Tafsir

Tugas-Tugas Malaikat: Penjelasan Surah Ath-Thariq (86) ayat 4

49views

اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ

Tidak ada satu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya.

 

Penjelasan Ayat

Setiap orang atau jiwa pasti mempunyai pencatat amal. Seperti yang telah dijelaskan pada tafsir surah Al-Infithar, setiap manusia diikuti oleh para malaikat yang mencatat amalannya. Allah berfirman dalam Surah Al-Infithar (82) ayat 10-12:

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ كِرَامًا كٰتِبِيْن يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ َ

 Dan sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu, (10) yang mulia di sisi Allah dan yang mencatat perbuatanmu, (11) mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (12)

Allah juga berfirman dalam Surah Qaf (50) ayat 16-18:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْد اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌِ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat padanya daripada urat lehernya. (16) (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. (17) Tidak ada satu kata yang diucapkannya, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (18)

BACA JUGA: Hakikat Maghfirah: Pelajaran Penting dari Surah Al-Buruuj (85) ayat 14

Para Malaikat Mencatat Perbuatan

Terkait ayat 16 ini, para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kami lebih dekat” adalah para malaikat yang lebih dekat daripada urat nadinya. Lalu, malaikat pun mencatat semua perbuatan kita, baik itu perbuatan tubuh maupun perkataan. Semua perbuatannya disaksikan oleh malaikat pencatat, walaupun ia sendiri dan tidak ada orang yang melihatnya.

Para Malaikat Mencatat Ucapan dan Komentar

Demikian pula ketika seseorang hendak berbicara. Ia hendaknya merenungkan dan memikirkan bahwa ucapannya pasti akan dicatat oleh malaikat. Padahal, banyak orang yang terjerumus ke dalam neraka Jahanam karena sebuah ucapan yang tidak dipikirkannya terlebih dahulu. Nabi bersabda, “Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. Dia tidak menganggapnya penting, Ia terjungkal di dalam neraka Jahanam”.

Apalagi,  ucapan-ucapan berbahaya yang menyangkut masalah akidah. Pada saat ini, sangat banyak pemikiran-pemikiran sesat yang dipropagandakan oleh orang-orang liberal. Perkataan-perkataan seperti semua agama benar dan semua agama bisa menjadi jalan masuk surga adalah contoh perkataan kufur yang dilontarkan oleh orang-orang liberal.

Para Malaikat Mencatat Tulisan

Di antara hal yang kedudukannya seperti ucapan adalah tulisan. Apa yang kita tulis dalam internet atau laman media sosial, semuanya dicatat oleh malaikat. Maka, kita hendaknya Tidak sembarangan dalam mencatat, menulis, dan mengambil kesimpulan, lalu kita sebarkan di dunia maya.

Lisan atau omongan lebih cepat daripada kecepatan badan kita. Gerakan tubuh kita hanya terbatas. Ketika kita ingin memukul, pukulannya terbatas. Ketika ingin menendang, tendangannya terbatas. Ketika kita ingin menzalimi orang dengan tangan atau kaki, hal itu tidak dapat kita lakukan kecuali orang tersebut ada di hadapan kita. Hal ini berbeda dengan ketika kita ingin menzalimi orang lain dengan lisan kita. Bahkan, ketika orangnya sudah mati pun, kita bisa menzaliminya dengan cara menisbahkannya melalui ucapan-ucapan yang tidak benar.

BACA JUGA: Hidayah Itu Hak Allah: Pelajaran Penting dari Surah Al-Buruuj (85) ayat 10

Manusia zaman sekarang sangat hobi berkomentar. Demikianlah sifat dasar manusia. Manusia sering menjadi komentator dalam segala hal meskipun bukan bidangnya. Bahkan, dalam masalah agama pun, ia juga ikut berkomentar. Padahal, ia jahil atau bodoh tentang masalah agama. Seorang dokter yang ikut mengomentari masalah agama atau ahli fisika dan ahli kimia yang tidak pernah menghafal ayat-ayat Allah, tidak mengetahui hadis-hadis nabi, dan tidak mengerti bahasa Arab, tetapi hobinya berkomentar tentang masalah agama merupakan perkara yang berbahaya.

Semua orang pasti memahami, jika ada seorang ulama atau seorang Ustaz yang pengetahuan agamanya banyak, hafalan Al-Quran dan hadis-hadis nabi banyak, kemudian ikut bergabung di ruang operasi, lalu berkomentar di hadapan para ahli bedah, tentu para dokter akan mengatakan orang ini jahil atau bodoh karena berbicara tidak pada tempatnya. Demikian juga sebaliknya. Jika ada seorang bergelar professor dalam bidang kedokteran, kemudian ikut-ikutan dalam masalah agama, tentu saja ini berbahaya.

Para Malaikat Mencatat Apa yang Ada di Hati

Selain perkataan dan perbuatan, salah satu hal yang dicatat juga adalah amalan hati. Semua yang begejolak dalam hati kita akan dicatat oleh malaikat, seperti riya, suudzon kepada Allah, dan hasad kepada saudaranya, semua itu akan dicatat oleh malaikat. Bahkan, ketika seseorang berniat kebaikan, hal itu juga dicatat oleh para malaikat. Allah pun menjadikan malaikat mengetahui manusia yang sedang berniat kebaikan. Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa berniat melakukan kebaikan, Tetapi dia tidak jadi melakukannya, Allah tetap menuliskannya sebagai satu kebaikan sempurna di sisinya. Jika berniat berbuat  kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisinya sebagai 10 kebaikan hingga 700 kali lipat sampai kelipatan yang banyak.”

Seseorang yang berniat baik catat oleh Allahml meskipun ia tidak mengerjakannya. Apalagi jika ia mengerjakannya, ia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Hal ini menunjukkan begitu luasnya karunia Allah.

Oleh karena itulah, tidak ada salahnya jika kita berniat baik dan senantiasa melatih diri kita untuk berniat baik. Ketika kita melihat orang miskin, tetapi kita tidak memiliki harta yang cukup untuk membantunya, minimal kita berniat akan membantunya ketika memiliki harta. Niat ini akan dicatat oleh Allah. Jadi, suatu saat jika kita telah terbiasa berniat baik, hal ini akan membawa kita untuk berbuat baik. Hal ini berbeda dengan orang yang berniat buruk. Dalam kelanjutan hadis tersebut:

BACA JUGA: Cobaan-Cobaan bagi Orang Beriman: Penjelasan Surah Al-Buruuj (85) Ayat 4

“Barang siapa berniat berbuat buruk, tetapi ia tidak jadi melakukannya, Allah menuliskan di sisinya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barang siapa berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, Allah menuliskannya sebagai satu kesalahan. “

Inilah dalil bahwa niat kita juga dicatat oleh para malaikat. Oleh karena itu, ketika mengetahui hal ini, kita hendaknya berhati-hati karena yang mengisi buku catatan amal kita hakikatnya adalah diri kita sendiri. Sementara itu, para malaikat hanya mencatatnya. Semua isi catatan berupa ucapan kita, perbuatan kita, isi hati kita, adalah data diri kita yang disetorkan kepada malaikat. Pada Hari Kiamat kelak. Kita akan melihat hasil atau catatan amal tersebut.[]

 

Sumber: Tafsir Juz Amma, karya Firanda Andirja

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response