Ibrah

Penjelasan tentang Identitas Qabil dan Habil

foto: Unsplash
32views

Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 27:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

“Bacakanlah kepada mereka kisah kedua Putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.’”

Firman Allah:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ

“Bacakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya”.

اتْلُ“Bacakanlah” adalah kata perintah. Ini menunjukkan bahwa kisah yang dibacakan itu sangat penting sehingga Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk membacakannya.

عَلَيْهِمْ kepada mereka“, siapakah yang dimaksud dengan mereka ini? Para ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud adalah kaum Yahudi, yang mereka hasad kepada Rasulullah ﷺ sehingga tidak mau mengimaninya.

BACA JUGA: Kisah Dua Anak Nabi Adam

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 109:

وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًاۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۚ

“Banyak dari Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.”

Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk membacakan kisah yang berkaitan dengan hasadnya salah seorang anak Adam. Seolah-olah Allah berkata, “Wahai orang-orang Yahudi, jika kalian hasad maka sungguh sebelumnya telah hasad seorang anak Adam kepada saudaranya yang lain, dan itu hanya membuat dirinya sendiri yang merugi“.

Al-Qurtubhi dan yang lainnya menjelaskan kaitan ayat ini dengan ayat sebelumnya. Dia menjelaskan bahwa “kejahatan itu sudah ada sejak dahulu”. Maksudnya, perbuatan orang-orang Yahudi yang tidak beriman kepada Rasulullah ﷺ, berusaha untuk membunuhnya, bahkan mereka membunuh para nabi sebelumnya, semua kegiatan itu sudah ada sejak lama.

Ayat ini merupakan peringatan bagi orang Yahudi bahwa mereka akan rugi dengan perbuatan buruknya tersebut, sekaligus juga menjadi pelipur lara bagi Rasulullah ﷺ bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi itu bukan hal baru.

BACA JUGA: Kebenaran Al-Quran dalam Pandangan Ilmuwan

Adapun kisah kedua anak Adam itu maka pasti benar karena Allah yang mengisahkannya. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah Maryam (19) ayat 34:

ذٰلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚقَوْلَ الْحَقِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ

“Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.”

Allah menyifati kisah Isa bin Maryam dengan kisah yang sesungguhnya, bahwa beliau bukan Tuhan, melainkan putra Maryam. Begitu pula dua anak Adam ini Allah ceritakan dengan benar, tidak dilebih-lebihkan dan juga bukan dongeng.

Siapakah dua anak Adam ini? Terdapat dua pendapat:

Pendapat pertama, mayoritas ulama mengatakan bahwa dua anak ini adalah dua anak langsung dari Adam dan Hawa.

Pendapat kedua, diriwayatkan oleh Al-Hasan Al-Bashri bahwa dua anak Adam ini adalah dua manusia pada zaman Bani Israil. Al-Hasan Al-Bashri berargumen bahwa syariat kurban “memberikan sembelihan kepada Allah” yang kemudian datang api untuk membakarnya baru terjadi pada zaman Bani Israil. Namun, pendapat ini disanggah oleh para ulama.

Yang benar adalah pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa dua anak ini adalah dua anak langsung dari Adam dan Hawa dengan argumentasi sebagai berikut:

Pertama, hampir seluruh ulama, terutama ahli tafsir, berpendapat demikian.

Kedua, zahir ayatnya mengatakan dua anak Adam. Maka, hukum asalnya adalah dengan memberlakukan zahirnya, bahwa keduanya merupakan dua anak Adam secara langsung.

BACA JUGA: Penjelasan Tentang Makna Hasad

Ketiga, Qabil tidak tahu cara mengubur Habil. Ini menunjukkan kejadian itu adalah pembunuhan pertama. Sekiranya itu terjadi pada zaman Bani Israil maka sebelumnya telah terjadi berbagai pembunuhan dan penguburan jenazah merupakan perkara yang telah diketahui secara umum.

Keempat, hadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan, “Tidak satu pun jiwa yang terbunuh secara zalim melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pertumpahan darah itu karena dialah orang pertama yang mencontohkan pembunuhan”.

Para ulama salaf menyatakan nama kedua anak Adam tersebut adalah Qabil dan Habil.[]

SUMBER: Tafsir At-Taysir Surah Al-Ma’idah, Penulis: Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response