Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Anfal (8) ayat 19 dan 27

foto: unsplash
33views

Allah berfirman dalam Surah Al-Anfal (8) ayat 19:

اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَاۤءَكُمُ الْفَتْحُۚ وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَعُوْدُوْا نَعُدْۚ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَوْ كَثُرَتْۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Abdullah bin Tsa’labah bin Shair bahwasanya ia berkata, “Orang yang mencari keputusan itu adalah Abu Jahal. Ketika kedua rombongan (kaum Muslimin dan kaum musyrikin) bertemu, ia berucap, ‘Ya Allah, siapa pun di antara kami yang lebih memutus tali kekerabatan dan membawakan kami sesuatu yang tidak kami kenal maka binasakanlah ia hari ini’. Ucapan ini adalah istiftaah (pencarian atau permohonan keputusan). Maka, Allah menurunkan firman-Nya, ‘Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu…‘ hingga firman-Nya, ‘sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.‘”

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Athiyyah bahwa Abu Jahal berdoa pada waktu Perang Badar, “Ya Allah, tolonglah yang termulia di antara kedua kelompok ini.” Maka, turunlah ayat ini.

BACA JUGA: Kisah Perang Badar

Allah berfirman dalam Surah Al-Anfal (8) ayat 27:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dan yang lainnya dari Abdullah bin Qatadah bahwasanya ia berkata, “Ayat ini turun tentang Abu Lubabah bin Abdul Mundzir. Pada waktu terjadi perang Bani Quraizhah, ia ditanya oleh Bani Quraizhah, ‘Bagaimana keputusannya nanti?'” Ia mengisyaratkan ke arah tenggorokannya, yang berarti bahwa keputusan Rasulullah ﷺ nanti adalah menyembelih mereka semua. Maka, turunlah ayat ini. Abu Lubabah berkata, “Selagi masih di tempat, aku pun menyadari bahwa aku telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya.”

BACA JUGA: Kisah Perang Bani Nadhir

Ibnu Jarir dan yang lain meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwasanya ketika Abu Sufyan keluar dari kota Mekkah, Jibril mendatangi Nabi ﷺ dan berkata, “Abu Sufyan sekarang berada ‘di tempat ini dan ini.’” Maka, Rasulullah ﷺ bersabda (kepada para sahabat), “Abu Sufyan sekarang berada ‘di tempat ini dan ini’; berangkatlah kalian kepadanya secara diam-diam.” Akan tetapi, seorang munafik menulis surat kepada Abu Sufyan, “Muhammad hendak menyerang kalian. Waspadalah!” Maka, Allah menurunkan firman-Nya, ‘janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad)….‘” Hadis ini sangat gharib, sanad dan konteksnya meragukan.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari As-Suddi bahwasanya ia berkata, “Dahulu mereka (para sahabat) mendengarkan sabda Nabi ﷺ, lalu menyebarkannya sehingga terdengar oleh kaum musyrikin. Maka, turunlah ayat ini.”[]

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response