Tafsir

Penghuni Neraka Tidak Mati dan Tidak Pula Hidup

foto: Pixabay
52views

Semua yang ada pasti berada dalam dua kemungkinan: hidup atau mati. Tidak ada orang yang hidup dan mati, atau sebaliknya tidak hidup dan tidak mati pada saat bersamaan. Namun, tatkala seseorang diazab di neraka Jahanam, ia akan merasakan yang namanya tidak mati dan juga tidak hidup. Ia tidak mati sehingga beristirahat dari azab yang pedih, tetapi ia juga tidak hidup karena kehidupannya penuh dengan azab yang pedih.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa’ (4) ayat 56:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami akan ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Azab neraka jahanam itu tidak hanya membakar bagian luar saja. Allah juga menyebutkan sifat neraka jahanam. Allah berfirman dalam surah Al-Humazah (104) ayat 7:

لَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ

yang (membakar) naik sampai ke hati.

BACA JUGA: Gambaran Ketika Matahari Dilipat

Neraka jahanam akan membakar tubuh sampai ke bagian dalam seperti hati dan jantung. Bahkan sel-sel tubuh pun ikut terbakar. Inilah siksaan yang sangat mengerikan. Oleh karena itu, orang-orang yang disiksa itu meminta untuk dimatikan. Hal ini sebagaimana firman Allah tentang perkataan mereka yang tercantum dalam Surah Az-Zukhruf (43) ayat 77:

وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مّٰكِثُوْنَ

Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

Setelah mengetahui bahwa mereka tidak akan mengalami kematian, mereka pun meminta keringanan kepada Allah. Allah mengabarkan ucapan mereka dalam firman-Nya di dalam surah Ghafir (40) ayat 49:

وَقَالَ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوْا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga (neraka) Jahanam, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.”

Allah juga berfirman dalam ayat lain, yakni dalam Surah Fatir ayat 36:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَۚ لَا يُقْضٰى عَلَيْهِمْ فَيَمُوْتُوْا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِّنْ عَذَابِهَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ كُلَّ كَفُوْرٍ ۚ

Orang-orang yang kufur, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mati dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.

Tidak akan ada keringanan azab untuk orang-orang kafir. Allah pun menjawab permintaan mereka dengan berfirman dalam Surah An-Naba (78) ayat 30:

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ

Oleh karena itu, rasakanlah! Tidak akan Kami tambahkan kepadamu, kecuali azab.

Siksaan yang dialami para penghuni neraka sangatlah pedih. Tidak ada tambahan bagi mereka, kecuali azab. Kemungkinannya ada dua: azabnya ditambah dengan bentuk yang lain, atau azab yang sama tetapi bertambah keras.

BACA JUGA: Ketika Ruh Dipertemukan Kembali dengan Tubuh  

Al Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan bahwa penghuni neraka yang tidak pernah mati dan tidak pula hidup hanya berlaku untuk orang-orang kafir. Hal itu karena Surah Al-A’la berbicara tentang orang kafir yang tidak mau menerima peringatan dari Allah. Sementara itu, penghuni neraka dari kalangan kaum Muslimin suatu saat akan dikeluarkan oleh Allah. Kemudian, mereka dimatikan lalu dimasukkan ke dalam sungai-sungai surga. Setelah itu, mereka kembali dalam bentuknya yang sempurna dan akhirnya dimasukkan ke dalam surga.

Hadis-hadis yang menunjukkan peristiwa ini sangatlah banyak. Salah satunya adalah hadis Nabi yang bersabda: “Adapun ahli neraka yang menjadi penghuni kekalnya, Mereka tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup. Akan tetapi, orang-orang yang ditimpa oleh siksa neraka karena dosa-dosanya–atau Rasul bersabda karena kesalahan-kesalahannya—maka Allah akan mematikan mereka dengan suatu kematian. Apabila mereka telah menjadi arang, Nabi diizinkan untuk memberikan syafaat kepada mereka. Lalu, mereka didatangkan berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah. Lalu, mereka dimasukkan ke sungai-sungai di surga. Selanjutnya, dikatakan oleh Allah, ‘Wahai penghuni surga, kucurkanlah air kehidupan kepada mereka.’ Maka, tumbuhlah mereka laksana tumbuhnya benih-benih tetumbuhan di larutan lumpur yang dihempaskan arus air.”

Hadis ini menceritakan keadaan orang Muslim yang terjerumus dalam berbagai macam kemaksiatan tetapi tidak sampai derajat kufur. Mereka akan disiksa di neraka jahanam sesuai dengan dosa-dosa yang mereka lakukan. Kemudian, mereka dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam surga selama masih bertauhid.

BACA JUGA: Ketika Orang Menerima Kitab dari Sebelah Kanan

Hadis-hadis lain yang menunjukkan hal ini sangat banyak. Inilah akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Hal ini berbeda dengan akidah Khawarij yang meyakini bahwa apabila seseorang masuk neraka, ia tidak akan dapat keluar. Dengan keyakinan inilah, akidah Khawarij akan menyamakan nasib seorang pezina yang masih muslim dengan seorang yang kafir kepada Allah, yaitu sama-sama tidak akan keluar dari neraka jahanam. Inilah pendapat yang batil.[]

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response