Ibrah

Maqasid (Tujuan Kandungan) Surah Al-Kahfi (18)

Foto: Pixabay
31views

Ada beberapa maqasid Surah Al-Kahfi (18), yakni:

  1. Meluruskan akidah yang menyimpang

Tujuan dari surah ini kalau dilihat dari isi surahnya, maka awal surah sudah menyebutkan tentang akidah. Jadi, Allah menurunkan surah ini untuk memperbaiki akidah orang-orang pada zaman Nabi ﷺ. Di antaranya adalah orang-orang kafir Quraisy yang memiliki keyakinan salah tentang Allah, yaitu perkataan mereka bahwa Allah memiliki putri-putri dari kalangan para malaikat. Mereka mengatakan, “Malaikat adalah putri-putri Allah”. Oleh karenanya Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 4:

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

Dan (Allah menurunkan Al-Quran) untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak”.

Ini menunjukkan bahwasanya tujuan diturunkannya surah ini adalah untuk memperbaiki akidah yang keliru, yaitu keyakinan bahwa Allah memiliki anak, entah itu anak laki-laki ataupun perempuan.

Selain itu, di akhir Surah Al-Kahfi (18) yakni ayat 110, Allah juga berfirman:

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku, ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan yang Esa’. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.

BACA JUGA: Bantahan terhadap Umat Nasrani yang Menyatakan Isa a.s. Adalah Anak Allah

  1. Penjelasan bahwa perhiasan dunia adalah ujian

Tujuan lain dari Surah Al-Kahfi adalah untuk menjelaskan bahwa keindahan dunia ini adalah ujian. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 7:

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya, Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya

Ternyata Allah menciptakan segala keindahan ini, berupa bumi dengan berbagai macam isinya juga langit dengam berbagai macam keindahannya, adalah untuk menguji siapa di antara hamba-hamba-Nya yang terbaik amalannya. Setelah itu, Allah memerinci ujian tersebut pada ayat setelahnya dengan menyebutkan kisah-kisah dalam Surah Al-Kahfi yang isinya adalah penjelasan tentang orang-orang yang diuji.

Contohnya di awal surah ini, Allah menyebutkan kisah Ashabul Kahfi yang diuji dengan ujian lingkungan masyarakat. Ketika itu, mereka yang hidup beriman di suatu negeri hanya tujuh orang dan seluruh penduduknya berbuat syirik kepada Allah, baik raja maupun rakyat-rakyatnya. Tentu kita mengetahui bahwa pengaruh lingkungan sangat luar biasa. Selain itu, mereka juga diuji dengan ujian yang sangat luar biasa, yaitu diancam akan dibunuh dan dirajam jika tetap mempertahankan keimanan. Akhirnya, tidak ada jalan keluar bagi mereka, kecuali melarikan diri untuk bersembunyi dalam gua yang kemudian Allah jadikan mereka tertidur selama 39 tahun.

  1. Teman adalah ujian

Dalam surat ini juga Allah menyebutkan tentang fitnah teman-teman. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 28:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu (wahai Muhammad) bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Oleh karenanya fitnah teman duduk itu sangat berbahaya. Jika kita ingin selamat, maka hendaknya kita mencari teman-teman yang ikhlas dan ingat kepada Allah. Bahkan, Rasulullah ﷺ diperintahkan oleh Allah untuk berteman dengan orang-orang yang ikhlas demi menjaga diri beliau. Allah melarang Nabi ﷺ untuk melihat dunia dan kemewahan yang dimiliki orang-orang kafir. Allah memerintahkan beliau untuk bersabar bersama teman-teman miskin tersebut yang ikhlas kepada Allah, yaitu ketika Allah melarang Nabi meninggalkan para sahabat yang miskin karena untuk mendekat kepada orang-orang kafir yang kaya. Ini menunjukkan bahwa teman-teman memiliki pengaruh yang luar biasa. Inilah yang dimaksud dengan fitnah teman.

BACA JUGA: Surga Adalah Warisan Bagi Orang Bertakwa

  1. Harta adalah ujian

Kemudian, dalam surah ini juga Allah menyebutkan tentang fitnah harta, yaitu tentang kisah dua orang pemilik kebun; di mana yang satu diberi kebun mewah yang akhirnya kemewahan harta yang dia miliki membuatnya lupa tentang Allah dan menjadikannya mengingkari Allah karena terpedaya dengan fitnah dunia.

