Tafsir

Penjelasan tentang Al-Quran Me-Mansukh Kitab Sebelumnya

22views

Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 48:

وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ

“Dan Kami telah turunkan Al-Quran kepadamu dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah (olehmu wahai Muhammad) perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikannya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu Dia mengabarkan kepadamu tentang apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Firman Allah:

وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

“Dan Kami telah turunkan Quran kepadamu dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.”

BACA JUGA: Tujuan Diturunkannya Al-Quran Menurut Surah Al-Kahfi (18) Ayat 2

Setelah Allah menyebut dan memuji kitab-kitab sebelumnya yang berisi cahaya, petunjuk, dan nasihat, kemudian Allah menyebutkan tentang Al-Quran dan memujinya. Terdapat dua fungsi Al-Quran yang disebutkan dalam ayat ini, terutama dalam kaitannya dengan kitab-kitab sebelumnya, yakni:

Pertama, membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Maksudnya, Al-Quran membenarkan bahwa kitab-kitab sebelumnya diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ. Al-Quran tidak mengatakan bahwa yang benar hanya Nabi ﷺ dan selainnya salah.

Kedua, sebagai penguji terhadap kitab-kitab sebelumnya. Ibnu Katsir menyebutkan tiga tafsiran dari salaf tentang makna وَمُهَيْمِنًا, yaitu:

  1. kepercayaan;
  2. menjadi saksi;
  3. menjadi hakim.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ketiga makna tersebut memiliki kemiripan. Intinya, Al-Quran me-mansukh kitab-kitab sebelumnya serta sebagai penentu autensitas dan kebenarannya. Kita dapati Al-Quran lebih lengkap daripada Taurat dan Injil. Terlebih lagi apabila ditambah dengan tafsirannya dari hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ. Dengan demikian, kita saat ini tidak membutuhkan kitab-kitab sebelumnya. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menegur Umar bin AlKhatthab ketika ia membaca lembaran dari kitab suci sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Apakah engkau ragu terhadap Islam, wahai Umar bin Al-Khatthab? Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang membawa Islam dalam keadaan putih bersih, maka janganlah kalian bertanya kepada mereka terhadap sesuatu lalu mereka mengabarkan kebenaran kepada kalian namun kalian mendustakannya, atau menggambarkan kebatilan kepada kalian namun kalian membenarkannya. Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sekiranya Musa hidup maka tiada pilihan baginya kecuali menjadi pengikutku.”

BACA JUGA: Tak Ada yang Akan Mampu Mengubah Kalimat-Kalimat Al-Quran

Firman Allah:

حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ

“Maka putuskanlah (olehmu wahai Muhammad) perkara mereka (orang-orang Yahudi) menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.”

Maksudnya, orang-orang Yahudi pada zaman dahulu meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk menjadi hakim di antara mereka. Jika kita melihat perbuatan mereka yang menjadikan Nabi sebagai hakim maka seolah-olah mereka menghormati dan memuliakan Nabi Muhammad ﷺ. Namun, Allah mengingatkan Nabi Muhammad terhadap sifat buruk orang-orang Yahudi. Mereka adalah orang-orang yang cenderung kepada hawa nafsu dan suka berdusta. Dikhawatirkan Nabi Muhammad ﷺ meninggalkan kebenaran karena tutur kata mereka yang dibuat-buat untuk tetap kukuh menggunakan Al-Quran dalam menghukumi mereka bukan menggunakan Taurat dan Injil.

Ini semakin menegaskan bahwa ketika Al-Quran telah diturunkan maka Taurat dan Injil menjadi tidak berlaku.

Firman Allah:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗ

“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang”.

Para nabi memiliki syariat yang berbeda-beda. Oleh karenanya, dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Para Nabi adalah satu Ayah (Adam). Ibu mereka berbeda-beda namun agama mereka satu.”

Para ulama menjelaskan bahwa maksudnya adalah seluruh Nabi berdakwah dengan dakwah tauhid meskipun syariatnya berbeda-beda. Oleh karena itu, mungkin saja dalam syariat nabi sebelumnya ada perkara yang haram namun kemudian menjadi halal pada syariat nabi setelahnya.

Firman Allah:

وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ

“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikannya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu.”

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maksudnya adalah sekiranya Allah menghendaki maka Allah mampu menjadikan para nabi dengan satu syariat. Namun, Allah menguji masing-masing umat dengan syariatnya. Orang Yahudi diuji dengan Taurat mereka. Orang Nasrani diuji dengan Injil mereka. Begitu juga orang Islam diuji dengan Al-Quran.

BACA JUGA: Allah Tidak Menjadikan Al-Quran Bengkok Melainkan Lurus

Kita diberi kenikmatan berupa Al-Quran. Namun, dalam kenikmatan tersebut juga ada ujian. Ada yang harus kita pelajari, kita kerjakan, dan kita tinggalkan. Demikian pula halnya umat terdahulu yang diuji dengan Taurat dan Injil. Oleh karena itu Allah berfirman setelahnya.

Firman Allah

اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ

“Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu Dia mengabarkan kepadamu tentang apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Hendaknya kita berusaha berlomba-lomba dalam kebaikan. Kelak, ketika kita dibangkitkan, Allah akan mengabarkan apa yang telah kita perlombakan dan perselisihan. Yaitu pada hari yang sangat dahsyat, Hari Kiamat.[]

SUMBER: TASIR AT-TAYSIR SURAH AL-MA’IDAH, Penulis: Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response