Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 33 dan 38

Foto: Unsplash
33views

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 33

اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Yazid bin Abi Habib bahwasanya Abdul Malik bin Marwan mengirimkan surat kepada Anas bin Malik yang berisi pertanyaan tentang ayat, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya…“, lalu Anas mengirim kembali kepada Abdul Malik bin Marwan bahwasanya ayat ini turun pada orang-orang Urniy, yaitu ketika mereka keluar dari Islam, membunuh penggembala, dan membawa untanya”.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur hadis yang serupa dengannya. Abdurrazzaq juga meriwayatkan dari Abu Hurairah hadis yang serupa.

BACA JUGA: Penjelasan tentang Beda Hukuman Perampokan dan Pencurian

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 38

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”.

Sebab Turunnya Ayat

Imam Ahmad dan yang lain meriwayatkan dari Abdullah bin Amru bahwasanya pada masa Rasulullah ﷺ ada seorang wanita mencuri, lalu tangan kanannya dipotong. Kemudian, ia bertanya “Apakah aku masih bisa bertobat, wahai Rasulullah?”

BACA JUGA: Penjelasan tentang Perbedaan Muharib dan Mencuri

Maka, Allah menurunkan firman-Nya dalam Surah Al-Ma’idah, “Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-puncuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 33 dan 38

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 33

اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”.

Sebab Turunnya Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Yazid bin Abi Habib bahwasanya Abdul Malik bin Marwan mengirimkan surat kepada Anas bin Malik yang berisi pertanyaan tentang ayat, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya…“, lalu Anas mengirim kembali kepada Abdul Malik bin Marwan bahwasanya ayat ini turun pada orang-orang Urniy, yaitu ketika mereka keluar dari Islam, membunuh penggembala, dan membawa untanya”.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur hadis yang serupa dengannya. Abdurrazzaq juga meriwayatkan dari Abu Hurairah hadis yang serupa.

Asbabun Nuzul Surah Al-Ma’idah (5) ayat 38

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”.

Sebab Turunnya Ayat

Imam Ahmad dan yang lain meriwayatkan dari Abdullah bin Amru bahwasanya pada masa Rasulullah ﷺ ada seorang wanita mencuri, lalu tangan kanannya dipotong. Kemudian, ia bertanya “Apakah aku masih bisa bertobat, wahai Rasulullah?” Maka, Allah menurunkan firman-Nya dalam Surah Al-Ma’idah, “Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-puncuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.[]

 

SUMBER: ASBABUN NUZUL: Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, Penulis: Imam As-Suyuthi, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response