  1. Ilmu adalah ujian

Kemudian, dalam ayat ini, Allah sebutkan fitnah ilmu bahwasanya ilmu adalah ujian bagi seseorang. Fitnah ilmu dalam surah ini disebutkan dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Khadhir. Kisahnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab:

Ketika Musa di tengah pembesar Bani Israil, datang seseorang yang bertanya: “Apakah kamu mengetahui ada orang yang lebih berilmu darimu?” Berkata Musa: “Tidak”. Maka, Allah mewahyukan kepada Musa: “Ada, yaitu hamba Kami bernama Khadhir“. Maka, Musa meminta ditunjukkan jalan untuk bertemu dengannya. Allah menjadikan ikan baginya sebagai tanda, seraya dikatakan kepadanya: “Jika kamu kehilangan ikan tersebut maka kembalilah karena nanti kamu akan berjumpa dengannya“. Maka, Musa mengikuti jejak ikan tersebut di lautan. Berkatalah murid Musa: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi? Sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu, dan tidaklah ada yang menyebabkan aku lupa kecuali setan”. Maka, Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Maka akhirnya keduanya bertemu dengan Khadhir. Begitulah kisah keduanya, sebagaimana Allah ceritakan dalam kitab-Nya.

Dalam hadis ini, Allah menegur Nabi Musa bahwa tidak ada yang mewahyukan kepadanya tentang “Tidak ada yang lebih berilmu dari dirinya di muka bumi ini”. Lalu, Allah pun mengabarkannya bahwa di sana ada hamba Allah bernama Khadhir. Ia memiliki ilmu yang tidak dimiliki Nabi Musa. Maka Nabi Musa pun bersemangat menuntut ilmu kepada Khadhir sehingga dia melakukan perjalanan jauh untuk menuntut ilmu. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah safar (perjalanan jauh) yang pertama kali dilakukan dalam rangka menuntut ilmu di alam semesta ini, yaitu safar yang dilakukan oleh Nabi Musa. Oleh karenanya, ilmu terkadang bisa menjadikan seseorang terfitnah maka hendaknya kepada hati-hati.

Sebagaimana harta jabatan dan kekayaan dapat membuat seseorang menjadi sombong, begitu juga Ilmu dapat membuat orang menjadi sombong. Nabi Musa pada saat mengucapkan hal tersebut dia tidak sombong. Dia hanya menyangka tidak ada orang yang lebih berilmu dari dirinya, tetapi persangkaannya salah. Allah pun menegur beliau. Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang ketika diuji dengan diberi ilmu berubah menjadi orang yang sombong, angkuh, merendahkan orang lain, dan lainnya? Ini menunjukkan bahwa di dalam ilmu juga ada ujiannya.

BACA JUGA: Kisah Nabi Musa dan Seseorang yang Beliau Tak Sabar Terhadapnya

  1. Kisah kerajaan Dzul Qarnain

Kemudian, di akhir surah Al Kahfi, Allah menyebutkan kisah seorang raja di antara raja-raja dunia yang sangat hebat, yaitu Dzul Qarnain, yang diuji dengan kekayaan, jabatan, dan kekuasaan. Akan tetapi, dia lulus dari ujian tersebut dan akhirnya menjadi raja yang bertakwa kepada Allah. Kekuasaan Dzul Qarnain tersebut terbentang dari ujung barat dunia hingga ujung timur duniam ia kuasai semuanya. Dan semua kekuasaan tersebut membuat dia semakin bertakwa dan bersyukur kepada Allah.

Sementara banyak orang yang baru dibeli sedikit kekuasaan sudah menyebabkan dirinya menjadi orang yang sombong luar biasa, menjadikannya lupa diri, bahkan lupa untuk beribadah kepada Allah. Maka, dalam surah ini, Allah memberikan contoh seorang raja yang diuji dengan kekuasaan, tetapi tetap bertakwa kepada-Nya. Inilah kira-kira isi dari Surah Al-Kahfi yang disebutkan oleh para ulama.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR SURAH AL-KAHFI

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response