Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-An’am (6) ayat 52

Foto: Pixabay
15views

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Al-An’am (6) ayat 52:

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ ۗمَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِّنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُوْنَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwasanya ia berkata, “Ayat ini turun pada enam orang: Aku, Abdullah bin Mas’ud, dan empat lainnya, mereka berkata kepada Rasulullah ﷺ, ‘Usirlah mereka sebab kami merasa malu menjadi pengikutmu seperti mereka’. Maka, timbul dalam benak Nabi ﷺ keinginan tersebut sehingga Allah menurunkan, ‘Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya…’ hingga firman-Nya, ‘Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?’”

Imam Ahmad, Ath-Thabrani, dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwasanya ia berkata, “Serombongan orang Quraisy berpapasan dengan Nabi ﷺ yang sedang berbincang-bincang dengan Khabbab bin Al-Arat, Shuhaib, Bilal, dan ‘Ammar. Mereka pun berkata kepada Nabi ﷺ, ‘Hai Muhammad, apakah engkau ridha kepada orang-orang ini? Apakah orang-orang semacam ini di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah? Kalau engkau mengusir mereka, pasti kami akan mengikutimu’.

Maka, Allah menurunkan ayat mengenai mereka, ‘Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada Hari Kiamat)….’ Hingga firman-Nya, ‘Jalan orang-orang yang berdosa.’”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-An’am (6) ayat 19, 26, dan 33

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah bahwasanya ia berkata, “Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Muth’im bin ‘Adi, AL-Harits bin Naufal, serta para pemuka Bani Abdi Manaf yang kafir mendatangi Abu Thalib. Mereka berkata, ‘Seandainya keponakanmu mengusir hamba-hamba sahaya itu, niscaya ia akan jadi semakin mulia di hati kami, dan pasti pula kami akan mengikutinya.’

Lalu, Abu Thalib menyampaikan hal itu kepada Nabi ﷺ, dan Umar Al-Khaththab pun berkata, ‘Kalau engkau melakukannya, engkau akan melhat apa yang sebetulnya mereka kehendaki.’ Maka, Allah menurunkan ayat, ‘Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada Hari Kiamat)…’ Hingga firman-Nya,  ‘Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?’”.

Kata Ikrimah selanjutnya, “Mereka adalah Bilal, Ammar bin Yasir, Salim (maula Abu Hudzaifah), Shabih (maula Usaid), Ibnu Mas’ud, Al-Miqdad bin Abdullah, Waqid bin Abdullah Al-Hanzhali, dan lain-lainnya. Kemudian, Umar bin Al-Khaththab meminta maaf atas ucapnnya tersebut sehingga turun ayat, ‘Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu.’

Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan yang lain meriwayatkan dari Khabbab bahwasanya ia berkata, “Pada suatu hari, Al-Aqra’ bin Habis dan Uyainah bin Hashim datang. Mereka mendapati Rasulullah ﷺ sedang duduk Bersama Shuhaib, Bilal, Ammar, dan Khabbab serta orang-orang Mukmin yang lemah. Melihat mereka mengelilingi Nabi Saw, kedua orang ini memandang rendah mereka. Lalu, keduanya mendatangi beliau dan berbisik di telinga beliau, ‘Kami ingin engkau menyediakan waktu pertemuan khusus bersama kami, dengan begitu orang-orang Arab akan mengetahui keutamaan-keutamaan kami. Sebab, delegasi-delegasi Arab mendatangimu, dan kami merasa malu jikalau orang-orang Arab melihat kami berkumpul bersama para hamba sahaya ini. Jadi, jika kami datang, tolong suruh mereka pergi. Kalau kami telah selesai, berkumpullah bersama mereka jika engkau menghendaki.’

BACA JUGA: Beberapa Cara Kaum Quraisy untuk Mengadang Dakwah Rasulullah

Beliau menjawab, ‘Baik’. Maka, turunlah ayat, ‘Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari….’ Kemudian Allah menyebut Al-Aqra’ dan sahabatnya dengan firman-Nya, ‘Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang miskin)….’ Khabbab berkata, ‘Rasulullah ﷺ ketika itu duduk bersama kami. Kalau beliau hendak pergi, beliau pun bangkit dan meninggalkan kami sehingga turunlah firman-Nya, ‘Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya….’”

Ibnu Katsir berkata, “Hadis ini gharib sebab ayat ini adalah ayat Makiyyah, sedangkan Al-Aqra’ dan Uyainah baru masuk Islam lama setelah Nabi saw berhijrah.”

Diriwayatkan oleh Al-Firyabi dan Ibnu Abi Hatim dari Mahan bahwasanya beberapa orang mendatangi Nabi ﷺ lalu berkata, “Sungguh kami telah melakukan dosa-dosa besar!” Tetapi beliau tidak menjawab apa-apa. Lalu, Allah menurunkan firman-Nya, “Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu.”[]

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit Pustaka Al-Kautsar.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response