Historia/Tarikh

Kisah tentang Baiat Aqabah Pertama

Foto: Unsplash
27views

Pada musim haji tahun 11 Hijriyah dari kenabian, terdapat enam orang dari Yatsrib yang telah masuk Islam dan berjanji kepada Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan risalah beliau kepada kaum mereka. Dari hasil itu, ternyata pada musim haji berikutnya, yakni tahun 12 Hijriah dari kenabian, bertepatan dengan Juli 621 Masehi, datanglah 12 orang laki-laki, di antaranya 5 orang dari dari 6 orang yang dulu pernah menghubungi beliau pada musim lalu, yakni:

  1. As’ad bin Zurarah – Bani Najjar
  2. Auf bin Al-Harits bin Rifa’ah bin Afra’ – Bani Najjar
  3. Rafi bin Malik bin Al-Ajlan – Bani Zuraiq
  4. Quthbah bin Amir bin Hadidah – Bani Salamah
  5. Aqabah bin Amir bin Nabi – Bani Hiram bin Ka’ab

BACA JUGA: Orang-Orang yang Beriman Selain Penduduk Mekkah (Bagian Pertama)

Sementara seorang lelaki yang tidak hadir kali ini adalah Jabir bin Abdullah bin Ri’ab. Adapun 7 orang baru lainnya adalah:

  1. Mu’adz bin Al-Harits bin Afra’ dari Bani Najjar (suku Khazraj)
  2. Dzakwan bin Abdul Qais dari Bani Zuraiq (suku Khazraj)
  3. Ubadah bin Ash-Shamit dari Bani Ghanam (suku Khazraj)
  4. Yazid bin Tsa’labah, sekutu Bani Ghanam (suku Khazraj)
  5. Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah dari suku Bani Salim (suku Khazraj)
  6. Abu Al-Haitsam bin Ali Taihan dari suku Bani Abdul Asyhal (suku Aus)
  7. Uwaim bin Sa’idah dari Bani Amr bin Auf (suku Aus)

Dengan demikian, dua orang terakhir berasal dari suku Aus, sedangkan sisanya berasal dari suku Khazraj. Mereka ini bertemu dengan Rasulullah ﷺ di sisi Bukit Aqabah di Mina. Mereka pun membaiat beliau seperti baiat yang pernah dilakukan oleh kaum wanita kepada beliau ketika penaklukan kota Mekkah (Fathul Mekkah).

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Kemarilah dan berbaiat kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak berbuat dusta yang kalian ada-adakan antara tangan dan kaki kalian, dan tidak berbuat maksiat terhadapku dalam hal yang makruf.

Siapa saja di antara kamu yang menepati, maka Allah-lah yang akan mengganjar pahalanya; dan siapa saja yang mengenai sesuatu dari hal itu lalu diberi sanksi karenanya di dunia, maka itu adalah penebus dosa baginya; siapa saja yang mengenai sesuatu dari itu lalu Allah tutup aibnya, maka urusannya tergantung kepada Allah; jika Dia menghendaki, Dia mengazabnya dan jika Dia menghendaki, Dia akan memaafkannya.”

Ubadah berkata, “Lalu aku membaiat beliau atas hal itu.” Dalam naskah yang lain disebutkan, “Lalu kami membaiat beliau atas hal itu.”

BACA JUGA: Orang-Orang yang Beriman Selain Penduduk Mekkah (Bagian Kedua-Habis)

Duta Islam Pertama di Madinah

Setelah baiat tersebut rampung dan musim haji pun berlalu, Nabi ﷺ ingin mengutus salah seorang dari para pembaiat tersebut sebagai duta pertama di Madinah guna mengajarkan syariat Islam kepada kaum Muslimin di sana, memberikan pemahaman tentang Din Islam, serta bergerak menyebarkan Islam di kalangan mereka yang masih dalam kesyirikan. Untuk pengutusan ini, beliau memilih seorang pemuda Islam yang merupakan Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama-tama masuk Islam), yaitu Mush’ab bin Umair Al-Abdari.

Kesuksesan yang Mengesankan

Mush’ab singgah terlebih dahulu di kediaman As’ad bin Zurarah, lalu keduanya menyebarkan Islam kepada para penduduk Yatsrib dengan sungguh-sungguh dan penuh vitalitas. Mush’ab ini dikenal sebagai muqri (orang yang ahli mengaji dan bacaannya merdu)

Salah satu cerita kesuksesan yang amat menawan dari dirinya adalah ketika pada suatu hari As’ad bin Zurarah mengajaknya ikut serta pergi ke kediaman Bani Abdul Asyhal dan rumah Bani Zhafar. Keduanya lantas memasuki salah satu pagar milik Bani Zhafar dan duduk-duduk di atas sebuah sumur yang disebut Maraq. Ketika dalam kondisi demikian, berkerumunlah ke tempat mereka berdua beberapa orang dari kaum Muslimin.

Singkat cerita, akhirnya Sa’ad  bin Mu’adz dan Usaid bin Hudhair—keduanya adalah pemimpin kaum mereka dari Bani Abdul Asyhal—memeluk Islam setelah sebelumnya mereka hendak memberikan pelajaran kepada Mush’ab dan As’ad bin Zurarah. Setelah memeluk Islam, Sa’ad bin Mu’adz kemudian berdiri di hadapan kaumnya dan berkata, “Wahai, Bani Abdul Asyhal! Bagaimana pendapat kalian terhadap diriku?” Mereka menjawab, “Pemimpin kami, orang yang paling utama pendapatnya bagi kami, dan orang yang paling mulia keturunannya.” Sa’ad berkata lagi, “Sesungguhnya ucapan kaum laki-laki dan kaum wanita di kalangan kalian saat ini haram bagiku hingga kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Akhirnya, tidak ada seorang laki maupun wanita dari mereka kecuali sudah menjadi Muslim dan Mslimah, kecuali satu orang yang bernama Al-Ashram. Dia terlambat masuk Islam hingga hari Uhud. Dia masuk Islam ketika itu, ikut berperang, dan terbunuh padahal dia belum sempat sujud satu kali pun kepada Allah. Nabi Saw. mengomentarinya, “Dia telah melakukan sedikit, tetapi diberi pahala banyak”.

BACA JUGA: Mengenal Para Generasi Pertama yang Masuk Islam

Mush’ab masih menginap di rumah As’ad bin Zurarah guna mengajak manusia ke jalan Allah hingga hasilnya setiap rumah dari rumah-rumah orang Anshar di dalamnya sudah ada laki-laki dan wanita yang masuk Islam. Dalam hal ini yang dikecualikan hanya rumah Bani Umayyah bin Zaid, Khatmah, dan Wa’il, di mana ada seorang penyair mereka yang bernama Qais bin Al-Aslat yang menghalang-halangi kediaman mereka dan dia amat ditaati. Barulah pada Perang Khandaq tahun 5 Hijriah mereka masuk Islam.

Sebelum memasuki musim haji kedua tahun ke-13 dari kenabian, Mush’ab bin Umair kembali ke Mekkah dengan membawa sekian laporan kesuksesan kepada Rasulullah ﷺ. Ia menceritakan kepada beliau tentang kabilah-kabilah di Yatsrib, bawaan bawaan alami yang baik, dan tersimpannya sumber kekuatan dan mental baja padanya.[]

SUMBER: SIRAH RASULULLAH: Sejarah Hidup Nabi Muhammad, Karya: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Penerbit: Ummul Qura

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response