Kabar

Frekuensi Penyebutan Nama Nabi dalam Al-Quran

foto: Unsplash
68views

Para nabi dan rasul diutus Allah Swt. dengan membawa risalah samawiyah (langit) untuk umatnya masing-masing. Intinya ajarannya sama yaitu menyeru manusia kepada agama Allah Swt. Para nabi dan rasul yang diutus Allah Swt. namanya ada yang disebutkan dalam Al-Quran, tetapi banyak juga yang tidak disebutkan. Mari kita cari tahu nama nabi siapakah yang paling sering disebut dalam Al-Quran.

Nabi yang paling banyak disebut dalam Al-Quran adalah nabi Musa alaihi salam. Nabi Musa disebutkan di banyak ayat dalam Al-Quran. Ayat-ayat dalam Al-Quran tentang Nabi Musa a.s. sangat lengkap, mulai dari kisah kelahirannya, tentang Allah Swt. yang memerintahkan ibunya untuk menghanyutkan Musa yang masih bayi ke sungai Nil, lalu kisah istri Firaun merawat Nabi Musa, hingga kisah mukjizat-mukjizatnya dijelaskan secara detail dalam Al-Quran. Tidak mengherankan jika nabi Musa paling banyak disebutkan dalam Al-Quran.

Lantas, bagaimana dengan nama Nabi-Nabi lainnya? Berikut frekuensi penyebutan nama nabi yang terdapat dalam Alquran:

BACA JUGA: Para Nabi Menyeru untuk Menyembah Allah

  1. Nabi Musa disebutkan 136 kali;
  2. Nabi Ibrahim disebutkan 69 kali;
  3. Nabi Nuh disebutkan 43 kali;
  4. Nabi Yusuf dan Nabi Luth masing-masing disebutkan 27 kali;
  5. Nabi Isa dan Nabi Adam masing-masing disebutkan 25 kali;
  6. Nabi Harun disebutkan 20 kali;
  7. Nabi Ishak dan Nabi Sulaiman disebut masing-masing disebutkan 17 kali;
  8. Nabi Ya’qub dan Nabi Daud disebutkan16 kali;
  9. Nabi Ismail disebutkan 12 kali;
  10. Nabi Syuaib disebutkan 11 kali;
  11. Nabi Saleh disebutkan 9 kali;
  12. Nabi Zakariya disebutkan 7 kali;
  13. Nabi Yahya disebutkan 5 kali;
  14. Nabi Hud, Nabi Ayub, dan Nabi Yunus masing-masing disebutkan 4 kali.
  15. Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa, Nabi Idris, dan Nabi Dzulkifli masing-masing disebutkan 2 kali.

BACA JUGA: Perihal Keistimewaan Nama Nabi Muhammad ﷺ

Khusus untuk Nabi Muhammad Saw., nama Muhammad disebutkan sebanyak empat kali dalam Al-Quran, yaitu:

  1. Dalam QS. Ali-Imran (3): 144

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗوَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ

Nabi) Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

 

  1. Dalam QS. Al-Ahzab (33): 40

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ

Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, melainkan dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  1. Dalam QS. Al-Fath (48): 29

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗوَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ

Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

BACA JUGA: Penjelasan Tentang Kesalahan dan Dosa Para Nabi: Tafsir Surah Asy-Syarh (94) Ayat 2

  1. Dalam QS. Muhammad (47):2

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاٰمَنُوْا بِمَا نُزِّلَ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَّهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۚ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَاَصْلَحَ بَالَهُمْ

Orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan beriman pada apa yang diturunkan kepada (Nabi) Muhammad bahwa ia merupakan kebenaran dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaannya.

Demikianlah frekuensi penyebutan nama Nabi yang Allah sebutkan dalam Al-Quran. Semoga semakin menumbuhkan rasa cinta kepada para Nabi.[]

 

SUMBER: REPUBLIKA.CO.ID

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response