Historia/Tarikh

Sejarah tentang Delegasi Abdil Qais

49views

Setelah penaklukan kota Mekkah, delegasi dari penjuru Jazirah Arab berdatangan untuk bertemu dengan Nabi ﷺ dan masuk Islam, di antaranya adalah delegasi (utusan) Bani Abdil Qais.

Asal Usul Bani Abdil Qais
Abdul Qais berasal dari wilayah sebelah timur Jazirah Arab yang pada masa itu disebut dengan Bahrain. Abdul Qais dinasabkan kepada Abdul Qais bin Afsha bin Du’mi bin Jadilah bin As’ad bin Rabi’ah bin Nizâr.

Keislaman dan Keutamaan Bani Abdil Qais
Salah satu dari keutamaan mereka yaitu mereka termasuk suku yang lebih dulu masuk Islam dari luar Madinah. Diyakini keislaman mereka ketika kedatangan pertama menemui Rasulullah ﷺ pada tahun ke-5 H. Karena itu, mereka mengatakan :

يَا رَسُولَ اللهِ ، إِنَّا لَا نَسْتَطِيعُ أَنْ نَأْتِيكَ إِلَّا فِي شَهْرِ الْحَرَامِ ، وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ كُفَّار مُضَرَ

Wahai Rasulullah, kami tidak bisa datang padamu kecuali pada bulan haram, antara Anda dan kami terdapat orang-orang kafir dari Mudhar.

Rasulullah ﷺ mengutus ‘Ala’ bin al-Hadhrami r.a. pada penguasa mereka, Mundzir bin Sawa sebelum Fath (penaklukan) Mekkah untuk mengajaknya masuk Islam. Mundzir dan kaumnya kemudian menerima Islam. Mundzir meninggal sebelum Rasulullah ﷺ wafat dan sebelum fitnah kemurtadan dan nabi palsu muncul.

Keutamaan lainnya adalah shalat Jumat pertama di luar Masjid Nabawi diselenggarakan di tempat mereka di Juwatsa’. Daerah ini sekarang disebut dengan Ahsa’ dan termasuk bagian dari wilayah Kerajaan Saudi.

Sebelum kedatangan mereka yang pertama, Rasulullah ﷺ menceritakan tentang kedatangan rombongan yang disebutnya “sebaik-baik penduduk Masyriq”  sebagaimana disebut Ibnu Hajar dari riwayat Ibnu Mandah.

Pada masa awal kekhalifahan Abu Bakar r.a. tersebar kemurtadan, nabi palsu, dan keengganan membayar zakat di penjuru Arab. Namun, Bani Abdul Qais tetap kokoh dalam keislamannya kecuali sebagian mereka yang murtad di bawah pimpinan Mundzir bin Nu’man bin Mundzir. Mereka yang kokoh keislamannya dikepung orang murtad hingga mereka tidak bisa menerima pasokan makanan pokok dan menyebabkan kelaparan hingga Allah menghilangkan musibah ini dengan kedatangan pasukan Islam di bawah komando ‘Ala’ bin al-Hadhrami r.a. dibantu dengan Tsumamah bin Atsal r.a. dan lainnya.

BACA JUGA: Perang Badar dan Penjelasannya dalam Al-Quran

Waktu Kedatangan
Utusan mereka datang dua kali, pertama pada tahun ke-5 H dan kedua pada tahun wufud yaitu tahun ke-9 H.

Jumlah Utusan
Utusan yang pertama sebanyak 13 atau 14 orang. Imam Nawawi menyebut nama delapan orang utusan, lalu Ibnu Hajar menambah enam nama lagi.

Utusan yang kedua sebanyak 40 orang. Di antara mereka adalah Jarud bin ‘Ala` al-‘Abdi, seorang Nasrani yang kemudian masuk Islam dan keislamannya begitu bagus. Bahkan, dikatakan bahwa ia berjasa melawan kemurtadan sebagian kaumnya di bawah Mundzir bin Nu’man bin Mundzir dan mengajak kaumnya untuk tetap berpegang teguh dengan Islam.

Kisah Kedatangan Utusan
Bani Abdul Qais yang pertama datang di Madinah dengan terburu-buru, hingga mereka begitu meletakkan hewan tunggangan, mereka segera menemui Rasulullah ﷺ dan menyalaminya. Namun, salah satu delegasi, yaitu al-Asaj menunggu dan tidak terburu-buru. Hingga kemudian Rasulullah ﷺ memuji sifat sabar dan tidak terburu-burunya. Pada saat itu, mereka bertanya tentang perkara penting dalam Islam dan tentang minuman, lalu Rasulullah ﷺ memerintahkan empat hal dan melarang empat hal. Memerintahkan untuk beriman yang mencakup: syahadatain, shalat, zakat, shaum (puasa), dan ditambah membayarkan seperlima ghanîmah (rampasan perang). Rasulullah ﷺ juga melarang pemakaian khantamduba’naqir, dan muzaffat.

Delegasi yang kedua menurut riwayat Ibnu Hisyam datang dan bersama mereka ada Jarud al-‘Abdi, seorang Nasrani yang kemudian masuk Islam dengan dakwah Rasulullah ﷺ. Bersamanya, masuk Islam pula para sahabatnya. Pada waktu inilah, Jarud bertanya tentang hukum memanfaatkan hewan-hewan yang tersesat dan hilang, maka Nabi melarang penggunaannya dengan mengatakan bahwa hal itu akan menyeretnya ke neraka.

BACA JUGA: Hikmah Kisah-Kisah dalam Al-Quran

Sambutan Rasulullah
Pada kedatangan delegasi pertama, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Siapakah kaum itu?” Kemudian, Rasulullah ﷺ menyambut kedatangan mereka sambil bersabda:

مَرْحَبًا بِالْقَوْمِ، غَيْرَ خَزَايَا، وَلَا النَّدَامَى

Selamat datang wahai kaum, tanpa celaan dan tanpa penyesalan.

 

Sumber: https://almanhaj.or.id/9500-delegasi-bani-abdil-qais.html

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response