Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 95 dan 97

Foto: Unsplash
31views

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 95

لَا يَسْتَوِى الْقٰعِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجٰهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةً ۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ

Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

Sebab Turunnya Ayat

Al-Bukhari meriwayatkan dari Al-Bara’ bahwasanya ia berkata, “Ketika turun ayat, ‘Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur…’ Nabi ﷺ bersabda, ‘Panggil si fulan.’ Lalu, si fulan itu datang dengan membawa tinta, papan, dan alat tulis lainnya. Kemudian, beliau berkata kepadanya, ‘Tulislah, ‘Laa yastawil qaa’iduuna minal mu’miniin wal mujaahiduuna fi sabilillah (Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah).’ Ketika itu Ibnu Ummi Maktum berada di belakang Nabi ﷺ maka ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini orang buta.” Maka, turun firman Allah melengkapi ayat di atas, ‘Laa yastawil qaa’iduuna minal mu’miniin wal mujaahiduuna fi sabilillah (Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah).’

Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari dan lainnya hadis serupa dari hadis Zaid bin Tsabit. Ath-Thabarani dari hadis Zaid bin Arqam. Dan Ibnu Hibban dari hadis Al-Falatan bin Ashim. At-Tirmidzi meriwayatkan hadis yang serupa dari Ibnu Abbas, di dalamnya disebutkan. “Abdullah bin Jahsy dan Ibnu Ummi Maktum berkata, “Tetapi kami adalah orang-orang yang buta.”

Hadis-hadis mereka telah aku sebutkan di dalam Turjuman Al-Quran. Dan Ibnu Jarir meriwayatkan hadis yang serupa dari banyak jalur yang mursal.

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 93 dan 94

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 97

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْ ۗ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِى الْاَرْضِۗ قَالُوْٓا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَا ۗ فَاُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًاۙ

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Bahwasanya beberapa orang dari kaum Muslimin dahulu tinggal bersama orang-orang musyrik sehingga memperbanyak jumlah orang-orang musyrik menyerang Rasulullah ﷺ. Lalu, terkadang anak panah yang dilemparkan orang-orang Muslim yang bersama Rasulullah ﷺ mengenai salah satu dari orang-orang Muslim tersebut hingga terbunuh atau mati karena tertebas pedang orang-orang Muslim yang bersama Rasulullah ﷺ tersebut. Maka, turun firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri….

Ibnu Mardawaih meriwayatkan juga dan menyebutkan nama-nama mereka, yaitu Qais bin Al-Walid bin Al-Mughirah, Abu Qais bin Al-Fakih bin Al-Mughirah, Al-Walid bin Utbah bin Rabi’ah, Amru bin Umayyah bin Sufyan, dan Ali bin Umayyah bin Khalaf. Dia menyebutkan bahwa mereka pergi ke Badar. Ketika melihat sedikitinya jumlah orang-orang Muslim  mereka pun menjadi ragu. Mereka berkata, “Agama mereka membuat mereka sombong,” lalu mereka pun terbunuh di Badar.”

Dan diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Hatim dengan ada penambahan nama-nama yaitu: Haris bin Zam’ah bin Al-Aswad dan Al-‘Ash bin Munabbih bin Al-Hajjaj.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Dahulu ada sekelompok orang di kota Mekkah masuk Islam. Ketika Nabi ﷺ berhijrah ke Madinah, mereka enggan untuk ikut Bersama Nabi dan merasa takut untuk keluar dari kota Mekkah maka turunlah firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat Kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki, atau wanita atau anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).(QS. An-Nisa [4]: 97-98)

Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Dahulu ada sekelompok orang dari penduduk kota Mekkah masuk Islam, tetapi mereka menyembunyikan keislaman mereka. Ketika orang-orang musyrik berangkat untuk berperang di Badar, mereka mengajak orang-orang yang menyembunyikan keislaman mereka untuk ikut berperang bersama mereka melawan kaum Muslimin, maka sebagian dari mereka ada yang terbunuh dalam perang tersebut, maka berkatalah sebagian pasukan kaum Muslimin, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah masuk Islam dan mereka dipaksa untuk berperang bersama dengan orang-orang kafir tersebut.’ Lalu, mereka beristighfar untuk orang-orang tersebut,  dan turunlah firman Allah, ‘Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri,…’”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) Ayat 90 dan 92

Lalu, orang-orang Muslim mengirimkan surat yang di dalamnya dibubuhkan firman Allah itu kepada orang-orang Muslim yang masih di kota Mekkah. Dalam surat tersebut juga tertulis bahwa tidak ada lagi uzur bagi mereka. Kemudian, mereka pun meninggalkan Mekkah. Lalu, orang-orang musyrik menyusul mereka dan menyakiti mereka sehingga mereka pun kembali lagi ke Mekkah. Lalu, turun firman Allah, “Dan, di antara manusia ada yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah’, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah …’ (QS. Al-Ankabut [29]: 10). Lalu, orang-orang Muslim mengirim surat lagi kepada mereka dengan membubuhkan firman Allah ini. Mereka pun merasa sangat sedih. Lalu, turun firman Allah, ‘Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan…’ hingga akhir ayat 110 surah An-Nahl (16). Mereka pun keluar dari Mekkah menuju Madinah. Lalu, orang-orang musyrik kembali menyusul mereka. Maka, di antara mereka ada yang selamat dan ada pula yang terbunuh.”

Ibnu Jarir meriwayatkan hadis serupa dari beberapa jalur yang cukup banyak.[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Karya Imam As-Suyuthi, Penerbit Pustaka Al-Kautsar

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response