Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 90 dan 100

30views

Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 90:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr (arak), berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Sebab Turunnya Ayat

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya ia berkata, “Ketika Nabi ﷺ sampai di kota Madinah, ia melihat orang-orang sedang meminum khamr dan bermain judi. Lalu, mereka bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hukum keduanya. Maka, turunlah firman Allah, ‘Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi,’ Katakanlah, ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.‘ Lalu, orang-orang berkata, ‘Khamr dan judi tidak diharamkan kepada kita, tetapi Allah hanya mengatakan di dalam kedua hal tersebut dosa yang besar’. Kemudian, mereka tetap meminum khamr dan berjudi hingga, pada suatu hari, seseorang dari kaum Muhajirin yang minum khamr memimpin shalat Maghrib dan bacaannya banyak terjadi kesalahan.

BACA JUGA: Allah Melarang untuk Menghalalkan yang Haram dan Mengharamkan yang Halal

Maka, Allah menurunkan firman-Nya yang lebih tegas daripada firman sebelumnya, ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan‘. Kemudian, setelah itu, turun lagi ayat yang lebih keras daripada sebelumnya, ‘Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr (arak), berjudi, (berkurban untuk) berhala…‘ hingga firman-Nya, ‘maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).‘”

Kemudian, mereka berkata, “Kami berhenti melakukan hal tersebut, wahai Tuhan kami,” dan orang-orang berkata, “Wahai Rasulullah, beberapa orang terbunuh dalam keadaan mereka yang melampaui batas agama ini, mereka meminum khamr dan bermain judi, tetapi Allah telah menjadikan hal tersebut termasuk perbuatan setan.” Maka, turun firman Allah, ‘Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena mereka memakan makanan yang telah mereka makan dahulu….‘ hingga akhir ayat.”

Diriwayatkan oleh An Nasa’i dan Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Sesungguhnya ayat pengharaman khamr turun pada dua kabilah dari kabilah-kabilah Anshar yang meminum khamr dan, ketika mereka mabuk, mereka saling bercanda dengan saling memukul satu sama lain. Lalu, ketika mereka sadar dari mabuk, mereka melihat ada bekas pukulan di wajah, kepala, dan janggut mereka sehingga ia berkata, ‘Pastilah si Fulan yang melakukan ini padaku.’ Sebelumnya, mereka adalah saudara yang tidak mempunyai rasa dendam. Ia berkata, ‘Jika ia penyayang dan baik, maka ia tidak akan melakukan ini padaku’, hingga muncul rasa tidak suka di hati-hati mereka. Maka, Allah menurunkan firman-Nya, ‘Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr (arak), berjudi, (berkurban untuk) berhala… ‘”

Orang-orang mutakallif berkata, “Itu adalah perbuatan keji (meminum khamr), dan khamr tersebut berada di dalam perut si Fulan dan ia terbunuh pada Perang Uhud. Maka, turunlah firman Allah, ‘Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu.’

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 87

Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 100:

قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Katakanlah, ‘Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.’

Sebab Turunnya Ayat

Al-Wahidi dan Al-Asbahani meriwayatkan dalam kitab At-Targhib dari Jabir bahwasanya Nabi ﷺ menyebutkan ayat pengharaman khamr. Lalu, seorang Arab Badui berdiri dan berkata kepada Nabi, “Aku adalah seseorang yang memiliki khamr untuk diperjualbelikan hingga aku mendapatkan harta dari jual beli khamr tersebut. Apakah harta tersebut dapat berguna jika aku gunakan dalam ketaatan kepada Allah?” Nabi ﷺ menjawab, “Sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali dari yang baik”. Lalu, Allah menurunkan firman-Nya sebagai pembenaran terhadap Rasul-Nya, “Katakanlah, ‘Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.‘”[]

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response