Tafsir

Penjelasan tentang Tayamum

foto: Unsplash
39views

Hal lain terkait bersuci yang dijelaskan dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6 adalah tentang tayamum.

Firman Allah:

 فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً 

“Maka jika kamu tidak memperoleh air”

Maksud “tidak memperoleh air” di sini adalah:

Pertama, sudah mencari-cari akhir di sekitarnya tetapi tidak mendapati dan tidak diharuskan baginya untuk mencari ke tempat yang jauh karena bertentangan dengan tujuan disyariatkannya tayamum yaitu untuk memudahkan.

Kedua, air yang diperoleh adalah air mutlak, yaitu air yang belum berubah dari sifat dasar seperti air hujan, air laut, air sumur, air sungai dan bukan air teh, air kelapa, dan semisalnya.

BACA JUGA: Penjelasan Tentang Keharusan Berwudhu Saat Akan Shalat

Kemudian firman Allah:

 فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا

“Bertayamumlah dengan tanah yang baik”

Tayamum secara etimologis artinya bermaksud atau menuju. Dari ayat ini juga dapat dipahami bahwa tayamum memerlukan maksud (niat). Terkait kata “tanah” maka terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, yakni:

Pendapat pertama, semua yang mengandung unsur tanah dan berdebu seperti batu yang berdebu tembok yang berdebu, hewan tunggangan yang Berdebu, dan seterusnya. Pendapat ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama dan merupakan pendapat yang lebih kuat. Allahu a’lam.

Pendapat kedua, semua yang ada di atas permukaan bumi meskipun tidak berdebu, seperti batu (meskipun licin), rumput, dan seterusnya.

Adapun yang dimaksud dengan “tanah yang baik” adalah tanah yang bukan najis juga bukan tanah curian.

Firman Allah:

فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗ

“Usaplah wajah-wajah kalian dan usaplah tangan kalian dengan tanah itu”

Ayat ini menjelaskan tentang tata cara bertayamum. Para ulama sepakat bahwa tayamum dilakukan pada wajah dan tangan saja. Mereka juga sepakat bahwa tayamum cukup dengan diusap (tidak harus digosok). Namun, mereka berbeda pendapat dalam beberapa hal di antaranya:

Pertama, jumlah pukulan tangan ke tanah apakah cukup sekali pukulan ataukah lebih. Pendapat yang kuat adalah satu kali pukulan sudah cukup.

Kedua, tertib (berurutan) Apakah harus wajah dahulu kemudian tangan atau boleh sebaliknya. Pendapat yang kuat tidak harus berurutan.

Ketiga, batasan tangan, Apakah sampai pergelangan tangan ataukah sampai siku. Pendapat yang kuat adalah cukup sampai pergelangan tangan saja.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Tata Cara Berwudhu (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Adapun tata cara bertayamum adalah sebagai berikut:

  1. Ucapkan Bismillah;
  2. Pukulkan tangan ke tanah;
  3. Bila banyak debu yang menempel di tangan maka disingkirkan terlebih dahulu;
  4. Usah punggung telapak tangan kanan kemudian yang kiri;
  5. Usap wajah sekali seperti ketika berwudhu (boleh dibalik: wajah dulu baru kemudian punggung telapak tangan).

Selanjutnya, firman Allah:

مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Allah tidak hendak menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, semoga kalian bersyukur.”

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Allah tidak menginginkan adanya kesulitan. Karena itu, seseorang yang kesulitan untuk mendapatkan dan menggunakan air maka dibolehkan bertayamum. Bahkan, apabila ia berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan baginya untuk berwudhu dan bertayamum maka ia dibolehkan untuk langsung shalat. Allah berfirman dalam Surah At-Taghabun ayat 16:

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ 

“Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu! Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu!” 

Kemudian firman Allah:

 وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ

“Tetapi Dia hendak membersihkan kamu.”

Kebersihan di sini mencakup kebersihan secara lahir dan batin dalam hadis yang shahih disebutkan, “Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Jika seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu, kemudian membasuh wajahnya maka akan keluarlah dari wajahnya tersebut semua dosa yang dilakukan pandangan matanya bersamaan dengan tetesan air berakhir. Jika ia membasuh tangannya maka keluarlah dari tangannya semua dosa yang dilakukan tangannya bersamaan dengan tetesan air terakhir. Jika ia membasuh kedua kakinya maka keluar semua dosa yang berasal dari langkah kakinya hingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.'”

BACA JUGA: Penjelasan tentang Tata Cara Berwudhu (Bagian Kedua-Habis)

Firman Allah:

وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar bersyukur”

Dalam ayat ini Allah menjelaskan tentang nikmat yang Allah karuniakan kepada para hamba-Nya yaitu berupa nikmat syariat (mandi, wudhu, dan tayamum). Kemudahan syariat Allah merupakan nikmat yang patut untuk disyukuri.[]

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR SURAH AL-MA’IDAH, Penulis: Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response