Kabar

Keutamaan dan Sebab Turunnya Surah Al-Kafirun

foto: Pixabay
41views

Keutamaan Surah Al-Kafirun

Nabi ﷺ sering membaca kedua surat ini dalam shalatnya sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Nabi bersabda, “Sebaik-baik surah yang dibaca ketika dua rakaat qabliyah Subuh adalah Qul huwallahu ahad (Surah Al-Ikhlas) dan Qul Ya ayyuhal Kafirun (Surah Al-Kafirun).”

Abdullah bin Masud juga mengatakan, “Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar Rasulullah ﷺ membaca surah pada shalat dua rakaat ba’diyah Maghrib dan pada shalat dua rakaat qabliyah Subuh yaitu Qul Ya ayyuhal Kafirun (Surah Al-Kafirun) dan Qul huwallahu ahad (Surah Al-Ikhlas).”

Dalam shalat witirnya, Nabi juga membaca Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Dari Abdul Aziz bin Juraij, beliau berkata, “Aku menanyakan kepada Aisyah surah apa yang dibaca oleh Rasulullah ﷺ setelah membaca Al-Fatihah ketika shalat witir?” Aisyah menjawab, “Nabi membaca pada rakaat pertama sabbihisma robbikal a’la (Surah Al-A’la), pada rakaat kedua qulya ayyuhal Kafirun (surah Al-Kafirun), dan pada rakaat ketiga Qul huwallahu ahad (surah qAl-Ikhlas) dan muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas).”

BACA JUGA: Tiga Hal yang Menyebabkan Seseorang Merasakan Manisnya Iman

Membaca Surah Al-Kafirun sebelum tidur merupakan salah satu sunnah atau hal yang dianjurkan Nabi kita. Nabi ﷺ bersabda, “Bacalah ketika akan tidur qul ya ayyuhal Kafirun. Kemudian, tidurlah setelah selesai menamatkannya. Sesungguhnya ia melepaskan diri dari syirik.”

Nabi sering membaca Surah Al-Kafirun pada awal hari dan malam sebelum tidur. Hal ini menunjukkan bahwa Surah Al-Kafirun merupakan surah penting yang sering dibaca Nabi karena berisi bara’ah minasy syirk (pernyataan melepaskan diri dari kesyirikan).

Sebab Turunnya Surah Al-Kafirun

Para ahli tafsir menceritakan penyebab turunnya surah ini. Orang-orang musyrikin selalu membujuk Nabi agar menghentikan dakwahnya yang mengajak mereka kepada tauhid dan meninggalkan kesyirikan. Orang-orang musyrikin melakukan segala cara seperti menawarkan harta dan kedudukan penting kepada Nabi. Akan tetapi, Nabi tidak tertarik dengan semua itu. Bahkan, Nabi ﷺ ditawari perempuan tercantik oleh orang-orang musyrik. Namun, Nabi tetap menolak permintaan mereka.

Orang-orang musyrikin akhirnya memberikan penawaran lain kepada Nabi. Mereka mengajak Nabi untuk menyembah Tuhan mereka selama setahun saja. Setelah itu, giliran mereka menyembah Tuhannya Nabi selama satu tahun berikutnya. Kemudian, Allah memerintahkan Nabi untuk menolak penawaran tersebut Allah menurunkan Surah Al-Kafirun sebagai bentuk tegas penolakan Nabi terhadap ajakan mereka.

BACA JUGA: Tiga Perkara yang akan Ditimbang di Mizan

Usaha yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin untuk menghentikan dakwah tauhid sangatlah gigih. Bahkan, mereka rela bertauhid selama setahun. Seandainya Nabi menyembah tuhan-tuhan mereka sebentar saja, Nabi telah terjerumus ke dalam kesyirikan sehingga rusaklah tauhidnya. Oleh karena itu, Nabi tidak mau berkompromi dalam masalah ini. Dengan tegas, Nabi menolaknya. Biasanya, Nabi menggunakan kata-kata yang lembut untuk mengambil hati dan menolak ajakan orang-orang musyrikin. Namun, karena surah ini berkaitan dengan hal tauhid dan syirik, Nabi menolak ajakan mereka dengan sikap dan ucapan yang tegas melalui ayat-ayat dalam surah ini.[]

SUMBER: TAFSIR JUZ AMMA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response