Tafsir

Penegasan Allah tentang Golongan yang Dikatakan Telah Kafir

Foto: Pixabay
43views

Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 17:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَۗ قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا اِنْ اَرَادَ اَنْ يُّهْلِكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ۗوَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putra Maryam’. Katakanlah, ‘Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam itu beserta Ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi?’ Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”.

Firman Allah:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَۗ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putra Maryam’”.

Orang-orang Nasrani bermacam-macam dan Allah menyebutkan dalam Quran bahwa mereka ada tiga kelompok. Di antara kelompok tersebut ada yang mengatakan bahwa Allah adalah Yesus (Nabi Isa). Ada juga yang mengatakan Trinitas, yaitu Allah, Ruh Kudus, dan Isa (Yesus) adalah satu. Kelompok ini lebih aneh daripada kelompok pertama. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan.

BACA JUGA: Mereka yang Telah Melakukan Kekafiran yang Luar Biasa

Allah mengatakan bahwa telah kafir orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Isa bin Maryam. Bahkan, sebagian ulama mengatakan huruf لَ pada kata لَقَدْ untuk sumpah. Seolah-olah Allah menegaskan, “Aku bersumpah bahwa mereka yang mengatakan Allah adalah Isa bin Maryam telah kafir“.

Dalam Hadis Qudsi Allah berkata, “Anak Adam telah mendustakan-Ku, padahal ia tidak pantas untuk mendustakan-Ku. Dan ia juga telah mencaci-Ku padahal ia tidak pantas untuk mencaci-Ku. Adapun kedustaannya kepada-Ku adalah ucapannya, ‘Dia tidak akan membangkitkan aku kembali sebagaimana Dia telah menciptakanku pertama kali’. Padahal, penciptaan pertama lebih tidak mudah dibandingkan hanya sekadar mengembalikannya. Adapun caci makinya pada-Ku adalah ungkapannya, ‘Allah telah mengambil anak’. Sementara aku adalah Yang Maha Esa, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Ku”.

Bagaimana bisa mereka menyamakan Nabi Isa, yang merupakan makhluk, dengan Tuhan? Bagaimana mungkin Tuhan masuk ke dalam perut ibunda Maryam selama sembilan bulan? Ini sangat tidak logis. Bahkan, disebutkan dalam Kitab Matius tentang penyaliban Yesus bahwa dia mengatakan, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?'” Artinya, “Tuhanku, Tuhanku Mengapa engkau meninggalkan aku?” (Matius 27/46)

BACA JUGA: Golongan Orang yang Menzalimi Dirinya Sendiri

Allah dan Nabi Isa adalah dua hal yang berbeda, sedangkan mereka justru mengatakan bahwa Allah dan Nabi Isa adalah dua hal yang sama. Allah membantah pernyataan kufur mereka tersebut dengan beberapa bantahan.

Bantahan pertama adalah firman-Nya:

قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا اِنْ اَرَادَ اَنْ يُّهْلِكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ۗ

Katakanlah, ‘Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam itu beserta Ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi?’

Nabi Isa dan ibunya tidak bisa menghentikan kehendak Allah. Bahkan, jika Allah menghendaki keduanya meninggal tidak ada yang mampu untuk menghalanginya. Sekiranya Nabi Isa itu Tuhan maka seharusnya dia bisa menghalangi kehendak Allah.

Bantahan kedua Allah mengatakan:

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya“.

Apakah Nabi Isa dan ibunya memiliki alam semesta ini? Apakah keduanya yang menciptakan alam semesta? Tentu saja tidak, bahkan kehadiran keduanya adalah setelah terciptanya langit dan bumi. Allah-lah yang menciptakan seluruh alam semesta, termasuk nabi Isa dan ibunya begitu pula seluruh para nabi.

Nabi Isa hanyalah salah satu makhluk Allah. Maka, bagaimana mungkin ia kemudian pantas dijadikan Tuhan?!

Bantahan ketiga Allah berfirman:

يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”.

Allah menciptakan manusia dengan empat model:

Pertama, ada yang diciptakan dari ayah dan ibu yaitu seperti kita;

Kedua, ada yang diciptakan dari lelaki saja, yaitu Hawa;

Ketiga, ada yang diciptakan dari ibu saja yaitu seperti Nabi Isa;

Keempat, ada yang diciptakan tanpa ayah dan ibu yaitu Nabi Adam.

Allah menjelaskan dalam firman-Nya sebagaimana tercantum dalam Surah Ali Imran (3) ayat 59:

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Jadilah (seorang manusia) maka jadilah dia'”.

Sekiranya Nabi Isa boleh dijadikan sebagai Tuhan karena diciptakan hanya dari ibu, maka tentunya Nabi Adam lebih utama untuk dijadikan sebagai Tuhan karena ia ada tanpa ibu dan ayah.

BACA JUGA: Ringkasan Kisah Nabi Isa

Terdapat empat penyebab penyimpangan Taurat dan Injil:

Pertama, ayat-ayat yang disembunyikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Maidah (5) ayat 15:

قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan”.

Kedua, ayat-ayat yang dilupakan. Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah (5) ayat 14:

فَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۖ

“Tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya”.

BACA JUGA: Dampak Pelanggaran Janji yang Dilakukan Kaum Bani Israil

Ketiga, ayat-ayat yang ditafsirkan secara sembarang, tidak sesuai dengan yang Allah inginkan. Allah berfirman dalam Surah An-Nisa (4) ayat 46:

يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ

“Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya”.

Keempat, mengarang ayat-ayat baru. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 79;

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗفَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ

“Maka kecelakaan yang besar-lah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu mereka berkata, ‘Ini dari Allah’, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besar-lah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besar-lah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan”.[]

Sumber: Tafsir At-Taysir Surah Al-Ma’idah, Penulis: Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response