Kisah Al-Quran

Pembahasan Silsilah Rasulullah dalam Surah Al-Quraisy (106) Ayat 1

foto: Pixabay
62views

Mukadimah

Surah Al-Quraisy merupakan surah ke-106. Surah ini terdiri dari 4 ayat. Al-Quraisy artinya “suku Quraisy”. Al-Quraisy termasuk surah Makkiyah. Isi surah ini berkaitan tentang orang-orang Quraisy. Dalam suatu hadis tentang orang-orang Quraisy, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘”Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari keturunan Quraisy dan Allah memilih aku dari keturunan Bani Hasyim.”

Quraisy adalah kabilah yang paling mulia di Jazirah Arab. Mereka-lah kabilah yang diamanahi untuk mengatur beberapa urusan di kota Mekkah sehingga Allah mengkhususkan penyebutan mereka di dalam surah ini. Surah Al-Quraisy memiliki dua nama, yaitu Surah Al-Quraisy itu sendiri dan surah  Li iilafi Quraisy.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Surah Al-Fiil bersambung dengan Surah Al-Quraisy. Artinya, ayat terakhir pada Surah Al-Fiil langsung bersambung dengan ayat awal pada Surah Al Quraisy sehingga keduanya menjadi satu surah. Namun, mayoritas atau jumhur ulama berpendapat bahwa kedua surah tersebut merupakan surah yang berbeda. Hal ini dapat dijumpai pada mushaf Rasm Utsmani yang tersebar karena kedua surat tersebut dipisahkan dengan Bismillahirahmanirahim yang selalu ada di awal surah. Meskipun kedua surah ini terpisah, secara kandungan makna kedua surah ini saling berkaitan.

Dalam Surah Al-Quraisy (106) ayat 1, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

 لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

BACA JUGA: Kisah Abrahah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah (Bagian Terakhir)

Penjelasan Ayat

Seluruh suku Quraisy adalah keturunan An-Nadhar bin Kinanah. Nadhar bin Kinanah adalah kakek Nabi yang ke-13 karena nasab atau garis keturunan Nabi ﷺ adalah sebagai berikut: Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushaii bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Ada juga yang berpendapat bahwa suku Quraisy merupakan keturunan Fihr bin Malik, kakek Nabi yang ke-12. Namun, Al-Qurthubi menguatkan pendapat yang pertama. Hal ini menunjukkan bahwa Quraisy adalah suku yang sangat besar. Bahkan, ketika itu seluruh penghuni kota Mekkah merupakan orang-orang Quraisy.

Lalu makna iilafi pada ayat ini adalah bersatu dari kata kerja alafa yang semakna dengan allafa yang berarti Ataallufu “persatuan”. Jadi, maksud ayat ini adalah persatuan orang-orang Quraisy yang tinggal di kota Mekkah. Persatuan atau “penggabungan” merupakan dua rihlah atau perjalanan yang biasa dilakukan orang-orang Quraisy untuk berdagang saat musim dingin dan musim panas. Jika musim dingin, orang-orang Quraisy berdagang ke Yaman, sementara jika musim panas, mereka berniaga ke negeri Syam.

Makna ayat ini adalah Allah telah menghancurkan Tentara Gajah “karena Dia ingin menjaga persatuan orang-orang Quraisy”. Ayat ini juga dapat dimaknai Allah menghancurkan Tentara Gajah “agar kaum Quraisy tetap dapat menyatukan atau menggabungkan dua perjalanan mereka pada waktu musim dingin dan musim panas sehingga keduanya tidak terputus.”

BACA JUGA: Kehancuran Pasukan Abrahah yang Hendak Menyerang Ka’bah

Kedua perkara di atas dapat terjadi karena Allah memberi keamanan kepada mereka. Jika keamanan mereka dicabut Allah—misalnya mereka dikalahkan oleh pasukan bergajah—mereka akan tercerai berai seperti suku-suku Arab yang lain. Akibatnya, mereka tidak dapat menggabungkan dua perjalanan mereka.[]

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response