Kisah Al-Quran

Alasan Mengapa Kisah Qarun Bersamaan dengan Kisah Firaun

foto: Pixabay
26views

Al-Quran menjelaskan bahwa Qarun termasuk kaum Nabi Musa yang berasal dari Bani Israil dan bukan berasal dari keluarga Fir’aun. Mengapa Al-Quran menyebutnya bersama Fir’aun dan Haman padahal dia berasal dari Bani Israil dan menganggap Nabi Musa sebagai utusan kepada tiga orang tersebut? Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Ghafir (40) ayat 23-24:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۙ (23) اِلٰى فِرْعَوْنَ وَهَامٰنَ وَقَارُوْنَ فَقَالُوْا سٰحِرٌ كَذَّابٌ (24)

Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan (membawa) ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata kepada Fir’aun, Haman, dan Qarun. Kemudian, mereka berkata, “(Musa) itu seorang penyihir dan pendusta”.

Fir’aun dan Haman berkebangsaan Mesir, sedangkan Qarun berkebangsaan Yahudi. Tampaknya, ikatan yang menyatukan mereka adalah persamaan dalam kesesatan, kezaliman, kerusakan, kekufuran, dan kedustaan walaupun motif dan penyebabnya berbeda. Kezaliman Fir’aun disebabkan kerajaan dan kekuasaan sehingga menyeru kaumnya agar menyembahnya selayak berkata, “Aku tidak akan mengetahui adanya Tuhan, selain diriku.” Sementara itu, kezaliman Haman disebabkan kedudukan dan jabatannya di sisi Fir’aun serta pelaksanaan terhadap perintah-perintah Fir’aun. Adapun kezaliman Qarun disebabkan kemakmuran yakni kekayaan, harta, dan perbendaharaan yang melimpah ruah.

BACA JUGA: Ringkasan Kisah Qarun dalam Al-Quran

Mereka adalah tiga thaghut sekawan, walaupun motif dan penyebabnya berbeda. Inilah tiga sebab kezaliman yang menjadikan seseorang sebagai thaghut (orang yang melampaui batas), yakni kekuasaan, jabatan, dan harta. Faktor-faktor penyebab tersebut akan terus berlangsung sepanjang sejarah manusia. Berapa banyak manusia yang terbelenggu menjadi budak dan tawanan ketiga faktor penyebab kezaliman ini? Berapa banyak manusia yang kezalimannya disebabkan oleh kekuasaan? Berapa banyak orang yang kezalimannya disebabkan oleh jabatan, posisi, dan mengikuti atasan? Berapa banyak manusia yang kezalimannya disebabkan harta benda dan kekayaannya yang melimpah ruah?

Penyebab bisa berbeda-beda, tetapi akibatnya tetap satu. Sekali zalim tetap zalim. Namun, yang mengherankan adalah ketiga thaghut tersebut menyikapi Nabi Musa dengan sikap yang sama seraya menjawab seruannya dengan ungkapan yang sama, yaitu (Musa) itu seorang penyihir dan pendusta. Qarun termasuk kaum Nabi Musa, lalu dia berbuat melampaui batas terhadap mereka. Al-baghyu adalah kesewenang-wenangan, kezaliman, dan permusuhan. Dia berbuat sewenang-wenang karena harta dan kekayaan simpanannya. Demikianlah harta bisa membawa seseorang pada kezaliman dan kesewenang-wenangan jika pemiliknya tidak memiliki keimanan. Dilihat dari ayat-ayat yang berkisah tentang Qarun, tampaklah bahwa dia bersama-sama Bani Israil setelah mereka berhijrah dari Mesir.

BACA JUGA: Kisah Qarun, Orang Kaya yang Teramat Sombong

Ayat-ayat tersebut mengisyaratkan adanya dua kelompok di kalangan Bani Israil, yaitu kelompok orang-orang Mukmin yang tidak tertipu oleh Qarun dan kelompok orang-orang bodoh serta lemah yang terpedaya oleh Qarun. Menurut suatu pendapat, Qarun keluar menghadap kaumnya dengan kemegahan sehingga membuat kaumnya, Bani Israil, tergoda. Adapun pertanyaan tentang tempat dan waktu Qarun keluar serta kisahnya bersama Nabi Musa secara terperinci hingga akhir kisahnya, tidak ada jawaban, kecuali dalam cerita versi Israiliyat.[]

 

SUMBER: KISAH-KISAH DALAM AL-QURAN: Orang-Orang yang Dimuliakan dan Dihinakan Allah, karya Shalah Abdul Fattah Al-Khalidi, Penerbit Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response