Ibrah

Tahapan Setan Menjerumuskan Manusia ke Dalam Maksiat

Foto: Unsplash
50views

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi

الْخَنَّاسِۖ secara bahasa artinya arrajaa’i yang selalu kembali, yaitu setan bersembunyi dan menjauh dari manusia ketika ia mengingat Allah. Namun, setan akan kembali lagi untuk menggoda manusia tatkala ia sedang lalai.

Ibnul Qayyim berkata, “Perhatikanlah hikmah Al-Quran Al-Karim dan keagungannya. Lihatlah bagaimana Al-Quran menyebutkan kata meminta perlindungan dari setan yang disifati dengan waswashilkhannas (setan yang sering bersembunyi dan membisiki dada manusia). Al-Quran tidak menyatakan kita meminta perlindungan dan waspada terhadap bisikan setan, tetapi agar memohon perlindungan yang mencakup seluruh kejahatan dan keburukan setan. Salah satu sifat setan yang sangat berbahaya, kuat pengaruhnya, dan paling luas dampak kerusakannya adalah waswasah atau bisikan setan. Bisikan itulah awal dari kehendak.

Pada awalnya, hati kita kosong dari keburukan dan maksiat. Lalu, setan pun membisikkan hati dan terpetiklah maksiat dalam benaknya. Setan pun menggambarkan maksiat pada hati tersebut, membangkitkan angan-angan kosong, lalu menjadikan hati memiliki syahwat. Selanjutnya, setan menghiasi dan memperindah syahwat tersebut. Setan pun menjatuhkan hati manusia dalam khayalan-khayalan yang menarik jiwa manusia. Maka, timbullah iradah atau keinginan untuk bermaksiat.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Manusia dalam Surah Al-‘Alaq (96) ayat 5

Setan terus mendatangkan khayalan dan memberikan angan-angan serta menjadikan hati seseorang bernafsu sehingga membuatnya lupa terhadap bahaya maksiat. Setan pun melipat (menutupi) akibat buruk maksiat tersebut. Lalu, setan menghalangi seseorang dari memandang akibat buruknya sehingga seseorang hanya merasakan kenikmatan bermaksiat tanpa mengetahui akibat perbuatan maksiatnya. Maka, meningkatlah iradah (keinginan bermaksiat) menjadi ‘azimah (azzam atau tekad yang kuat) untuk bermaksiat. Lalu, hati pun makin semangat untuk bermaksiat. Kemudian, setan mengirim pasukannya (orang-orang yang buruk) untuk membantu mencari maksiat tersebut. Bahkan, setan mengirimkan tambahan pasukan. Jika pasukan tersebut bermalas-malasan, setan akan memotivasi atau menggelisahkan mereka.

Allah berfirman dalam Surah Maryam (19) ayat 83:

اَلَمْ تَرَ اَنَّآ اَرْسَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ تَؤُزُّهُمْ اَزًّا ۙ

Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?

Setan menjadikan seseorang gelisah jika tidak bermaksiat. Setiap kali mereka bermalas-malasan, setan akan mengganggu dan membuat seseorang gelisah sehingga ia pun tergiring ke dalam dosa karena mengikuti ajakan setan.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Kemahaesaan Allah

Dari penjelasan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa tahapan setan dalam menjerumuskan manusia ke dalam maksiat adalah:

  1. Setan terus membisiki manusia sehingga menimbulkan kehendak;
  2. Kehendak kemudian dibangkitkan melalui angan-angan sehingga menjadi syahwat;
  3. Syahwat terus dipupuk oleh setan sehingga menjadi iradah (keinginan untuk berbuat maksiat);
  4. Iradah yang ada kemudian ditutupi oleh setan akibat buruknya sehingga berubah menjadi ‘azimah (tekad yang kuat);
  5. Setelah itu, terjadilah maksiat.[]

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response