Tafsir

Gua Ashabul Kahfi adalah Salah Satu Tanda Kebesaran Allah

foto: unsplash
26views

Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 17:

وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزٰوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَاِذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka dia-lah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Allah sediakan tempat bagi mereka di gua tersebut dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana yang telah Allah janjikan di ayat sebelumnya, “… niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu“. Walaupun Allah sediakan tempat berupa gua yang kecil (bukan tempat yang luas), ketika Allah meliputi mereka dengan rahmat-Nya niscaya mereka akan nyaman di dalamnya. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa kenyamanan tidaklah identik dengan rumah yang besar. Memang benar Nabi ﷺ telah bersabda, “Empat perkara termasuk kebahagiaan, yaitu istri yang salehah, rumah yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang nyaman.”

BACA JUGA: Asal Usul Para Pemuda Ashabul Kahfi

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa di antara kebahagiaan adalah rumah yang luas, tetapi luasnya rumah tidak mesti mendatangkan kebahagiaan. Rumah Nabi ﷺ sendiri tidak luas, kurang lebih hanya sekitar 4 x 6 meter atau 4 x 7 meter, yang artinya tidak luas. Sekalipun demikian, ada kebahagiaan di sana. Begitu pula Ashabul Kahfi yang tinggal di dalam gua yang normalnya bukanlah tempat yang luas dan mereka berjumlah tujuh orang, tetapi Allah menurunkan rahmat-Nya di sana. Demikian pula sebagian kaum muslimin yang barangkali rumahnya sempit, yang terpenting adalah di dalamnya bertakwa kepada Allah sehingga walaupun rumahnya sempit niscaya Allah akan berikan rahmat-Nya dan kebahagiaan.

Allah pun bercerita tentang keajaiban-keajaiban yang Allah munculkan di dalam gua tersebut. Para Ashabul Kahfi tersebut awalnya memasuki gua dalam kondisi takut karena mereka lari dari kejaran raja dan para anak buahnya. Nyatanya, mereka pun hanya anak-anak muda yang menyelisih keyakinan penduduk di negeri mereka. Mereka pun masuk ke dalam gua dan tertidur. Subhanallah, Allah buat mereka tidur lelap di dalam gua tersebut lalu, gua itu pun dijaga oleh Allah sebagaimana dalam ayat ke-17 Surah Al-Kahfi: “Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan“, yakni tidak memasuki gua tersebut. Terdapat dua pendapat para ulama terkait penafsiran ayat ini:

Pertama, mulut gua tersebut menghadap ke arah utara. Oleh karena itu, ketika matahari terbit maka cahayanya akan condong dari sebelah kanan dan jika matahari terbenam di sebelah barat maka cahayanya akan condong ke sebelah kiri. Hal ini disebabkan mulut gua tersebut menghadap ke arah utara.

Kedua, sebenarnya sinar matahari masuk ke mulut gua, hanya saja Allah belokan cahaya matahari tersebut ketika matahari terbit menjadi ke sebelah kanan dan ketika terbenam dibelokkan ke sebelah kiri. Oleh karena itu, Allah katakan, “…itulah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah“.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami, melainkan Allah yang menjadikan demikian. Inilah pendapat yang lebih kuat. Begitu pula ketika terbenam, Allah katakan: “… dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri mereka.”

BACA JUGA: Tentang Perdebatan Lama Waktu Ashabul Kahfi Tertidur

Allah belokkan cahaya matahari, Allah Mahamampu untuk melakukan hal tersebut. Demikian pula pada bagian kedua ini, terdapat dua pendapat para ulama pada kalimat تَّقْرِضُهُمْ, yakni Allah potong sebagian cahayanya agar sebagian cahaya masuk ke dalam gua karena jika tidak terdapat cahaya sama sekali di dalam gua tersebut bisa menjadi tidak bagus dan pengap. Oleh karena itu, Allah berikan sedikit cahaya ketika matahari akan terbenam. Sebagian ulama ada yang menyatakan sinar matahari tidak masuk sama sekali dan sebagian ulama yang lainnya menyatakan bahwa sebagian sinar matahari tersebut masuk tatkala terbenam agar tetap menjaga kesegaran udara dan kestabilan kondisi di dalam gua tersebut.  Walaupun memang terjadi khilaf di antara para ulama tafsir tentang hal ini, intinya adalah Allah menyatakan bahwa hal ini termasuk tanda-tanda (kebesaran) Allah.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR SURAH AL-KAHFI

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response