Tafsir

Penjelasan tentang Manusia dalam Surah Al-‘Alaq (96) ayat 5

57views

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Al-‘Alaq (96) ayat 5:

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Penjelasan Ayat

Inilah ayat terakhir dari wahyu pertama. Dalam tafsirnya, Imam Al-Qurthubi memaparkan tiga pendapat ulama tentang al-insan (manusia) yang dimaksudkan pada ayat ini.

Pertama, maksud dari kata al-insan adalah Nabi Adam ‘alaihissalam. Hal ini seperti firman Allah dalam ayat lain, yakni dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 31:

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar.

Para malaikat tidak mengetahui benda-benda itu, tetapi Adam mengetahuinya. Karena ilmunya inilah, Allah menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Adam.

BACA JUGA: Kisah Adam dalam Al-Quran

Kedua, maksud dari kata al-insan adalah Nabi Muhammad ﷺ, seperti firman Allah dalam ayat yang lain, yakni Surah An-Nisa (4) ayat 113:

وَاَنْزَلَ اللّٰهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُۗ وَكَانَ فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا

… Dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab (Al-Quran) dan hikmah (sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.

Ketiga, maksud dari kata al-insan adalah manusia secara umum. Manusia diajari Allah setelah sebelumnya dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Allah berfirman dalam Surah An-Nahl (16) ayat 78:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.

Allah-lah yang memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati kepada manusia setelah terlahir dalam keadaan tidak berilmu sebelumnya. Para ulama juga mengatakan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan pintu masuk ilmu. Seorang penuntut ilmu harus mempunyai ketiga hal ini agar dapat berkonsentrasi belajar.

BACA JUGA: Kebenaran Al-Quran dalam Pandangan Ilmuwan

Ilmu merupakan karunia besar yang diberikan Allah sekaligus menjadi pembeda antara manusia dan hewan, selain perbedaan secara fisik. Selain itu, ilmu-lah yang membedakan orang yang berilmu dan orang bodoh.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Az-Zumar (39) ayat 9:

 قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ

… Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

Semua itu berlaku dalam segala hal, baik dunia maupun akhirat. Orang yang beribadah dengan ilmu tidak sama dengan orang yang beribadah tanpa ilmu. Bahkan, Allah membedakan anjing yang berilmu dengan anjing yang tidak berilmu. Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 4:

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, “Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah (sewaktu melepasnya)….

Demikianlah tafsir lima ayat pertama yang turun pertama kali di Gua Hira. Ayat-ayat berikutnya tidak turun di Gua Hira lagi, tetapi di lain waktu. Para ulama menyebutkan bahwa ayat-ayat berikutnya berkaitan dengan Abu Jahal.[]

 

Sumber: Tafsir Juz Amma, karya Ust. Firanda Andirja

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response