Tafsir

Penjelasan tentang Apakah Semua Manusia Akan Melihat Hari Kiamat  

foto: Unsplash
93views

Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18) ayat 47:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ

 

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.

Setelah Allah menjelaskan bahwa kehidupan akan sirna dan yang tersisa adalah amal saleh maka Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk memberikan peringatan kepada kaum musyrikin bahwa akan ada hari kebangkitan, di mana kondisi pada hari itu sangat mengerikan.

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ

dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung

BACA JUGA: 19 Nama Hari Kiamat yang Disebutkan Al-Quran

Artinya, gunung-gunung diangkat. Dalam ayat lain Allah, yakni dalam Surah Al-Mursalat (77) ayat 10, berfirman:

وَاِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْۙ

dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu.

Kemudian, gunung itu dijalankan, sebagaimana tercantum dalam Surah An-Naml (27) ayat 88:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ 

dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan.

Setelah berjalan, maka Allah menabrakkan antara gunung tersebut, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Waqi’ah (56) ayat 5-6:

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ (5) فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ (6)

dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. (5) Maka, jadilah ia debu yang beterbangan. (6)

Akhirnya, gunung tersebut hancur lebur seperti debu yang tidak ada nilainya sama sekali. Padahal, gunung merupakan benda yang besar dan kokoh. Apalagi, jika membicarakan tentang gunung yang ada di Arab; bukan berupa gurun pasir, melainkan gunung batu. Pada Hari Kiamat, gunung itu akan dicungkil, lalu dijalankan dan dihancurkan.

BACA JUGA: Hanya Orang Sombong, Kafir, dan Bodoh yang Mengatakan Hari Kiamat Tidak Ada

وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ

dan engkau akan melihat bumi itu rata.

بارزة Maksudnya tidak ada lagi yang tersembunyi. Kalau sekarang kita bisa mendapati gua di dalam gunung atau lembah yang tertutup bukit ataupun pohon, pada Hari Kiamat kelak semua بارزة (tertampakkan) karena bumi dimodifikasi. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surah Tha Ha (20) ayat 105-107:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًا ۙ (105) فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا ۙ (106) لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًا ۗ (107)

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (pada Hari Kiamat) sehancur-hancurnya, (105) kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali, (106) (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.

Pada hari itu tidak ada lagi lembah atau gunung di bumi maupun lautan karena saat itu telah tiba Hari Kiamat, lautan habis, tidak  airnya sama sekali dan dijadikan api. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Infithar (82) ayat 3:

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ

dan apabila larutan dijadikan meluap.

Kemudian, dalam Surah At-Takwir (81) ayat 6:

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ

dan apabila lautan dipanaskan.

BACA JUGA: Hari Kiamat: Ketika Setiap Orang akan Sibuk dengan Urusannya Masing-Masing

Allah luapkan air laut terlebih dahulu, lalu bergabung dengan air sungai, lalu dinyalakan sehingga menjadi api hingga semua air itu habis.

Kemudian dalam surah Al-Insyiqaq (84) ayat 3:

وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْۙ

Dan apabila bumi diratakan.

Syaikh Al-Utsaimin berkata bahwa sebagian ulama salaf menafsirkan apabila bumi diratakan seperti kulit yang disamak dan ditarik sehingga menjadi datar untuk dijemur. Artinya, seperti itulah bumi akan dijadikan datar dan rata oleh Allah pada Hari Kiamat. Maka, tatkala itulah bumi tidak bulat lagi.

Yang kita lihat sekarang bumi, bulan, matahari, bintang, dan planet berbentuk bulat. Namun, pada Hari Kiamat, bumi menjadi datar dan tidak ada yang tertutup sama sekali. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Ghafir (40) ayat 16:

يَوْمَ هُمْ بٰرِزُوْنَ ۚ لَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ ۗ

(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah.

Setelah bumi tersebut didatarkan, tidak ada satu pun dari manusia yang tersembunyi, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Haqqah (69) ayat 18:

يَوْمَىِٕذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).

وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ

Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seseorang pun dari mereka.

BACA JUGA: Manusia Bertanya-Tanya Ketika Hari Kiamat

Sebagian ulama, kata حشرنا menggunakan fi’il madhi yang bermakna “dan kami telah kumpulkan“. Dengan demikian, ada khilaf di kalangan para ulama tentang apakah semua orang akan melihat dahsyatnya Hari Kiamat?

Pertama, sebagian ulama berpendapat bahwa semua orang akan melihat dahsyatnya Hari Kiamat. Di antara dalilnya adalah sebagaimana firman Allah yang menjelaskan tentang tatkala gunung dijalankan dan dihancurkan dan bumi diratakan:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia saat itu dibangkitkan terlebih dahulu, baru kemudian gunung dijalankan, bumi diratakan, dan mereka dikumpulkan di Padang Mahsyar. Jadi, semua orang akan menyaksikan dahsyatnya Hari Kiamat.

Kedua, sebagian ulama lagi berpendapat bahwa hanya orang-orang yang berada pada akhir zaman-lah yang melihat dahsyatnya Hari Kiamat. Mereka adalah “orang yang paling buruk di sisi Allah, yang mana Hari Kiamat tegak kepada mereka.”

Saat itulah tidak ada lagi yang mengatakan, “Allah Allah Laa Ilaha Illallah”, Ka’bah sudah dibongkar dan yang tersisa hanyalah orang-orang yang buruk, mereka yang menyaksikan kedahsyatan Hari Kiamat.

Dalam hal ini, penulis Tafsir At-Taysir lebih condong kepada pendapat yang mengatakan bahwasanya semua orang akan melihat dahsyatnya Hari Kiamat ini karena jika semua manusia tidak melihatnya, lantas untuk apa Allah menakut-nakuti hamba-Nya dengan dahsyatnya Hari Kiamat? Allah menakut-nakuti orang-orang musyrikin bahwa akan tiba hari yang sangat dahsyat, tetapi ternyata mereka tidak melihatnya sama sekali karena mereka telah mati sebelum kita. Maka dari itulah, pendapat bahwa semua orang akan melihat kedahsyatan Hari Kiamat, bahkan orang-orang musyrikin yang telah mati akan dibangkitkan dan melihat kedahsyatan hari itu. Demikian juga yang disebutkan di dalam Surah Al-Hajj (22) ayat 1-2, yang dalam ini Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ (2)

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (Hari) Kiamat itu adalah sesuatu (kejadian) yang sangat besar. (1) (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah yang sangat keras.

Ayat ini menunjukkan bahwa semua orang akan melihat dahsyatnya hari tersebut. Wallahu a’lamu bish shawab bagaimana prosesnya. Akan tetapi, pendapat yang lebih kuat adalah semua manusia akan melihat Hari  Kiamat.

فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ

dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka.

BACA JUGA: Hanya Orang Sombong, Kafir, dan Bodoh yang Mengatakan Hari Kiamat Tidak Ada

Semuanya akan dibangkitkan yang tidak ada yang tertinggal.

Di antara dalilnya adalah ayat ini karena yang dimaksud Allah adalah tidak ada seorang pun yang lolos dari hari kebangkitan dan semuanya akan melihat kedahsyatan hari itu, lalu dikumpulkan oleh Allah dan tidak ada seorang pun yang tersisa.[]

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR SURAH AL-KAHFI, karya Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response