Kisah Al-Quran

Penjelasan tentang Al-Manna dan As-Salwa

Foto: Unsplash
36views

Allah berfirman dalam Surah Thaha ayat 80:

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى

Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (Gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwa.

Dalam ayat ini, Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Ia berikan kepada Bani Israil. Sebagian ulama berpendapat bahwa seruan ini ditujukan kepada kaum Yahudi yang hidup pada zaman Nabi ﷺ, yang notabene merupakan keturunan Bani Israil, sehingga makna ayat ini adalah, “Ingatlah nikmat yang dahulu pernah Aku berikan kepada nenek moyang kalian yang hidup pada zaman Musa. Namun, yang lebih kuat adalah bahwa ayat ini masih merupakan kelanjutan dari kisah tentang Bani Israil pada zaman Nabi Musa sehingga seruan ini masih ditujukan kepada mereka.

Makna kata الطُّوْرِ dalam bahasa Arab adalah gunung yang ditutupi pepohonan, sedangkan gunung tanpa pepohonan disebut al-jabalu. Karenanya terdapat silang pendapat di kalangan para ulama terkait yang dimaksud dengan الطُّوْرِ dalam ayat ini apakah ia adalah Tursina, tempat Nabi Musa pernah bertemu dengan Allah dan berbicara dengannya, ataukah gunung lainnya yang dipenuhi pepohonan?

BACA JUGA: Kisah Nabi Musa Meninggalkan Mesir, Menikah, dan Tiba di Bukit Tursina

Selain mengingatkan Bani Israil terkait anugerahnya kepada mereka ketika Ia menyelamatkan mereka dari Firaun, Allah juga mengingatkan mereka akan nikmat lainnya yang tak kalah besarnya, yaitu Ia pernah memanggil Nabi Musa untuk kepentingan mereka, yaitu ketika Allah menurunkan Taurat kepada beliau. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dipanggil adalah Nabi Musa sendiri mewakili Bani Israil, ada juga yang mengatakan bahwa mereka semua dipanggil, dan ada yang mengatakan bahwa yang dipanggil adalah Nabi Musa beserta beberapa orang pilihan dari mereka yang berjumlah puluhan. Intinya, Allah hendak mengingatkan Bani Israil akan nikmat-Nya yang besar kepada mereka, yaitu penurunan Taurat kepada Nabi Musa.

Selanjutnya, Allah mengingatkan mereka tentang nikmat-Nya yang agung lainnya atas mereka, yaitu manna dan salwa. Makna al-manna adalah anugerah yang diperoleh oleh Bani Israil tanpa adanya usaha ataupun keletihan apa pun dari mereka. Ada yang mengatakan bahwa salah satu contoh al-manna adalah semacam madu lezat yang diturunkan dari langit, yang kemudian menempel di pohon-pohon, dan Bani Israil tinggal mengambilnya saja untuk mereka makan. Sedangkan, makna as-salwa adalah semacam burung puyuh yang turun dari langit, lalu mereka tinggal memanggang dan memakannya.

Kapan al-manna dan as-salwa ini diberikan kepada mereka? Pendapat yang terkuat adalah bahwasanya semua itu mereka dapatkan pada sebuah fase yang disebut dengan At-Tiih, yakni sebuah fase ujian yang Allah timpakan sebagai hukuman atas mereka. Kisah ringkasnya sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surah Al-Ma’idah (5) ayat 20-26:

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢبِيَاۤءَ وَجَعَلَكُمْ مُّلُوْكًاۙ وَّاٰتٰىكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ (20) يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ (21) قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَۖ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَاۚ فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ (22) قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَۚ فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ ەۙ وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ (23) قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ (24) قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ (25) قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۚيَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ ࣖ (26)

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain. (20)

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (21)

Mereka malah berkata, “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.” (22)

Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah), yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (23)

BACA JUGA: Hikmah Pengulangan Kisah Nabi Musa dalam Al-Quran

Mereka berkata, Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya. Karena itu, pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja!(24)

Berkata Musa, “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.” (25)

Allah berfirman, “(Jika demikian,) maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun. (Selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka, janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” (26)[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response