Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) Ayat 33 dan 34

Foto: Unsplash
32views

Surah An-Nisa (4) ayat 33

وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَٰلِىَ مِمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ وَٱلَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَٰنُكُمْ فَـَٔاتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدًا

Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan Ibu Bapak dan karib kerabat, kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka maka berilah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya dari jalur Ibnu Ishaq dari Dawud bin Hushain bahwasanya ia berkata, “Dahulu aku membacakan Al-Quran kepada Ummu Sa’ad bin Rabi’, ia dulunya adalah anak yatim yang tinggal bersama Abu Bakar. Pada suatu hari, aku membacakan ‘walladzina ‘aaqadat aimanukum‘ (dengan ‘ain ber-mad pada kata ‘aaqadat), lalu ia berkata, ‘Bukan demikian, tetapi ‘walladzina ‘aqadat aimanukum‘ (dengan ‘ain tidak ber-mad pada kata ‘aqadat), ayat ini turun pada Abu Bakar dan anaknya Abdurrahman. Abdurrahman menolak untuk masuk Islam. Maka, Abu Bakar bersumpah untuk tidak memberikan harta warisan. Lalu, ketika Abdurrahman masuk Islam, Abu Bakar diperintahkan untuk memberikan bagiannya dari harta warisan.”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) Ayat 24 dan 32

Surah An-Nisa (4) ayat 34

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-nya maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hasan bahwasanya ia berkata, “Seorang wanita datang kepada Rasulullah ﷺ untuk mengadukan suaminya yang telah menamparnya. Maka, Rasulullah bersabda ‘bagi suami qishash’ lalu Allah menurunkan firman-Nya, ‘Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita….’ kemudian wanita tersebut kembali ke rumahnya tanpa membawa perintah untuk meng-qishash suaminya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari jalur-jalur periwayatan yang berasal dari Hasan bahwasanya dahulu ada seorang lelaki yang menampar wajah istrinya, kemudian wanita tersebut datang kepada Rasulullah ﷺ untuk mengadukan hal tersebut dan meminta untuk memberikan qishash kepada suaminya. Maka, Rasulullah mengabulkan permintaannya, lalu turunlah firman Allah, ‘Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al-Quran sebelum selesai diwahyukan kepadamu…’ dan juga turun firman Allah, ‘Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita…’ Dan hadis seperti ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dan As-Suddi.

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 19

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Ali bin Abi Thalib bahwasanya ia berkata, “Dahulu datang seorang laki-laki dengan istrinya menghadap kepada Rasulullah ﷺ kemudian si istri berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia (suamiku) telah menampar wajahku sehingga meninggalkan bekas’ kemudian Rasulullah bersabda, ‘ Sesungguhnya ia tidak pantas melakukan hal tersebut.’ Lalu, Allah menurunkan firman-Nya, ‘Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita…. ‘ maka penguat-penguat hadis di atas memperkuat satu sama lain.[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response