TafsirUncategorized

Hari Kiamat: Ketika Setiap Orang akan Sibuk dengan Urusannya Masing-Masing

foto: pixabay
46views

Surah Al-Qariah merupakan surah ke-101. Surah ini terdiri dari 11 ayat. Al-Qariah artinya “Hari Kiamat”. Surah Al-Qariah termasuk Surah Makiyyah. Surah ini membahas hari yang sangat dahsyat, yaitu Hari Kiamat. Di samping itu. surah ini merupakan bantahan kepada kaum musyrikin Arab yang mengingkari adanya hari kebangkitan dan Hari Kiamat.

Kandungan Surah Al-Qariah

Surat Al-Qariah berkaitan dengan Surah Al-‘Adiyat karena keduanya berbicara tentang salah satu kejadian pada Hari Kiamat, yaitu dikeluarkannya seluruh rahasia dalam hati manusia oleh Allah.

Al Qoriah merupakan salah satu nama Hari Kiamat yang jumlahnya sangat banyak. Salah satu nama yang paling mansyhur adalah Yaumul Qiyamah yang diambil dari kata qiiyam yang artinya “berdiri”. Hal itu karena semua manusia akan berdiri di Padang Mahsyar pada Hari Kiamat. Mereka berdiri dalam waktu yang lama untuk menantikan kedatangan Allah yang memulai persidangan.

Nama Hari Kiamat yang lain adalah ash-shahah (suara yang sangat keras dan memekikkan telinga sehingga membuat orang binasa). Allah berfirman dalam Quran Surah Abasa (surah ke-80) ayat 33:

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)

BACA JUGA: 19 Nama Hari Kiamat yang Disebutkan Al-Quran

Nama lain Hari Kiamat adalah aththammahu (bencana besar) atau sebuah bencana yang meliputi segala sesuatu sehingga tidak ada yang selamat dari bencana tersebut. Ada pula nama al-ghasiyatun (menutupi) karena bencana tersebut menutupi dan meliputi semuanya. Hari Kiamat juga memiliki nama lain Yaumul Hisab (hari perhitungan) karena seluruh manusia akan disidang pada hari tersebut dengan sangat ketat. Tidak ada yang dapat berlari dari persidangan Allah.

Namanya yang lain adalah yaumuddin (hari pembalasan) karena semua amalan manusia kelak akan dibalaskan. Di dunia yang ada hanyalah amal, tetapi di akhirat hanya ada pembalasan tanpa ada amal lagi.

Nama lain Hari Kiamat adalah Yaumul Mizan (hari pertimbangan) karena amalan-amalan manusia akan ditimbang di akhirat kelak. Entah kebaikannya atau keburukannya yang lebih berat, semua itu akan disinggung di bagian akhir surah Al-Qariah.

Nama lain Hari Kiamat adalah Al-Qariah (ketukan keras) yaitu dahsyatnya Hari Kiamat yang mengetuk dan menakutkan hati manusia. Pada Hari Kiamat, semua orang pasti sangat ketakutan. Allah telah menggambarkan kengeriannya dalam Al-Quran. Allah berfirman dalam Quran Surah Al-Hajj (surah ke-22) ayat 1-2:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ(1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْد (2)ٌ

Wahai Manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Sungguh guncangan (Hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar;(1) (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu) semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk. Padahal, sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.

BACA JUGA: Manusia Bertanya-Tanya Ketika Hari Kiamat

Semua itu karena kedahsyatan Neraka Jahanam. Allah juga menggambarkan ketakutan orang-orang kafir dan para pelaku kemaksiatan. Allah berfirman dalam Quran Surah Tha Ha ayat 102:

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَىِٕذٍ زُرْقًا ۖ

Pada Hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali), dan pada hari itu kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram.

Karena sangat ketakutan, wajah mereka sangat pucat sehingga tubuh mereka pun menjadi berwarna biru. Allah menggambarkan kejadian tersebut dalam Quran Surah ‘Abasa ayat 33-37:

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ (33) يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ(34) وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ (35) وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ (36) لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ (37)

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua);( (33) pada hari itu manusia lari dari saudaranya;(34) dan dari ibu dan bapaknya;(35) dan dari istri dan anak-anaknya;(36) setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.(37)

Pada ayat di atas, Allah menyebutkan seseorang tidak akan memedulikan orang-orang terdekatnya seperti saudara, ibu, ayah, istri, dan anak-anaknya pada Hari Kiamat. Ia akan meninggalkan semuanya. Pada hari tersebut, setiap orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing. Oleh sebab itulah, Allah menamakan Hari Kiamat sebagai hari yang menakutkan hati.[]

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA, karya Ust. Firanda Andirja

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response