Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 6

foto: Pixabay
29views

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (6) ayat 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamum-lah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.

BACA JUGA: Penjelasan Tentang Keharusan Berwudhu Saat Akan Shalat

Sebab Turunnya Ayat

Harits dari Abdurrahman bin Qasim dari ayahnya dari Aisyah bahwasanya ia berkata, “Ketika kami dalam perjalanan menuju Madinah, kalungku terjatuh di gurun. Kemudian, Rasulullah ﷺ menghentikan untanya, lalu beliau turun. Setelah itu, beliau merebahkan kepala beliau di pangkuanku hingga tertidur. Lalu, Abu Bakar datang dan memukulku dengan keras kemudian berkata, ‘Gara-gara kalungmu, orang-orang tidak bisa langsung ke Madinah!'”

Kemudian Rasulullah ﷺ terbangun dan waktu pagi pun tiba. Di saat beliau ingin mengambil air wudhu untuk berwudhu karena beliau tidak mendapati air. Maka turunlah firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat… ” hingga firman-Nya, “supaya kamu bersyukur“. Lalu, Usaid bin Hudhair berkata, “Karena kalian, wahai keluarga Abu Bakar, Allah telah memberi berkah kepada orang-orang”.

Ath-Thabarani meriwayatkan dari jalur Abbad bin Abdullah bin Zubair dari Aisyah bahwasanya ia berkata, “Setelah peristiwa hilangnya kalungku dan berakhirnya kisah tentang kedustaan yang dituduhkan kepadaku, aku pergi bersama Rasulullah ﷺ dalam peperangan yang lain. Lalu, kalungku jatuh lagi hingga orang-orang pun harus menghentikan perjalanan untuk mencarinya. Abu Bakar dengan agak marah berkata, “Wahai putriku, kau selalu menjadi beban dan kesulitan bagi orang-orang dalam perjalanan”. Lalu, Allah menurunkan keringanan untuk bertayamum. Kemudian, Abu Bakar berkata kepadaku, “Sungguh engkau anak yang mendapatkan berkah.”

BACA JUGA: Penjelasan tentang Tayamum

Catatan:

Pertama, Al-Bukhari menyebutkan hadis tentang tayamum ini dari riwayat Amru bin Al-Harits. Di dalamnya terdapat penjelasan bahwa ayat tentang tayamum dalam riwayat yang lain adalah ayat dalam Surah Al-Ma’idah. Sedangkan, kebanyakan perawi hanya menyebutkan, “Lalu Allah menurunkan ayat tentang tayamum” tanpa menjelaskan surahnya. Ibnu Abdil Barr berkata, “Ini sangat sulit untuk dipastikan karena kita tidak tahu ayat mana yang dimaksud oleh Aisyah”. Ibnu Baththal berkata, “Ayat yang dimaksud adalah ayat dalam Surah An-Nisa”. Alasannya, ayat tentang tayamum dalam Surah Al-Ma’idah disebut juga dengan ayat wudhu, sedangkan dalam ayat Surah An-Nisa tidak disebutkan tentang wudhu sama sekali. Dengan ini maka jelaslah pengkhususan ayat An-Nisa ini sebagai ayat tayamum.

Al-Wahidi juga menyebutkan ayat ini pada sebab turunnya ayat tayamum dalam Surah An-Nisa. Namun, dapat dipastikan bahwa yang dikuatkan oleh Al-Bukhari bahwa ayat yang dimaksud adalah ayat Surah Al-Ma’idah adalah yang benar karena dalam hadis yang diriwayatkannya disebutkan dengan jelas tentang surahnya yaitu Surah Al-Ma’idah.

Kedua, hadis ini menunjukkan bahwa sebelum turunnya ayat ini, wudhu adalah wajib. Oleh karena itu, mereka merasa kesulitan ketika melakukannya dengan selain air. Hal ini juga nampak dari apa yang dikatakan Abu Bakar kepada Aisyah. Ibnu Abdi Al-Barr berkata, “Merupakan hal yang umum yang sudah diketahui oleh para ahli sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ bahwa sejak diwajibkan shalat, Rasulullah selalu berwudhu sebelum shalat. Tidak ada yang mengingkari hal ini kecuali orang yang ingkar atau keras kepala”.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Junub dan Hal Lain Terkait Bersuci

Ia berkata lagi, “Hikmah dari turunnya ayat wudhu sedangkan wudhu telah dilakukan sebelumnya adalah agar kefarduannya terbaca langsung di dalam Al-Quran”. Ada juga yang mengatakan, “Kemungkinan bagian pertama dari ayat di atas yaitu tentang kewajiban berwudhu turun lebih dahulu. Kemudian sisanya yaitu yang berisi tentang tayamum turun dalam kisah ini.”

As-Suyuthi berkata, “Bahwa yang pertama adalah lebih benar karena penetapan kewajiban wudhu bersama dengan kewajiban shalat ketika Rasulullah ﷺ masih di Kota Mekkah, sedangkan ayat di atas adalah Surah Madaniyyah.[]

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response