Ibrah

Penjelasan tentang Kehidupan Dunia dan Keindahan di Atas Muka Dunia adalah Ujian

Foto: Pixabay
27views

Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 8:

وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

Ayat ini menunjukkan bahwasanya dunia yang kita lihat begitu indah sekarang ini, yang dipenuhi dengan kemewahan dan perhiasan dunia, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau“, manis untuk dirasakan dan hijau untuk dilihat keindahan, itu semua akan sirna.

Peringatan bahwa keindahan dunia akan sirna juga Allah sebutkan dalam firman-Nya, yaitu dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 45:

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, maka menjadi subur dengannya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan tersebut menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Mahakuasa atas segala sesuatu.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Allah Menjadikan Apa yang Ada di Bumi Sebagai Ujian

Demikianlah kehidupan di dunia, warnanya hijau dan enak dipandang bagaikan perhiasan tetapi suatu saat ia akan sirna. Oleh karena itu, Allah menamakan keindahan atau kemewahan sebagai “Bunga (mawar) kehidupan dunia”. Allah berfirman dalam Surah Thaha (20) ayat 131:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami menguji mereka dengannya.

Dalam ayat ini, Allah menamakan dunia dengan bunga yang indah ketika dipandang, harum ketika dicium. Demikianlah kehidupan dunia, tetapi di balik itu ia sangat mudah layu. Jika kita petik bunga mawar, maka akan sangat cepat ia menjadi layu dan tidak lama kemudian dia akan rusak. Maka, semacam Itulah kehidupan dunia.

Sifat kehidupan dunia adalah tidak kekal  Dunia itu karakternya “Sementara dan segera sirna”. Demikianlah dunia, kalaulah bukan dunia yang sirna, maka kita (penghuninya) yang akan segera sirna. Oleh karena itu, Allah mengingatkan: Wahai Muhammad, kami ciptakan kehidupan dunia dan keindahan di atas muka dunia sebagai ujian sehingga ada yang beriman dan ada yang tidak beriman, ada yang bagus amalannya dan ada yang tidak bagus amalannya, tetapi Ingatlah seluruh keindahan dunia ini akan sirna dan akan hilang.”

BACA JUGA: Perbandingan Kenikmatan Dunia dan Kenikmatan Akhirat

Maka, pada ayat ini terdapat peringatan bahwa kita semua akan diuji dan janganlah kita terpedaya dengan dunia. Orang yang memandang dunia secara zahirnya—yang manis dirasa dan hijau dipandang—saja maka ia akan mudah terpedaya. Maka, ia akan memasukkan dunia ke dalam hatinya. Jika seseorang sangat mencintai dunia sedalam-dalamnya maka ia enggan dan berat untuk meninggalkan dunia tersebut. Karena di saat keindahan dunia telah merasuk hatinya, orang tersebut menjadi tidak ingin mati. Alasannya bukan karena takut karena amalnya yang buruk di duniia, bukan pula karena takut akan hisab pada Hari Kiamat, melainkan karena ia sedih akan meninggalkan keindahan dunia ini yang telah merasuk di hatinya. Adapun orang beriman, jika meninggal ia khawatir dengan hisab pada Hari Kiamat kelak.

Lalu, Allah mengingatkan bahwasanya tujuan diciptakan perhiasan dunia dan isi dunia ini adalah untuk ujian. Hal ini sebagaimana yang telah Allah firmankan:

 لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

… Agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Seorang Hamba Harus Beristighfar

Dijelaskan dalam ayat ini bahwa yang dijadikan patokan oleh Allah bukanlah banyaknya (kuantitas) amalan melainkan kualitas amalannya. Yaitu amal yang terbaik adalah amal yang berkualitas.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAFSIR SURAH AL-KAHFI

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response