Tafsir

Penjelasan tentang Syarat Hewan Buruan Menjadi Halal Dimakan

foto: Pixabay
44views

Masih dalam ayat keempat Surah Al-Ma’idah, Allah melanjutkan firman-Nya:

فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungannya.

Allah menyatakan, “Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu“, bukan apa yang ditangkap oleh hewan pemburu itu untuk dirinya sendiri. Firman Allah ini membahas tentang syarat hewan buruan menjadi halal. Di antara syaratnya adalah:

Pertama, mu’allam artinya hewan tersebut harus diajar atau terlatih. Jika hewan pemburu itu tidak terlatih maka tidak diperbolehkan. Hukum hewan buruan yang telah ditangkapnya menjadi haram. Sebagian ulama mengambil pelajaran dalam hal ini tentang betapa agungnya kedudukan ilmu. Begitu agungnya ilmu sehingga antara anjing yang terpelajar/terlatih dan anjing yang bodoh dibedakan hukum buruannya. Anjing yang terpelajar/terlatih buruannya halal, sementara anjing yang bodoh buruannya haram, sebagaimana dibedakan melalui ayat ini.

BACA JUGA: Penegasan tentang Hewan-Hewan yang Haram untuk Dimakan

Lantas, bagaimana lagi halnya dengan manusia? Karena itulah Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 9:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ

Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Jangankan manusia, anjing yang berilmu dengan anjing yang bodoh pun tidak sama hukumnya. Kemudian, muncul pertanyaan bagaimana jika kita dapati hasil buruan dari anjing yang tidak terlatih? Jawabannya adalah jika tidak terlatih maka hukumnya adalah haram sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3 di atas, yakni “… dan yang diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih“.

Maksudnya di antara hewan-hewan yang haram dimakan adalah hewan hasil buruan yang diterkam oleh binatang buas (di antaranya adalah anjing). Jadi, jika kita mendapati anjing yang tidak terlatih kemudian mengejar dan menerkam seekor kambing, tapi kita sempat mengambil dan menyembelih kambing tersebut maka halal hukumnya memakan daging kambing tersebut. Kehalalan ini karena penyembelihan kita. Adapun jika kambing tersebut mati sementara kita belum sempat menyembelihnya, maka hukumnya haram untuk memakannya. Hukumnya sama dengan bangkai karena merupakan hasil buruan anjing yang tidak terlatih.

Kedua, mengucapkan nama Allah ketika melepaskannya. Jika seseorang melepaskan anjing atau hewan pemburu lainnya maka hendaknya dia menyebut nama Allah dengan mengucapkan bismillah. Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Nabi. Beliau ﷺ bersabda, “Jika engkau melepaskan anjingmu maka sebutlah nama Allah.”

BACA JUGA: Penjelasan tentang Hewan Pemburu

Ketiga, hewan tersebut menangkap untuk tuannya bukan untuk dirinya. Berdasarkan hadis, Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika engkau melepaskan anjingmu dan telah menyebut nama Allah, maka makanlah. Jika engkau mendapatinya memakan buruannya maka janganlah memakannya karena dia menangkap untuk dirinya sendiri.”

Jika anjing pemburu itu menangkap hewan buruan dalam keadaan masih hidup, maka kita bisa menyembelihnya dan dagingnya halal bagi kita. Namun, pembahasan dalam hukum ini sebenarnya berkaitan dengan hewan buruan yang sudah mati. Jika kita mendapati hewan buruan tersebut telah mati disebabkan hewan pemburu karena ia memakannya, maka diharamkan bagi kita untuk memakan dagingnya karena hewan pemburu itu berburu untuk dirinya sendiri. Adapun jika buruan itu mati karena sekadar ditangkap/diterkam oleh hewan pemburu tapi tidak dimakan dagingnya oleh hewan pemburu itu maka ia halal apabila berasal dari hewan pemburu yang memang sudah dilatih. Namun, ia haram jika berasal dari hewan pemburu yang tidak terlatih.

Dalam kasus tertentu lainnya, apabila hewan buruan tersebut mati karena ditangkap/diterkam oleh anjing pemburu lain bersama anjing pemburu milik kita, maka ada dua keadaan dalam hal ini:

  1. Jika anjing lainnya itu adalah anjing liar, maka hewan buruan tersebut haram untuk dimakan. Dalilnya adalah ketika ditanya oleh ‘Adi bin Hatim, Nabi ﷺ bersabda, “Janganlah engkau makan, Sesungguhnya engkau mengucapkan (Basmalah) untuk anjingmu dan tidak mengucapkannya untuk anjing yang lain”.

Alasannya, ia tidak mengetahui apakah yang membunuh hewan buruan tersebut adalah anjingnya atau anjing yang lain, sementara anjing yang lain itu tidak disebutkan nama Allah ketika melepaskannya. Jadi, hewan buruan tersebut tidak boleh dimakan dan haram hukumnya.

  1. Jika anjing lain itu ternyata milik pemburu lain yang melepaskannya juga dengan mengucapkan Basmalah maka hewan buruan tersebut halal dan harus dibagi antara keduanya.

Para ulama juga membahas bahwa di antara qarinah/indikasi hewan pemburu itu memakan untuk dirinya sendiri adalah anjing itu berjalan dan berburu sendiri tanpa perintah dari tuannya. Namun, jika tuannya telah mengikatnya lalu melepaskannya dengan mengucapkan Basmalah maka hewan pemburu itu berburu untuk tuannya.

BACA JUGA: Anjing Ashabul Kahfi dan Hukum Memelihara Anjing

Keempat, jika hewan buruan didapati masih hidup maka hendaknya segera disembelih. Jika seseorang mendapati hewan buruan yang ditangkap oleh hewan pemburunya itu dalam kondisi masih hidup, tapi dia lalu membiarkannya dan kemudian hewan buruan tersebut mati, maka buruan itu menjadi tidak halal baginya karena baginya menyembelih itu dimungkinkan dan itu adalah asal penghalalannya. Lain halnya jika dia mendapati hewan buruan tersebut telah mati karena tangkapan/terkaman oleh hewan pemburu miliknya maka hukumnya adalah halal.

Jika anjing pemburu itu memakan daging hewan buruan setelah dilepaskan maka sejatinya anjing itu berburu untuk dirinya sendiri. Dalam kondisi demikian kita tidak diperkenankan ikut makan hasil buruan tersebut.

Itulah empat syarat yang bisa disimpulkan agar hewan buruan menjadi halal.[]

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR SURAH Al-MA’IDAH, Karya: Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response