Historia/Tarikh

Kisah Hijrah Rasulullah: Menuju Madinah

Foto: Pixabay
42views

Pada saat akan melakukan perjalanan ke Madinah, setelah sebelumnya lolos dari pemeriksaan dan pencarian kaum Quraisy, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq menyewa Abdullah bin Uraiqith Al-Laitsi, yang merupakan penunjuk jalan berpengalaman di dalam menelusuri jalan. Dia ketika itu masih menganut agama kaum kafir Quraisy, tetapi Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar menaruh kepercayaan kepadanya dan menyerahkan kedua unta mereka kepadanya. Setelah itu mereka berdua membuat perjanjian dengannya untuk bertemu di Gua Tsur.

Ketika malam Senin awal Rabiul Awal 1 Hijriyah atau bertepatan dengan 16 September 622 Masehi, Abdullah bin Uraiqith  menemui keduanya dengan membawa kedua unta itu. Ketika itu, Abu Bakar berkata kepada Nabi ﷺ, “Wahai Rasulullah, gunakanlah salah satu dari dua untaku ini”. Dia menyerahkan kepada beliau yang terbaik dari keduanya. Lalu, Rasulullah ﷺ berkata kepadanya, “Aku harus membelinya”.

BACA JUGA: Kisah Hijrah Rasulullah: Awal Perjalanan

Kemudian, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar berangkat. Amir bin Fuhairah juga ikut dalam perjalanan ini. Mereka semua dibimbing oleh Abdullah bin Uraiqith dengan menempuh jalur pesisir pantai. Ketika telah keluar dari gua, jalur pertama yang diambil untuk membimbing mereka adalah arah selatan menuju Yaman kemudian ke arah barat menuju pesisir. Lalu, setelah tembus ke jalan yang tidak pernah dijejaki orang, dia menuju arah Utara dekat pinggir pantai Laut Merah. Jalur ini sangat jarang ditempuh orang.

Mereka lalu menelusuri jalan di wilayah Al-Kharar, Tsaniyyatul Murrah, Laqfa, dan kemudian melewati Mudlijah Laqaf. Sang pemandu kemudian membawa keduanya memasuki Mudlijah Mujaj kemudian menelusuri Marjah Muhaj, kemudian memasuki ke pedalaman Marjah Dzil Ghudlwain, kemudian memasuki Dzu Kasyr, kemudian membawa keduanya menuju Al-Jadajij, lalu Al-Ajrad, kemudian menelusuri Dzu Salam yang merupakan pedalaman musuh suku Mudlijah Ta’han, kemudian menuju Al-Ababid, kemudian melewati Al-Fajah, kemudian menuruni Al-Araj, kemudian menelusuri Tsaniayyatul A’ir posisi kanan Bukubah, hingga akhirnya menuruni pedalaman Ri’m dan akhirnya bersama keduanya tiba di Quba.

BACA JUGA: Kisah Orang-Orang yang Pertama Kali Berhijrah

Pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal tahun 14 dari kenabian, yaitu tahun pertama dari hijrah, yang bertepatan dengan 23 September 622 Masehi, Rasulullah ﷺ singgah di Quba.

Urwah bin Az-Zubair berkata, “Kaum Muslimin di Madinah mengetahui keluarnya Rasulullah ﷺ dari Mekkah. Setiap pagi, mereka pergi ke Al-Harrah (tapal perbatasan) menunggu kedatangan beliau hingga mereka terpaksa harus pulang karena teriknya matahari. Suatu hari, mereka juga terpaksa pulang setelah lama menunggu kedatangan beliau. Ketika mereka sudah beranjak ke rumah masing-masing, seorang laki-laki Yahudi mengintip dari salah satu tembok rumah mereka untuk mengetahui urusan yang ditunggu-tunggu tersebut, lalu dia melihat Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya yang dalam kondisi cerah seakan fatamorgana perjalanan telah hilang. Maka, orang Yahudi ini tidak dapat menahan untuk berteriak sekencang-kencangnya, “Wahai, kaum Arab! Ini apa yang kamu tunggu sudah datang”. Kaum Muslimin serta bangkit membawa senjata. Mereka menemui Rasulullah ﷺ di tapal perbatasan itu.

Ibnu Qayyim berkata, “Dan terdengarlah suara campur aduk dan pekik takbir di perkampungan Bani Amr bin Auf. Kaum Muslimin memekikkan takbir sebagai ungkapan kegembiraan atas kedatangan beliau dan keluar menyongsong beliau. Mereka menyambut dengan salam kenabian, mengerumuni beliau sembari berkeliling di seputarnya, sementara ketenangan telah menyelimuti diri beliau dan wahyu pun turun. Allah berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 4:

فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ مَوْلٰىهُ وَجِبْرِيْلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَعْدَ ذٰلِكَ ظَهِيْرٌ

Maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang Mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

Urwah bin Az-Zubair berkata, “Mereka menemui Rasulullah ﷺ, lantas beliau bersama mereka berjalan berbarengan ke arah kanan hingga singgah di perkampungan Bani Amr bin Auf. Hal ini terjadi pada hari Senin bulan Rabiul Awwal. Abu Bakar berdiri menyongsong orang-orang, sementara Rasulullah ﷺ duduk dan diam. Maka, orang-orang yang datang dari kalangan Anshar dan belum pernah melihat Rasulullah ﷺ mengucapkan salam mendatangi Abu Bakar (yang mereka kira Rasulullah ﷺ) hingga kemudian sinar matahari mengenai Rasulullah ﷺ. Karenanya, Abu Bakar langsung menghadap beliau dan menaungi beliau dengan pakaiannya. Maka, ketika itu tahulah orang-orang siapa Rasulullah ﷺ.

Di Quba, Rasulullah ﷺ singgah di kediaman Kultsum bin Al-Hadm. Dalam versi riwayat yang lain tertulis Sa’ad bin Khaitsamah tetapi riwayat pertama lebih valid. Sementara itu, Ali bin Abi Thalib tinggal di Mekah selama tiga kali sehingga dia bisa menggantikan Nabi ﷺ dalam menunaikan titipan-titipan orang-orang yang diamanahkan kepada beliau. Kemudian, barulah Ali berhijrah dengan berjalan kaki hingga akhirnya berjumpa dengan keduanya di Quba dan singgah juga di kediaman Kultsum bin Al-Hadm.

BACA JUGA:  Tipu Muslihat Quraisy dalam Menghadapi Orang Muslim yang Hijrah ke Habasyah

Rasulullah ﷺ tinggal di Quba selama empat hari: Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Selama itu, beliau mendirikan Masjid Quba dan shalat di dalamnya. Inilah masjid pertama yang didirikan atas fondasi takwa setelah kenabian. Maka, begitu masuk hari ke-5, yakni hari Jumat, beliau berangkat lagi atas perintah Allah bersama Abu Bakar yang memboncengnya. Beliau juga mengutus orang untuk menemui Bani An-Najjar—para paman beliau dari pihak ibundanya. Mereka datang dengan menghunus pedang. Beliau berjalan menuju Madinah tapi ketika di perkampungan Bani Salim bin Auf, waktu Jumat sudah masuk, lalu beliau melakukan shalat Jumat bersama mereka di masjid yang berada di perut lembah itu. Mereka semua berjumlah 100 orang laki-laki.[]

 

SUMBER: SIRAH RASULULLAH: Sejarah Hidup Nabi Muhammad, Karya: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Penerbit: Ummul Qura

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response