Historia/Tarikh

Sejarah Ringkas Pencetakan Al-Quran di Indonesia

73views

Sejarah pencetakan mushaf Al-Quran di Indonesia menarik untuk diketahui. Terlebih lagi jika melihat perkembangan pencetakan mushaf Al-Quran dewasa ini yang semakin ragam dan semarak. Dewasa ini, bukanlah sesuatu yang sulit untuk menemukan mushaf Al-Quran sesuai kebutuhan.

Cetakan Al-Quran Pertama di Indonesia
Merujuk pada literatur yang ada, mushaf Al-Quran yang ada di Indonesia memiliki akar sejarah panjang sejak zaman dahulu. Sejarahnya dimulai dari Al-Quran tulis tangan yang banyak tersebar di Indonesia dan jumlahnya ribuan, Al-Quran cetakan tipografi dan litografi, hingga mushaf cetakan modern.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama, Abdul Hakim, didapatkan fakta bahwa pada abad ke-19 M, seorang ulama Palembang pernah mencetak mushaf Al-Quran, tepatnya pada 20 Agustus 1848. Cetakan mushaf Ini jauh sebelum Al-Quran cetakan Singapura, India, dan Turki masuk ke Indonesia.

Al-Quran yang dicetak di Palembang tersebut mengalami cetak ulang pada tahun 1854, lalu disebarkan ke negeri-negeri Muslim Nusantara. Dalam penjelasannya, Abdul Hakim menyatakan bahwa Al-Quran Palembang ini diduga merupakan Al-Quran cetak tertua di Asia Tenggara, bahkan salah satu cetak tertua di dunia. Peninggalannya kini masih dapat ditemukan di wilayah Palembang tepatnya di Meseum Sultan Badarudin II dan di Masjid Dog Jumeneng Cirebon.

BACA JUGA: Al-Quran: Kitab Sempurna Pegangan Umat Muslim Seluruh Dunia

Sebagai seorang peneliti, Abdul Hakim telah melakukan kajian atas beberapa mushaf Al-Quran cetak abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang ada di Indonesia. Kajian tersebut mendapatkan simpulan bahwa mushaf-mushaf luar negeri datang ke Indonesia setelah adanya Al-Quran Palembang. Sebagai contoh, Al-Quran cetak Singapura yang ditemukan di Indonesia dicetak pada tahun 1868. Al-Quran Istambul Turki yang beredar di Indonesia dicetak tahun 1881. Adapun mushaf-mushaf Al-Quran India di Indonesia dicetak tahun 1885.

Namun, mushaf yang banyak tersebar di Indonesia adalah mushaf Bombay dan Singapura. Adapun mushaf dari Turki dan Mesir mushafnya tak terlalu banyak karena hanya diperoleh melalui jamah haji saja. Maka, tidaklah mengherankan jika banyak mushaf Bombay yang beredar di Palembang, Demak, Madura, Bima, Malaysia, dan Filipina. Sementara itu, mushaf Singapura banyak ditemukan di Palembang, Jakarta, Cirebon, Surakarta, Bali, Palu, dan Maluku.

Penerbit Al-Quran Pertama di Indonesia
Pada awal abad ke-20, generasi pertama penerbit mushaf Al-Quran cetak muncul, yakni Maktabah Al-Misriyah Abdullah Afif Cirebon (1933), Matba’ah Islamiyah di Bukittinggi (1933), penerbit Visser & Co (1934), dan TB Ab Sitti Sjamsijah, Solo. Keempat penerbit ini yang diniai mewarnai per-mushafan pra-kemerdekaan.

Setelahnya, penerbit mushaf Al-Quran generasi kedua muncul, di antaranya Al Ma’arif di Bandung pada 1948, Sinar Kebudayaan Islam di Jakarta 1951, dan Menara Kudus di Kudus 1952. Adapun penerbit generasi ketiga di antaranya Toha Putra di Semarang pada 1962, BIR & company di Jakarta pada 1956, Yayasan Pembangunan Islam di Jakarta pada 1967, Yayasan Penyelenggara Terjemahan Al-Quran di Jakarta pada 1967, dan Al Hikmah di Jakarta pada 1979.

BACA JUGA: Al-Quran: Kitab Sempurna Pegangan Umat Muslim Seluruh Dunia

Demikianlah sejarah ringkas pencetakan dan penerbitan Al-Quran di bumi tercinta Indonesia. Sudah selayaknya kita selaku Muslim mengapresiasi sekaligus bersyukur karena berkat upaya penerbit-penerbit itulah pencetakan mushaf Al-Quran menjadi semakin berkembang. Semoga Allah Swt. memberikan pahala bagi mereka yang telah memperjuangan penyebaran Al-Quran.[diolah dari beberapa sumber]

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response