Ibrah

Gambaran Utuh Sosok Rasulullah (Bagian Pertama dari Tiga Tulisan)

Foto: Pixabay
20views

Sifat dan Akhlak Rasulullah

Nabi ﷺ berbeda dengan orang lain karena kesempurnaan penciptaan fisik dan akhlak beliau, yang tidak cukup hanya digambarkan lewat kata-kata. Akibatnya, semua hati pasti akan mengagungkan dan menyanjung beliau, yang tidak pernah diberikan kepada selain beliau.

Orang-orang yang hidup berdekatan dengan beliau, pasti akan mencintai beliau, tidak peduli apa pun yang bakal menimpa mereka. Mereka mencintai beliau seperti itu tidak lain karena beliau dikaruniai kesempurnaan yang menimbulkan cinta di hati, yang tidak dikaruniakan kepada manusia lain. Berikut ini akan kami paparkan ringkasan beberapa riwayat yang menjelaskan keindahan dan kesempurnaan fisik beliau yang tentunya penjelasan ini pun sangat terbatas.

BACA JUGA: Penegasan Bahwa Nabi Muhammad adalah Manusia Biasa

Kesempurnaan Fisik

Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyyah pernah berkata tentang diri Rasulullah ﷺ. Dia menggambarkan beberapa sifat beliau di hadapan suaminya, saat beliau lewat di kemahnya dalam perjalanan hijrah ke Madinah, “Beliau sangat bersih, wajahnya berseri-seri, bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok, dan tampan, di matanya ada warna hitam bulu matanya panjang, tidak mengobral bicara, lehernya jenjang, matanya jelita, memakai celak mata, alisnya tipis, memanjang, dan bersambung serta rambutnya hitam.

Jika diam, dia tampak berwibawa, jika berbicara dia tampak menarik, beliau adalah orang yang paling elok dan menawan dilihat dari kejauhan, bagus dan manis setelah mendekat, bicaranya manis, rinci, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, bicaranya seakan-akan marjan yang rapi dan landau, perawakannya sedang-sedang, mata yang memandangnya tidak lolos karena perawakannya pendek dan tidak sebal karena perawakannya yang tinggi, seakan satu dahan di antara dua dahan.

Beliau adalah salah seorang dari tiga orang yang paling menarik perhatian, paling bagus tampilannya, mempunyai rekan-rekan yang menghormatinya. Jika beliau berbicara maka mereka menyimak perkataannya. Jika beliau memberikan perintah maka mereka bersegera melaksanakan perintahnya. Beliau adalah orang yang ditaati, disegani, dikerumuni orang-orang, wajahnya tidak cemberut dan tidak pula orang yang diremehkan.”

Ali bin Abi Thalib juga berkata menyifati diri Rasulullah ﷺ: “Beliau bukan orang yang terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Beliau adalah orang yang perawakannya sedang, rambutnya tidak kaku dan tidak pula keriting, rambutnya lebat, tidak gemuk dan tidak kurus, wajahnya sedikit bulat, kedua matanya sangat hitam, bulu matanya panjang, persendiannya yang pokok besar, bahunya bidang bulu dadanya lembut, tidak ada bulu-bulu di badan, telapak tangan dan kakinya tebal.

Jika berjalan seakan-akan sedang berjalan di jalanan yang menurun, jika menoleh seluruh badannya ikut menoleh, di antara kedua bahunya ada cap nubuwwah, yaitu cap para nabi, telapak tangannya yang terbagus, dadanya yang paling bidang, yang paling jujur bicaranya, yang paling memenuhi perlindungan, yang paling lembut perangainya, yang paling mulia pergaulannya, siapa pun yang tiba-tiba memandangnya tentu segan kepadanya, siapa yang bergaul dengannya tentu akan mencintainya.”

BACA JUGA: Perihal Keistimewaan Nama Nabi Muhammad ﷺ

Ali lanjutkan bicaranya, “Aku tidak pernah melihat orang yang seperti beliau, sebelum maupun sesudahnya.”

Dalam sebuah riwayat darinya disebutkan, “Kepalanya besar, tulang-tulang sendinya besar, bulu matanya panjang, jika berjalan seperti sedang berjalan di jalan yang menurun.” Jabir bin Samurah berkata, “Mulutnya besar, matanya lebar, dan tidak banyak tumpukan dagingnya.” Abu Thufail berkata, “Kulitnya putih, wajahnya berseri-seri, dan perawakannya sedang (tidak gemuk dan tidak kurus, tidak tinggi dan tidak pendek).”

Anas bin Malik berkata, “Kedua telapak tangannya lebar.” Dia juga berkata, “Warna kulitnya elok, tidak putih sopak dan tidak terlalu cokelat, kuat kepalanya, di kepala atau di jenggotnya hanya ada 20 lembar uban.” Dia juga berkata, “Ada beberapa lembar uban di kedua pelipisnya.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Di kepalanya ada beberapa lembar uban yang berpencar-pencar.” Abu Juhaifah berkata, “Kulihat uban di bawah bibirnya yang bawah, yang disebut al-anfaqah.”

