Miracle Quran

Penjelasan Ilmiah Al-Quran tentang Keharaman Dagiing Babi

Foto: Pixabay
46views

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 168:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

Ayat ini menunjukkan sebuah fakta ilmiah bahwa apa yang dihalalkan Allah pasti bermanfaat dan apa yang diharamkan Allah pasti ada mudharat dan penyakit. Ilmu pengetahuan sekarang membuktikan sebagian besar penyakit datang dari makanan. Di antara makanan yang haram dikonsumsi adalah daging babi. Sebagaimana dibuktikan dengan penelitian seorang dokter Jerman Hans Heinrich Reckeweg dengan mengambil sampel orang-orang Afrika dan suku Muslim Hunza di Pakistan.

Orang-orang yang tidak mengonsumsi daging babi ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan usianya lebih panjang hingga 100 tahun lebih, seperti etnis Hunza yang usia rata-rata masyarakatnya sekitar 120 tahun, jauh melebihi usia masyarakat tetangganya yang mengonsumsi daging babi. Ilmuwan ini kemudian menguraikan akan bahaya babi secara kesehatan dan mengapa kemudian ia tidak boleh dikonsumsi oleh Muslim.

BACA JUGA: Mukjizat Surah Al-Baqarah (2) ayat 50 dan 57

Di antara bahaya yang dimunculkan dari daging babi ini adalah tempat suburnya 450 jenis penyakit menular serta mampu memindahkan sekitar 57 penyakit lainnya kepada manusia dengan cara berinteraksi dengan babi, polusi makanan yang mengandung babi, dan mengonsumsinya.

Sebuah fakta ilmiah diungkap Al-Quran bahwa makanan Muslim harus baik dan halal, sebagaimana agamanya mengaturnya dan keharusan meninggalkan makanan yang haram karena efek negatif dari penyakit yang dimunculkannya.

Tentang hikmah diharamkannya daging babi, Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 173:

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ

Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah…

Hampir semua ulama sepakat akan keharaman daging babi karena daging babi secara zat adalah haram. Berbeda dengan daging binatang lainnya yang secara zat halal, tetapi dapat menjadi haram karena sebab lain, misalnya menjadi bangkai atau lainnya.

Binatang babi, selain menjadi sumber penyakit mematikan, juga merupakan simbol kerakusan. Ia satu-satunya binatang yang mengonsumsi segala jenis makanan, sampah, dan sisa apa pun termasuk kotorannya sendiri. Ia adalah binatang yang naluri seksnya tidak terkontrol dan tidak memiliki satu pasangan.

Dokter Murad Hoffman, seorang peneliti Muslim dari Jerman, menyatakan bahwa memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolesterol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Ini mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik.

BACA JUGA: Mukjizat Surah Al-Baqarah (2) ayat 29 dan 31

Dokter Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihadat fii At-Tafsir berkata, “Penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa dan Amerika serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1 :1000.” Kemudian, hasil penelitian ini dipublikasikan pada tahun 1986 dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo, Brasil.[]

SUMBER: THE GREAT QURAN: Referensi Terlengkap Ilmu-Ilmu Al-Quran, Karya Tim Penyusun Maghfirah Pustaka, Penerbit Maghfirah Pustaka

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response