Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) Ayat 58 dan 59

Foto: Unsplash
29views

Surah An-Nisa (4) ayat 58

 اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari jalur Al-Kalbi dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Ketika Rasulullah ﷺ menaklukkan kota Mekkah, beliau memanggil Utsman bin Thalhah. Ketika Utsman datang kepadanya, Rasulullah bersabda, ‘Berikanlah kepadaku kunci Ka’bah.’ Lalu, ia pergi dan datang kembali dengan membawa kunci Ka’bah dan menjulurkan tangannya kepada Rasulullah ﷺ sembari membuka telapaknya. Ketika itu juga Abbas (paman nabi) bangkit lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, berikan kunci itu kepadaku agar tugas memberi minum dan kunci Ka’bah aku pegang sekaligus.’ Maka, Utsman menggenggam kembali kunci itu.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Berikanlah kepadaku kunci tersebut, wahai Utsman.’ Kemudian, Utsman berkata, ‘Ini kunci Ka’bah, wahai Rasulullah. Terimalah dengan amanah Allah,’ kemudian Rasulullah beranjak dari tempatnya untuk membukakan pintu Ka’bah. Setelah itu, beliau keluar dan melaksanakan thawaf. Kemudian, turun Jibril kepadanya menyampaikan pesan Allah untuk mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman. Lalu, Rasulullah memanggil Usman dan memberikan kembali kunci tersebut kepadanya dan beliau bersabda dengan firman Allah, ‘Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya… ‘”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 49, 51, 52, 53, dan 54

Diriwayatkan oleh Syu’bah dalam Tafsir-nya dari Hajjaj dari Ibnu Juraij bahwasanya ia berkata, “Ayat ini turun kepada Utsman bin Thalhah. Rasulullah mengambil kunci Ka’bah darinya kemudian membuka pintu Ka’bah, lalu beliau masuk ke dalam Ka’bah pada hari penaklukan kota Mekkah. Ketika beliau keluar dari Ka’bah, beliau membaca firman Allah ini, kemudian memanggil Utsman dan memberikannya kembali kunci tersebut. Umar bin Khatthab berkata, ‘Ketika Rasulullah keluar dari Ka’bah sembari membaca ayat ini, sesungguhnya aku belum pernah mendengar ayat ini sebelumnya.’ Aku berkata, ‘Dari perkataan Umar bahwasanya dapat diketahui ayat ini turun di dalam Ka’bah.'”

Surah An-Nisa (4) ayat 59

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasulnya dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka Kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan yang lainnya dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Ayat ini turun pada Abdullah bin Hudzafah bin Qais ketika ia diutus bersama satu pasukan.” Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadis ini lebih ringkas.

Ad-Dawudi berkata, “Ini adalah kesalahan—yaitu kebohongan yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas—sesungguhnya Abdullah bin Hudzafah memimpin satu pasukan. Ketika ia sedang marah, ia menyalakan api dan berkata, ‘Masuklah ke dalam api’. Sebagian menolak untuk melakukannya dan sebagian lain ingin melakukannya.” Ad-Dawudi berkata, “Jikalau ayat ini turun sebelum peristiwa ini, bagaimana mungkin ia mengkhususkan ketaatan kepada Abdullah bin Hudzafah dan tidak kepada yang lain? Dan jika ayat ini turun setelah peristiwa itu, seharusnya hanya dikatakan kepada mereka, ‘Sesungguhnya ketaatan hanyalah dalam kebaikan’, dan bukan ‘Mengapa kalian tidak menaatinya?'”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) Ayat 44, 47, dan 48

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjawab pertanyaan ini bahwa maksud dari kisah ayat, “Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu… ” adalah mereka berselisih dalam menunaikan perintah untuk taat dan tidak melaksanakan perintah itu karena menghindari api. Jadi, ayat ini sesuai jika turun pada mereka untuk memberitahukan mereka apa yang hendaknya mereka lakukan ketika berselisih, yaitu mengembalikan apa yang mereka perselisihkan kepada Allah dan Rasulullah ﷺ.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwasanya ayat ini turun pada kisah yang terjadi Ammar bin Yasir bersama Khalid bin Walid, pada saat itu yang menjadi gubernur adalah Khalid bin Walid. Pada suatu hari, Ammar mengupah seseorang tanpa perintah Khalid maka keduanya pun bertengkar. Lalu, turunlah firman Allah di atas.”[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response