Tafsir

Sumpah Allah Atas Nama Dua Buah-Buahan

Foto: Unsplash
51views

وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

Penjelasan Ayat

Buah Tin merupakan buah yang tidak dikenal di hijaz—Mekkah dan Madinah—sehingga penduduk Mekkah dan Madinah tidak mengetahui buah Tin. Buah ini tumbuh di negeri Syam—Suriah, Lebanon, dan Palestina.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa buah Tin adalah buah yang paling mirip dengan buah-buahan di surga sehingga Allah bersumpah dengannya. Hal ini karena sebagian sifat buah-buahan surga dijumpai pula pada buah Tin. Beberapa sifat buah-buahan surga adalah buah-buah tersebut tidak terhalang. Artinya, buah-buahan itu mudah diambil. Selain itu, dahan pohonnya juga rendah sehingga buahnya mudah dipetik. Demikian juga pada buah Tin yang mudah dipetik.

Selain itu, buah Tin juga dapat habis dimakan semuanya. Hal ini tidak seperti buah-buahan lainnya yang harus dibuang kulitnya dahulu sebelum dimakan. Itulah persamaan buah-buahan surga dan buah Tin. Banyak ilmuwan saat ini mulai meneliti keajaiban buah Tin yang mengandung gizi yang tinggi dan dapat menjadi obat.

Allah juga bersumpah dengan buah Zaitun. Buah Zaitun adalah buah yang lebih menakjubkan dari pohon yang diberkahi. Allah bersumpah dengannya karena begitu banyak manfaat buah Zaitun. Allah berfirman dalam Surah An-Nur (24) ayat 35:

 اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ

… Pelita itu di dalam tabung kaca (dan); tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api….

BACA JUGA: Mengenal Buah Delima yang Namanya Tercantum dalam Al-Quran

Pohon Zaitun tumbuh di negeri Syam. Buahnya dapat dimakan dan minyaknya sangat bermanfaat karena dapat digunakan sebagai obat. Minyak Zaitun dan buah Zaitun adalah kebutuhan penduduk negeri Syam pada saat itu. Allah menyebutkannya dalam Al-Quran Surah Al-Mu’minun (23) ayat 20:

وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُوْرِ سَيْنَاۤءَ تَنْۢبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْاٰكِلِيْنَ

Dan (Kami tumbuhkan) pohon (Zaitun) yang tumbuh dari Gunung Sinai yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.

Allah bersumpah dengan buah Tin dan buah Zaitun karena keduanya merupakan buah yang sangat menakjubkan. Para ulama menyebutkan, Allah bersumpah dengan kedua buah ini untuk mengalihkan perhatian orang yang mendengar ayat ini, yaitu Abu Jahal, Abu Lahab, dan penduduk Mekkah lainnya ketika ayat ini diturunkan. Pada saat mendengarnya, pikiran mereka pun langsung tertuju ke negeri Syam, tempat asal kedua buah ini. Oleh karena itulah, para salaf juga menafsirkan bahwa dalam surah dan ayat ini Allah juga bersumpah dengan nama tempat, yaitu negeri Syam. Buktinya adalah pada ayat-ayat selanjutnya Allah bersumpah dengan banyak tempat.[]

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response