannya berdasarkan kemauanku (sendiri). Itulah makna sesuatu yang engkau tidak mampu bersabar terhadapnya.” (82)

Kita hanya akan memerhatikan perincian kisah yang benar-benar disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ. Kemudian, kita hanya akan mengambil riwayat yang disepakati Al-Bukhari dan Muslim. Al-Bukhari menyebutkan kisah itu pada sejumlah tempat (pembahasan) dalam kitab Shahih-nya. Dia menyebutkan dalam “Bab Ilmu”, “Bab Sewa Menyewa”, “Bab Syarat-Syarat”, “Bab Awal Penciptaan”, “Bab Para Nabi”, “Bab Tafsir”, “Bab Iman dan Peringatan”, dan “Bab Tauhid”. Adapun Muslim, dia hanya mengemukakannya dalam “Kitab Al-Fadha’il” dan “Bab Keutamaan Khidir”. Kita akan mengemukakan ringkasan kesimpulan riwayat yang terdapat dalam dua kitab shahih dari Al-Bukhari dan Muslim yaitu sebagai berikut:

BACA JUGA: Permasalahan terkait Kisah Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khodir (Bagian Kedua-Habis)

Pertama, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ubaidillah bin Atibah bin Mas’ud dari Ibnu Abbas (Abdullah bin Abbas) yang berdebat dengan Hurr bin Qais bin Hisn Al-Fuzari tentang teman Nabi Musa. Abdullah bin Abbas berkata, “Dia adalah Khidir”. Kemudian, Ubay bin Ka’ab, seorang Anshar lewat. Ibnu Abbas memanggilnya sambil berkata, “Wahai Ayah Thufail, kemarilah. Aku dan temanku sedang berdiskusi tentang teman Nabi Musa yang menanyakan cara menemuinya. Apakah engkau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda tentangnya?” Ubay berkata, “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Ketika Musa sedang berada di antara pembesar Bani Israil datanglah seseorang kepadanya, lalu berkata, ‘Apakah engkau mengenal seseorang yang lebih pandai darimu?’ Musa menjawab, ‘Tidak’. Allah mewahyukan kepada Musa, ‘(yaitu) hamba-Ku Khidir’. Musa menanyakan jalan untuk menemuinya maka Allah menjadikan baginya seekor ikan sebagai tanda. Kemudian, dikatakan kepadanya, ‘Jka kehilangan tanda itu, kembalilah dan kau pasti akan menemukannya’. Musa berjalan sesuai yang diperintahkan Allah, lalu dia berkata kepada muridnya, ‘Bawalah makanan itu kemari’. Muridnya bertanya kepada Musa ketika dia meminta makanan, ‘Tahukah engkau ketika aku berlindung di batu tadi, sebenarnya aku lupa akan ikan itu’. Musa menjawab, ‘Itulah tempat yang kita cari’. Kemudian, keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Akhirnya, keduanya menemukan Khidir’. Begitulah keadaan keduanya yang Allah kisahkan dalam Al-Quran.”[]

 

SUMBER: KISAH-KISAH DALAM AL-QURAN: Orang-Orang yang Dimuliakan dan Dihinakan Allah (2), Penulis: Shalah Abdul Fattah Al-Khalidi, Penerbit: Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response