Historia/Tarikh

Sejarah Perang Mu’tah (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

foto: Unsplash
17views

Perang Mu’tah merupakan peperangan terbesar yang dilakukan oleh kaum Muslimin semasa Rasulullah ﷺ dan juga termasuk paling menegangkan, selain merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Perang ini terjadi pada Jumadil Ula 8 H., bertepatan dengan Agustus atau September 629 M. Mu’tah adalah sebuah dusun yang terletak sebelum masuk wilayah Syam. Dari tempat ini ke Baitul Maqdis bisa ditempuh perjalanan kaki selama dua hari.

Latar Belakang Peperangan

Rasulullah ﷺ  mengutus Al-Harits bin Umair untuk mengantarkan surat kepada pemimpin Bushra. Namun, di perjalanan dia diadang oleh Syurahbil bin Amr Al-Ghassani, pemimpin Al-Balqa’ yang termasuk dalam wilayah Syam dan di bawah pemerintahan kaisar. Syurahbil mengikat Al-Harits dan membawanya ke hadapan kaisar, lalu dia memenggal lehernya. Padahal, membunuh seorang utusan merupakan kejahatan yang amat keji, sama dengan mengumumkan perang atau bahkan lebih dari itu. Karena itu, Rasulullah ﷺ sangat murka ketika mendengar kejadian ini. Maka wajar sekali bila kemudian beliau menghimpun pasukan yang jumlahnya mencapai tiga ribu prajurit dan sekaligus merupakan pasukan Islam terbesar hingga saat itu karena sebelumnya tidak pernah berhimpun sebanyak itu, kecuali pada Perang Ahzab.

BACA JUGA: Sekilas Tentang Peperangan Pada Masa Rasulullah

Para Komandan Pasukan Islam dan Wasiat Rasulullah

Rasulullah ﷺ menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai komandan pasukan. Beliau bersabda, “Apabila Zaid gugur, penggantinya adalah Ja’far. Apabila Ja’far gugur, penggantinya adalah Abdullah bin Rawahah.” Bendera perang berwarna putih dan diserahkan kepada Zaid bin Haritsah.

Beliau juga memerintahkan untuk mendatangi tempat terbunuhnya Al-Harits bin Umair, lalu mengajak penduduk di sana agar masuk Islam. Ini jika mereka mau. Jika tidak, kaum Muslimin harus memohon pertolongan kepada Allah lalu memerangi mereka. Dalam hal ini beliau bersabda:

“Dengan menyebut nama Allah, perangilah di jalan Allah orang-orang yang ingkar terhadap Allah. Janganlah kalian berkhianat, jangan berubah. Jangan membunuh anak-anak, wanita, orang tua renta, dan orang yang memisahkan diri di tempat peribadatan rahib. Jangan menebang pohon kurma dan pohon apa pun, serta jangan merobohkan bangunan.”

Ucapan Selamat Jalan bagi Pasukan Islam dan Tangisan Abdullah bin Rawahah

Setelah pasukan Islam sudah siap untuk berangkat, orang-orang datang mengerumuni mereka. Rasulullah ﷺ memanggil para komandan pasukan dan mengucapkan selamat jalan kepada mereka. Ketika itulah, salah seorang dari tiga komandan pasukan, yaitu Abdullah bin Rawahah, menangis. Orang-orang bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Abdullah bin Rawahah menjawab, “Demi Allah, aku menangis bukan karena cinta kepada dunia dan rindu kepada kalian. Tetapi, aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ membaca sebuah ayat dari Kitab Allah, yang di dalamnya disebutkan neraka, yakni yang tercantum dalam Surah Maryam (19) ayat 71:

وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ۚ

“Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (shirat di atas neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan.”

Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku setelah aku meninggal nanti?”

Mereka berkata, “Allah pasti menyertai kalian dengan keselamatan. melindungi kalian, dan mengembalikan kalian kepada kami dalam keadaan baik dan memperoleh harta rampasan.”

Kemudian, Abdullah bin Rawahah melantunkan syair:

Aku memohon ampunan kepada Ar-Rahman

Dan pukulan dahsyat yang memuncratkan darah

Atau tikaman oleh orang yang haus darah

Dengan tombak hingga menembus usus dan hati

Hingga orang-orang berkata saat melewati kuburku

Allah memberikan petunjuk kepada pejuang itu dan Dia telah mendapatkannya.

Kemudian, mereka berangkat dan Rasulullah ﷺ mengantarkan mereka hingga di Tsaniyyatul Wada’. Beliau berhenti di sana dan mengucapkan selamat jalan.

BACA JUGA: Ancaman Kaum Quraisy Mekkah dan Turunnya Izin Berperang

Pergerakan Pasukan Islam

Pasukan Islam bergerak ke arah utara lalu berhenti di Mu’an, yang sudah masuk wilayah Syam, berbatasan dengan Hijaz Utara. Pada saat itu, mereka mendapat informasi bahwa Heraklius bermarkas di Ma’ab di wilayah Al-Balqa’ dengan kekuatan 100 ribu prajurit Romawi. Mereka masih ditambah lagi dengan kekuatan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin, Bahra’, dan Balli sebanyak 100 ribu prajurit. Jadi, pasukan musuh berjumlah 200 ribu orang.

Majelis Permusyawaratan di Mu’an

Orang-orang Muslim tak pernah membayangkan bahwa mereka akan berhadapan dengan pasukan sebesar itu, yang datang di daerah yang jaraknya cukup jauh. Apakah pasukan yang hanya berkekuatan 3.000 prajurit harus berperang dengan musuh yang amat besar dengan kekuatan 200.000 prajurit? Kaum Muslimin sulit menentukan pilihan. Dua malam mereka berada di Mu’an memikirkan masalah ini. Mereka terus menimbang-nimbang dan bertukar pikiran.

Pada awalnya, mereka memutuskan untuk menulis surat kepada Rasulullah ﷺ dan mengabarkan jumlah musuh mereka, barang kali beliau akan mengirimkan bala bantuan lagi ataukah memberikan perintah tertentu dan mereka siap melaksanakannya. Namun, Abdullah bin Rawahah menentang pendapat ini. Dia membangkitkan keberanian orang-orang dan berkata, “Wahai semua orang, demi Allah, apa yang tidak kalian sukai dalam kepergian ini sejatinya merupakan sesuatu yang kita cari, yaitu mati syahid. Kita tidak berperang dengan manusia karena jumlah, kekuatan, dan banyaknya personil. Kita tidak memerangi mereka melainkan karena agama ini. Allah telah memuliakan kita dengannya. Berangkatlah karena hanya ada salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau mati syahid.”

Akhirnya, diambil keputusan secara bulat seperti yang disampaikan Abdullah bin Rawahah ini.[]

Bersambung ke bagian kedua (terakhir).

SUMBER: SIRAH RASULULLAH: Sejarah Hidup Nabi Muhammad, Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakafuri, Penerbit: Ummul Qura

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response