Abdullah bin Bisyr berkata, “Di bawah bibirnya yang bawah ada beberapa lembar uban.” Al-Barra’ berkata, “Perawakannya sedang, dua bahunya bidang, rambut mencapai daun telinga. Aku melihat beliau mengenakan jubah warna merah yang tidak pernah kulihat yang sebagus itu.”

Pada mulanya, beliau biasa menjuntaikan rambutnya karena kecintaan beliau mengikuti Ahli Kitab, tetapi di kemudian hari beliau membelah rambutnya.

Al-Barra’ berkata. “Beliau adalah orang yang paling tampan wajahnya dan yang paling bagus akhlaknya.” Ia pernah ditanya, “Apakah wajah beliau seperti pedang?” Dia menjawab, “Tidak, tetapi wajah beliau seperti rembulan.” Dalam suatu riwayat disebutkan. “Wajahnya bulat.”

Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz berkata, “Saat melihat beliau seperti sedang melihat matahari sedang terbit.”

Jabir bin Samurah berkata, “Aku pernah melihat beliau pada suatu malam yang cerah tanpa ada mendung. Aku memandangi Rasulullah ﷺ lalu berganti memandang rembulan. Menurut penglihatanku, beliau lebih indah daripada rembulan.”

Abu Hurairah berkata, “Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada diri Rasulullah ﷺ. Matahari seolah-olah berjalan di wajahnya dan tidak pernah kulihat seseorang yang jalannya lebih cepat daripada Rasulullah ﷺ. Bumi ini seolah-olah menjadi landai bagi beliau. Kami sudah berupaya mencurahkan kekuatan tetapi beliau seperti tidak peduli.”

Ka’ab bin Malik berkata, “Jika sedang bergembira, wajah beliau berkilau bagai sepotong rembulan.”

BACA JUGA: Mengenal Kelapangan Dada Seorang Nabi

Saat sedang berada di dekat Aisyah, beliau berkeringat, hingga membuat raut muka beliau berkilau. Kemudian hal ini digambarkan Abu Kabir Al-Hudzali dalam syairnya:

Jika kulihat raut mukanya

Ada kilau yang memancar di sana.

Setiap kali Abu Bakar melihat beliau, maka dia berkata, “Yang terpercaya dan pilihan, kepada kebaikan dia menyeru. Seperti bulan purnama yang mengenyahkan kegelapan.”

Jika sedang marah, muka beliau memerah seolah di kedua tulang pipinya buah delima yang terbelah. Jabir bin Samurah berkata, “Kedua lengannya halus dan lembut. Jika tertawa hanya tersenyum, dan setiap aku memandangnya, maka ku katakan, ‘Dua mata yang bercelak, tetapi tidak dicelak pun sudah indah.‘”

Ibnu Abbas berkata, “Ada celah di antara gigi-gigi serinya. Jika sedang berbicara, terlihat ada semacam cahaya yang memancar dari gigi gigi seri itu.”

Leher beliau seperti leher boneka yang terbuat dari perak yang mengkilat, mulutnya indah dan lebar, jenggotnya lebat, keningnya lebar, hidungnya indah, kedua pipinya rambut dan empuk, dari leher depannya hingga ke pusarnya melajur seperti tongkat, hanya di dada dan perutnya yang ada bulunya. Lengan dan betisnya juga ada rambutnya, perut dan dada sama-sama bidang, pergelangan tangannya Panjang, kakinya yang tengah melengkung, anggota-anggota badannya panjang, jika badannya condong, maka condongnya itu kuat, langkah-langkah kakinya lebar dan berjalan dengan tenang.”

Anas berkata, “Aku tidak pernah menyentuh kain sutra yang lebih harus daripada telapak tangan Nabi. Aku tidak pernah mencium sesuatu aroma, minyak kesturi atau bau apa pun, yang lebih harum daripada aroma Rasulullah ﷺ. Abu Juhaifah berkata, “Aku pernah memegang tangan beliau lalu kutempelkan di wajahku. Ternyata tangan beliau lebih dingin daripada es dan lebih harum daripada minyak aroma kasturi.”

Jabir bin Samurah berkata saat dia masih kecil, “Beliau pernah mengusap pipiku. Kurasakan tangannya benar-benar dingin dan harum. Seakan-akan beliau baru mengeluarkannya dari tempat penyimpanan minyak wangi.”

BACA JUGA: Pembahasan Silsilah Rasulullah dalam Surah Al-Quraisy (106) Ayat 1

Anas berkata, “Butir-butir keringatnya seperti mutiara.” Ummu Sulaim juga berkata, “Keringatnya lebih harum daripada minyak wangi.” Jabir berkata, “Beliau tidak melewati sesuatu jalan lalu seseorang membuntutinya, melainkan dia bisa mengetahui bahwa beliau telah lewat, dari keharuman bau keringatnya.” Di antara kedua bahunya ada tanda kenabian seperti telur burung merpati.

Jabir berkata, “Tidaklah beliau melewati suatu jalan lalu diikuti oleh seseorang melainkan orang itu bisa tahu bahwa beliau telah melewati jalan tersebut karena aromanya yang wangi” atau “karena keringat beliau yang wangi.”

Di antara kedua bahu beliau ada tanda kenabian seperti telur burung merpati.[]

SUMBER: SIRAH RASULULLAH: Sejarah Hidup Nabi Muhammad, Penulis Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Penerbit: Ummul Qura

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response