Kabar

Surah yang Menjadi Pertanda Kematian Rasulullah ﷺ Sudah Dekat

foto: Pixabay
75views

Surah An-Nashr (surah ke-110)  dikenal dengan nama lain yaitu Surah At-Taudi atau Surah Perpisahan. Hal ini karena turunnya surah ini menandakan bahwa wafatnya Nabi ﷺ tidak akan lama lagi. Banyak ulama yang menyatakan bahwa surah terakhir yang turun secara lengkap adalah Surah An-Nashr. Namun, ada yang berpendapat bahwa ayat terakhir yang turun adalah dalam Surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 281 sebagai berikut:

وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ࣖ

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sementara mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).

Sebagian ulama lain mengatakan bahwa ayat terakhir yang turun adalah ayat ke-3 Surah Al-Ma’idah (Surah ke-5):

…اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ…

 

… Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu dan telah cukupkan kepadamu nikmatku dan telah ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu….

BACA JUGA: Tiga Hal yang Menyebabkan Seseorang Merasakan Manisnya Iman

Kedua ayat tersebut merupakan ayat yang turun terakhir. Akan tetapi, surah terakhir yang turun secara lengkap adalah Surah An-Nashr. Oleh karena itulah, nama lain Surah An-Nashr adalah Surah At-Taudi atau Surah Perpisahan karena menunjukkan bahwa sebentar lagi Rasulullah ﷺ akan meninggal dunia.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas ia berkata: “Umar pernah mengajakku dalam sebuah majelis para sahabat senior yang pernah ikut Perang Badar sehingga sebagian sahabatnya bertanya, ‘Mengapa anak kecil ini kau ikut sertakan? Kami juga punya anak-anak kecil seperti dia.’ Umar menjawab, ‘Seperti itulah yang kalian tahu’. Suatu hari, Umar mengundang mereka dan mengajakku bersamanya. Menurutku, Umar tidak mengajak diriku selain untuk memperlihatkan kepada mereka kualitas keilmuanku. Lantas, Umar bertanya, ‘Bagaimana pendapat kalian tentang ayat (yang artinya): Seandainya pertolongan Allah dan kemenangan  datang (1), dan kau lihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, (2) hingga akhir Surah An-Nashr. Sebagian sahabat berkomentar atau menafsirkan ayat tersebut, ‘Tentang ayat inj, setahu kami, kita diperintahkan agar memuji Allah dan meminta ampunan kepada-Nya ketika kita diberi pertolongan dan diberi kemenangan.’ Sebagian lagi berkomentar, ‘Kalau kami tidak tahu’. Bahkan, ada sahabat yang tidak berkomentar sama sekali. Lalu, Umar bertanya kepadaku, ‘Wahai Ibnu Abbas, begitukah kamu menafsirkan ayat tadi?’ ‘Tidak,’ jawabku. ‘Lalu, bagaimana tafsiranmu?’ tanya Umar. Ibnu Abbas menjawab, ‘Surah tersebut adalah pertanda wafatnya Rasulullah ﷺ sudah dekat. Allah memberitahunya dengan ayatnya: ‘Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan‘, yang berarti penaklukan Mekkah dan itulah tanda ajalmu (Muhammad), karenanya ‘bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan mohonlah ampunan. Sesungguhnya Dia Maha Menerima tobat.’ Kata Umar, ‘Aku tidak tahu penafsiran ayat tersebut selain seperti yang kamu (Ibnu Abbas) ketahui.'”

BACA JUGA: Penjelasan Tentang Kesalahan dan Dosa Para Nabi: Tafsir Surah Asy-Syarh (94) Ayat 2

Itulah pandangan tajam dari seorang Ibnu Abbas r.a. dan juga Umar Bin Khattab r.a. Pandangan ini memang benar demikian karena tidak lama setelah surah ini turun, Nabi ﷺ meninggal dunia. Ibnu Abbas dan Umar memahami surah ini sebagai pertanda dekatnya ajal Nabi ﷺ karena Allah memerintahkan Nabi untuk beristighfar pada bagian akhir surah. Umur Nabi ﷺ adalah umur yang mulia. Bahkan, Allah telah bersumpah dengan umur beliau dalam firman-Nya, la’amruka “demi umurmu” (QS. Al-Hijr [15]:72) karena seluruh masa hidup Nabi itu mulia.

Semua perkara mulia dan amal saleh selalu diakhiri dan tutup dengan istighfar. Jika selesai shalat wajib, kita disyariatkan langsung untuk beristighfar sebanyak 3 kali. Demikian juga disyariatkan bagi orang yang shalat Tahajud pada malam hari hingga waktu Sahur untuk beristighfar “dan orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur,” (QS. Ali-Imran [3]: 17).

Setelah berhaji, kita pun disyariatkan untuk beristighfar. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 199:

ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Setelah bermajelis atau berkumpul, kita disyariatkan untuk bertahmid, bertasbih, dan beristighfar. Setelah berwudhu, kita disyariatkan untuk berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang bersuci”. Orang yang mengenal Allah pasti malu dengan amal dan perbuatannya karena tidak akan sesuai dengan keagungan dan kemuliaan Allah. Ia beristighfar seperti orang-orang yang berdosa beristighfar dari dosa mereka. Setelah memuji dan menyanjung-Nya, orang yang paling mengenal Allah, yakni Nabi ﷺ, berkata: “Aku tidak bisa meliputi seluruh pujian bagi-Mu sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri.”

BACA JUGA: Ragam Makna Al-Kautsar

Allah memerintahkan Nabi untuk beristighfar setelah dakwahnya telah sempurna. Jika dakwah telah sempurna dan berhasil, hal itu menunjukkan bahwa umur beliau akan berakhir.[]

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response