Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) Ayat 24 dan 32

Foto: Unsplash
39views

Surah An-Nisa (4) Ayat 24

 وَٱلْمُحْصَنَٰتُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۖ كِتَٰبَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَآءَ ذَٰلِكُمْ أَن تَبْتَغُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَٰفِحِينَ ۚ فَمَا ٱسْتَمْتَعْتُم بِهِۦ مِنْهُنَّ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَٰضَيْتُم بِهِۦ مِنۢ بَعْدِ ٱلْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Alah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka, istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetehui lagi Mahabijaksana.

 Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Abi Sa’id Al-Khudri berkata, “Kami mendapatkan tawanan wanita dari Authas dan mereka memiliki suami. Maka, kami merasa enggan untuk menggauli mereka, lalu kami datang kepada Nabi ﷺ untuk menanykan perihal tersebut . Maka, turunlah firman Allah, ‘Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu’, maksudnya yaitu ‘wanita yang kalian peroleh dari peperangan.’ Oleh karena itu, mereka menjadi halal untuk kamu gauli.”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 19

Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Ayat ini turun pada hari ketika Allah menaklukkan Khaibar untuk orang-orang Mukmin. Ketika itu orang-orang Mukmin mendapatkan tawanan wanita Nasrani yang mempunyai suami. Ketika setiap orang ingin menggauli wanita tawanannya, Wanita tersebut berkata, ‘Sesungguhnya saya memiliki suami’ maka kemudian mereka menanyakan perihal tersebut kepada Rasulullah maka turunlah firman Allah, ‘Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Alah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu….’”

Firman Allah, “Wa la junaha” (dan tiadalah mengapa bagi kamu)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Umar bin Sulaiman dari ayahnya bahwasanya ia berkata, “Seorang Hadrami mengatakan bahwa laki-laki dahulu menetapkan atas dirinya untuk membyar mahar dalam jumlah tertentu dan terkadang ada dari mereka yang kesusahan untuk membayara maharnya. Maka, turunlah firman Allah, ‘dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya sesudah menentukan mahar itu.’”

Surah An-Nisa (4) Ayat 32

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para Wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Ummu Salamah bahwasanya ia berkata, “Para lelaki berangkat ke medan perang dan perempuan tidak, dan kamu juga hanya mendapatkan setengah harta warisan”, maka Allah menurunkan firman-Nya, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain.” Dan Allah menurunkan juga firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dari laki-laki dan perempuan.”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 11  

Dan dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Seorang Wanita datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata kepada beliau, ‘Wahai Nabi Allah, bagian seorang lelaki seperti bagian dua orang Wanita, dan saksi dua orang wanita seperti saksi seorang laki-laki. Apakah dalam  beramal juga seperti ini? Jika wanita melakukan kebaikan maka baginya setengah kebaikan’ maka Allah menurunkan firman-Nya, ‘Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu …’”[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response