Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Anfal (8) ayat 1 dan 5

Foto: Unsplash
22views

Allah berfirman dalam Surah Al-Anfal (8) ayat 1:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖوَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, ‘Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul. Oleh sebab itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al Hakim bahwasanya Ibnu Abbas berkata, “Nabi ﷺ bersabda, ‘Barang siapa yang membunuh seorang musuh, maka ia mendapatkan ini dan itu. Dan barang siapa melawan seorang musuh, maka ia mendapatkan ini dan itu.” Orang-orang tua bertahan di bawah panji-panji perang, sedangkan para pemuda maju membunuhi musuh dan merampas ghanimah. Lalu, orang-orang yang tua itu berkata kepada para pemuda, ‘Beri kami bagian sebab kami adalah tulang punggung kalian. Seandainya terjadi sesuatu pada kalian pasti kalian mundur kepada kami. Mereka bertengkar, lalu mereka menghadap kepada Nabi ﷺ. Maka, turunlah firman Allah, ‘Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang… ‘”.

BACA JUGA: Kisah Perang Badar

Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwasanya ia berkata, “Pada waktu Perang Badar, saudaraku (Umair) terbunuh. Maka, sebagai pembalasannya, aku membunuh Sa’id bin Al-Ash dan aku ambil pedangnya dan kemudian kubawa menghadap Nabi ﷺ. Lalu, beliau bersabda, ‘Gabungkan pedang itu ke dalam barang-barang rampasan perang’. Aku pun kembali dengan membawa kesedihan yang tidak terkira akibat terbunuhnya saudaraku dan diambilnya barang rampasanku. Belum jauh aku berjalan, Allah menurunkan Surah Al-Anfal. Lalu, Nabi ﷺ bersabda, ‘Pergilah dan ambil pedangmu.'”

Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i meriwayatkan dari Sa’ad, ia menuturkan, “Pada waktu Perang Badar, aku merampas sebilah pedang, lalu aku katakan kepada Rasulullah ﷺ, ‘Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah membalaskan sakit hatiku terhadap kaum musyrikin. Hadiahkan pedang ini kepadaku’. Akan tetapi, beliau bersabda, ‘Ini bukan hakku, juga bukan hakmu’. Aku pun berkata, ‘Boleh jadi pedang ini diberikan kepada seseorang yang tidak bertempur seperti apa yang kulakukan’. Kemudian, Rasulullah ﷺ mendatangiku dan bersabda, ‘Tadi engkau memintaku ketika hal ini bukan menjadi hakku. Sekarang ia telah menjadi hakku, dan pedang itu milikmu.'”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid bahwasanya para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang khamus (bagian seperlima) sisa dari 4/5, maka turunlah ayat, ‘Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang…. ‘”

BACA JUGA: Pesona-Pesona Keimanan dalam Perang Badar

Allah berfirman dalam Surah Al-Anfal (8) ayat 5:

كَمَآ اَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْۢ بَيْتِكَ بِالْحَقِّۖ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ لَكٰرِهُوْنَ

“Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Ayyub Al-Anshari bahwasanya ia menuturkan, “Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami tatkala kami di Madinah. Ketika itu, beliau mendengar kabar bahwa kafilah dagang Abu Sofyan telah tiba, ‘Bagaimana pendapat kalian? Boleh jadi Allah akan memberikannya sebagai ghanimah bagi kita dan menyerahkannya kepada kita!’ Maka, kami pun berangkat. Setelah berjalan sehari dua hari, beliau bertanya, ‘Bagaimana menurut kalian?’ Kami menjawab, ‘Wahai Rasulullah, kita tidak punya kekuatan untuk berperang pada hari ini. Kita keluar tidak lain untuk merebut kafilah dagang’. Kemudian, Al-Miqdad berkata, ‘Janganlah kalian mengatakan seperti apa yang diucapkan oleh kaum Musa, ‘… pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.‘ Allah menurunkan firman-Nya, ‘Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.‘” Ibnu Jarir meriwayatkan hadis senada dari Ibnu Abbas.[]

SUMBER: ASBABUN NuZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response