Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 94 dan 97

Foto: Unsplash
42views

Ayat 94

 

قُلْ اِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ عِنْدَ اللّٰهِ خَالِصَةً مِّنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah khusus untukmu, bukan untuk orang lain, mintalah kematian jika kamu orang-orang benar.”

 Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh ibnu Jarir dari Abul Aliyah berkata, “Orang-orang Yahudi berkata, ‘Tidak akan pernah masuk surga kecuali orang-orang yang beragama Yahudi,’” maka Allah berfirman, “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika negeri akhirat di sisi Allah khusus untukmu, bukan untuk orang lain, mintalah kematian jika kamu orang-orang benar.’”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah ayat 80 dan 89

Ayat 97

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapa yang menjadi musuh Jibril?” Padahal, dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah sebagai pembenaran terhadap apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Anas berkata, “Abdullah bin Salam, ketika sedang mengumpulkan buah-buahan, ia mendengar kabar kedatangan Nabi Muhammad Saw. Maka, ia datang kepada Nabi Saw. dan berkata, ‘Sesungguhnya aku ingin bertanya kepadamu tentang tiga perkara yang tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apakah tanda-tanda awal datangnya Hari Kiamat, dan apakah makanan pertama orang-orang penghuni surga, dan bagaimana seorang anak mirip demgan ayah atau ibunya?

Rasulullah Saw. bersabda, “Jibril membertahukan kepadaku tadi,” Ia berkata, “Jibril?” Rasulullah Saw. menjawab, “Iya,” kemudian ia berkata, “Jibril adalah musuh kami (orang-orang Yahudi) dari malaikat”, kemudian Rasulullah membaca ayat, “Siapa yang menjadi musuh Jibril?” Padahal, dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah sebagai pembenaran terhadap apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah ayat 76 dan 79

Syaikhul Islam, Ibnu Hajar, berkata di dalam kitab Fath Al-Bari, “Secara jelas konteks ayatnya adalah bahwasanya Rasulullah Saw. membaca ayat ini sebagai jawaban atas perkataan orang-orang Yahudi, dan tidak mengharuskan itu menjadi sebab turunnya.”

Dan Ibnu Hajar berkara, “Dan perkataan inilah yang dijadikan sandaran.” Dan, dalam sebab turunnya ayat ini, ada cerita yang shahih yang cerita tersebut bukanlah cerita tentang Abdullah bin Salam.

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’I mengeluarkan dari jalur Bukair bin Syihab, dari Sa’id bin Jubari, dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Orang-orang Yahudi menemui Rasulullah Saw. dan berkata, ‘Wahai, Ayahnya  Al-Qasim! Sesungguhnya kami ingin mengajukan kepadamu lima hal, jika engkau memberi tahu kepada kami jawabannya, maka kami mengakui bahwa engkau adalah Nabi.’”

Kemudian ia menyebutkan hadits yang di dalamnya, bahwasanya mereka bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang apa yang Bani Israil haramkan kepada diri mereka, tanda-tanda seorang nabi, guruh dan suaranya, bagaimana seorang anak berkelamin laki-laki atau perempuan, dan dari mana ia mengetahui kabar langit hingga mereka berkata, “Beritahu kepada kami siapa sahabatmu?” Rasulullah menjawab. “Jibril”, mereka berkata, “Jibril yang turun dengan peperangan, pertikaian, dan azab. Ia adalah musuh kami, jika engkau mengatakan Mikail yang turun dengan kasih sayang, tumbuh-tumbuhan, hujan. Maka itu lebih baik. Maka kemudian ayat ini turun.

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah ayah 44 dan 62

Diriwayatkan dari Ishaq bin Rahawaih dalam Musnad-nya, dan Ibnu Jarir dari jalur Asy-Sya’bi bahwasanya Umar datang kepada orang-orang Yahudi kemudian ia mendengar sebagian isi dari Taurat, maka Umar terheran bagaimana Taurat membenarkan apa yang terkandung di dalam Al-Quran. Ia berkata, “Rasulullah melintas di hadapan mereka, kemudian aku berkata, ‘Apakah kalian tahu bahwa ia adalah Rasulullah?’ Orang alim dari mereka menjawab, ‘Iya, kami mengetahui bahwa ia adalah Rasulullah’, kemudian aku berkata, ‘Maka kenapa kalian tidak mengikutinya?’ Mereka menjawab, ‘Kami telah bertanya kepada ia tentang siapa yang membawa kenabian kepadanya, maka ia menjawab Jibril dan karena Jibril membawa kekerasan, peperangan, kebinasaan.’ Kemudian aku berkata, ‘Maka siapakah utusan kalian dari malaikat?’ Mereka menjawab, ‘Mikail yang menurunkan hujan dan kasih sayang’, aku berkata, ‘Bagaimana derajat mereka berdua di hadapan Tuhan mereka?’ Mereka menjawab, ‘Yang satu di sisi kanan Tuhan dan yang satu lagi di sisi kiri-Nya.’”

Aku (Umar) berkata, “Sesungguhnya tidak boleh bagi Jibril untuk memusuhi Mikail dan tidak boleh bagi Mikail untuk menyelamatkan musuh Jibril, dan sesungguhnya aku bersaksi bahwasanya mereka berdua dan Tuhan-Nya adalah keselamatan bagi yang ingin selamat dan peperangan bagi orang yang ingin berperang.” Kemudian setelah itu, aku mendatangi Rasulullah dengan niat ingin memberitahhu Rasulullah, akan tetapi ketika saya menemuinya, Rasulullah Saw. bersabda, “Apakah engkau ingin aku beritahu tentang ayat-ayat yang turun kepadaku?” Kemudian aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah!” Maka beliau membaca, “Katakanlah, ‘Barang siapa yang menjadi musuh Jibril’ hingga pada ayat ‘Sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang yang kafir.’” Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Demi Allah, tidaklah aku beranjak dari orang-orang Yahudi kecuali ingin menemuimu, Wahai Rasulullah, untuk menceritakan kepadamu tentang apa yang aku katakan kepada mereka dan apa yang mereka katakan kepadaku, maka Allah Swt. telah mendahuluiku.” Sanad hadis ini shahih hingga kepada Asy-Sya’bi akan tetapi ia belum pernah bertemu dengan Umar bin Khaththab r.a.

Hadis ini telah diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Abi Hatim dari jaliur yang lain dari Asy-Sya’bi. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari jalur As-Suddi dari Umar bin Khaththab dan dari jalur Qatadah dari Umar bin Khaththab dan sanad keduanya Munqathi.

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah ayat 26

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari jalur lain dari Abdurrahman bin Abi Laila bahwasanya seorang Yahudi bertemu dengan Umar bin Khaththab dan berkata, “Sesungguhnya Jibril yang disebutkan oleh sahabat (Muhammad) kalian adalah musuh kami”, kemudian Umar berkata, ““Siapa yang menjadi musuh Jibril?” Padahal, dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah sebagai pembenaran terhadap apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”ni turun dengan lisan Umar.

Dan jalur-jalur periwayatan ini saling menguatkan satu sama lain. Dan telah dinukil oleh Ibnu Jarir, “Semua sepakat bahwasanya sebab turun ayat ini adalah hadits yang di atas.[]

 

Sumber: Asbabun Nuzul: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, karya Imam As Suyuthi, penerbit Pustaka Al-Kautsar

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response