Ibrah

Setan Adalah Provokator Suudzan

Foto: Unsplash
55views

Setan merupakan salah satu anak buah Iblis. Ada banyak jenis godaan setan, misalnya dengan membisikkan keburukan di hati manusia. Misalnya, setan menggambarkan keburukan menjadi hal yang indah, menjanjikan keburukan sebagai kebaikan, menyemangati manusia untuk melakukannya, dan menakut-nakuti orang yang hendak melakukan kebaikan. Setan juga menjadikan manusia tidak bersemangat dan menunda-nunda kebaikan. Pekerjaan itulah yang selalu

dilakukan setan. Dalam sebuah hadis, Nabi bersabda bahwa setan menyusup ke dalam aliran darah.

BACA JUGA: Tafsir Surah Al-Falaq

“Dari Shafiyyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah sedang beriktikaf. Lalu, aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya pada malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian, aku ingin pulang dan beliau berdiri karena mengantarku. Saat itu, kami melewati rumah Shafiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba, ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah , mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shafiyyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.”

Pada awalnya, mereka berdua tidak suudzan. Akan tetapi, suudzan itu mungkin saja akan muncul dalam diri mereka. Oleh karena itu, Nabi mengatakan, “Ini istriku, Shafiyyah.” untuk menghilangkan suudzan yang akan dilemparkan oleh setan.

BACA JUGA: Sepenggal Kisah Kenikmatan Surga

Demikianlah kelakuan setan. Ia seringkali mendikte manusia dalam masalah suudzan atau berburuk sangka. Banyak pertikaian dan perceraian terjadi karena salah sangka atau buruk sangka. Suami berburuk sangka terhadap istri, sementara istri pun berburuk sangka terhadap suami. Setan-lah yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Sebelum suudzan muncul, kedua belah pihak sebenarnya masih dapat saling mengingatkan dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan baik. Akan tetapi, setan mendikte dan mempengaruhi keduanya agar memilih kemungkinan yang buruk. Nabi bersabda, “Jauhilah prasangka karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta.”

 

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response