Ibrah

Perhiasan Kehidupan Dunia

Foto: pixabay
27views

Setelah menerangkan singkatnya kehidupan dunia serta cepatnya kemusnahan dan kesirnaan dunia, Al-Quran menerangkan untuk kita bahwa hal yang terdapat di dunia hanyalah bayangan semu. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 46:

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ 

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.”

Ini merupakan hakikat Al-Quran yang pasti bahwa harta dan anak-anak bukanlah segalanya dalam kehidupan di dunia dan bukan pula sesuatu yang paling berharga karena keduanya hanyalah perhiasan kehidupan di dunia. Inilah yang harus selalu kita jadikan landasan dalam memandang harta dan anak kita. Kata perhiasan (زِيْنَةُ) mengemukakan makna dan kesembuhan karena makna زِيْنَةُ adalah sesuatu yang berada di luar untuk menghiasi dan kesenangan aritistik yang

indah tetapi bukan merupakan bagian penting dan mendasar dari sesuatu.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Harta dan Anak adalah Perhiasan Kehidupan Dunia

Dalam kitabnya, Al-Mufradat, Ar-Raghib mengatakan tentang زِيْنَةُ, “perhiasan yang sebenarnya adalah apa yang tidak membuat celaan terhadap seseorang, di dunia ataupun di akhirat. Menghiasi hanya suatu keadaan, yaitu merupakan perhiasan secara umum ada tiga macam, yaitu perhiasan diri sendiri (seperti ilmu dan keyakinan yang baik), perhiasan fisik (seperti kekuatan dan bentuk fisik), dan perhiasan luar (seperti harta dan prestise).”

Harta dan anak dianggap perhiasan kehidupan dunia, tetapi ini tidak berarti kita boleh melalaikan dan meninggalkan keduanya. Terkadang keduanya dapat memalingkan seseorang atau pemiliknya dari beriman dan beribadah kepada Allah. Seorang Muslim dituntut untuk berinteraksi dengan harta dan anak serta menyikapi keduanya dengan bijaksana, yaitu dengan berorientasi kepada Al-Quran dan hakikat kebenarannya. Cukuplah memandang keduanya sebagai perhiasan dunia yaitu perhiasan untuk memperindah kehidupan tidak lebih dari itu.

Harta dan anak tidak boleh dianggap segalanya dalam kehidupan sehingga membuat lupa untuk beribadah atau menjadikannya sebagai tempat bergantung selain kepada Allah. Keduanya merupakan perhiasan. Jadi perlakukanlah keduanya sebagai perhiasan. Allah berfirman dalam Surah Ali-Imran (3) ayat 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”

BACA JUGA: Perumpamaan Kehidupan Dunia

Harta dan anak digambarkan sebagai perhiasan, menerangkan bayangan lain sesuai dengan yang diterangkan oleh ayat ini. Bayangan tentang kehancuran kedua kebun itu. Dengan demikian, perhiasan berarti hilang dan hancurnya sesuatu, bukan keabadian dan kelangsungannya. Al-Quran menggambarkan keduanya di tempat yang lain sebagai bunga kehidupan. Allah berfirman dalam Surah Thaha (20) ayat 131:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

“Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.”

Bunga berusia singkat. Dalam waktu singkat, bunga akan kering dan mati. Demikianlah perhiasan: cepat lenyap dan punah. Begitulah harta adalah bayangan yang sirna dan anak adalah pinjaman yang harus dikembalikan. Betapa meruginya orang yang menggantungkan diri pada keduanya.[]

 

SUMBER: KISAH-KISAH DALAM AL-QURAN: Orang-Orang yang Dimuliakan dan Dihinakan Allah, Penulis: Shalah Abdul Fattah Al-Khalidi, Penerbit: Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response