Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 101

Foto: Unsplash
30views

Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَسْـَٔلُوْا عَنْ اَشْيَاۤءَ اِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ ۚوَاِنْ تَسْـَٔلُوْا عَنْهَا حِيْنَ يُنَزَّلُ الْقُرْاٰنُ تُبْدَ لَكُمْ ۗعَفَا اللّٰهُ عَنْهَا ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.”

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Anas bin Malik bahwasanya ia berkata, “Pada suatu hari, ketika Nabi ﷺ sedang berkhutbah, seorang lelaki berkata kepada beliau, ‘Siapakah ayahku?’ Beliau menjawab, ‘Ayahmu adalah si Fulan’. Maka, turunlah firman Allah, ‘Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.’”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 90 dan 100

Al-Bukhari juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Bahwa sekelompok orang bertanya kepada Nabi ﷺ dengan niat untuk mengejek beliau, mereka berkata, ‘Siapakah ayahku?’ dan dari mereka ada yang kehilangan seekor untanya kemudian ia berkata kepada Nabi, ‘Di manakah untaku?’ Maka, Allah menurunkan firman-Nya, ‘Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.’” Ibnu Jarir meriwayatkan hadis serupa dari hadis Abu Hurairah.

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim meriwayatkan dari Ali bahwasanya ia berkata, “Ketika turun firman Allah, ‘Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah’, lalu para sahabat bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, apakah kita harus menunaikan haji setiap tahun?’ Beliau tidak menjawab.

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 87

Kemudian para sahabat bertanya kembali, ‘Wahai Rasulullah, apakah kita harus menunaikan ibadah haji setiap tahun?’ Lalu, beliau menjawab, ‘Jika aku berkata ‘Iya’ maka akan menjadi kewajiban untuk kalian menunaikan haji setiap tahunnya. Maka, Allah menurunkan firman-Nya, ‘Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.’”

Ibnu Jarir meriwayatkan hadis serupa dari hadis Abu Hurairah, Abi Umamah, dan Ibnu Abbas. Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Tidak mengapa jikalau ayat ini turun pada dua perkara tersebut, dan hadis Ibnu Abbas lebih sahih dari sisi sanadnya.”[]

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response