Tafsir

Bantahan untuk Kaum Liberal dan Mu’tazilah tentang Kebebasan Kehendak Manusia

foto: Pixabay
37views

Allah berfirman dalam Surah Al Kahfi (18) ayat 29:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) bendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

Firman Allah, Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangbsiapa yang ingin (beriman) bendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” mengandung arti bahwa Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menyampaikan kepada pembesar-pembesar Quraisy bahwasanya kebenaran hanya berasal dari Allah. Maka, terserah mereka mau beriman ataupun kafir.

Orang-orang liberal mengatakan bahwa ayat ini menunjukkan kebebasan berkeyakinan karena Allah memberikan izin. Mereka mengatakan bahwa di antara hak privasi yang tertinggi adalah privasi tentang keyakinan, kita bebas memilih dan Allah tidak ikut campur dalam urusan privasi keyakinan sehingga mereka melarang seseorang untuk mendakwahkan Islam dengan menyalahkan agama yang lain.

BACA JUGA: Bantahan Terhadap Liberalisme

Hal ini karena Allah telah memberikan izin untuk bebas berkeyakinan sebagaimana dalam firman-Nya, “Barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir“. Namun, sangat disayangkan mereka hanya memotong ayat dan tidak membaca kalimat selanjutnya, “Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka“.

Dengan demikian, orang-orang liberal mengatakan bahwa firman Allah, “maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” adalah dalil untuk bebas memilih keyakinan. Dan, ini sungguh salah. Yang benar adalah kalimat tersebut merupakan lit-tahdiid (ancaman) dan ini disebutkan oleh para ahli tafsir, misalnya Ar-Razi dan yang lainnya. Contohnya, seperti perkataan seorang ayah kepada anaknya: “Wahai anakku, terserah kamu mau terus sekolah atau tidak mau meneruskan sekolah lagi. Akan tetapi, jika kamu tidak mau meneruskan sekolah maka kamu bukan anak ayah lagi”, maka kalimat tersebut adalah ancaman bukan pilihan.

Begitu juga dengan ayat di atas: bagi yang ingin beriman silakan dan bagi yang ingin kafir juga silakan. Akan tetapi, barang siapa yang kafir maka siap-siap untuk masuk neraka Jahanam. Ini adalah bentuk ancaman. Dan, cukup ayat ini menunjukkan sebagai ancaman bagi orang kafir. Ketika Allah menggunakan kata kafir dan kafir adalah kata yang tercela bukan kata yang baik. Ketika seseorang dikatakan sebagai kafir maka tidak ada yang suka. Jadi, meskipun ayat ini hanya dipotong menjadi, “Barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” Maka, ini sudah sangat jelas menunjukkan sebagai ancaman karena firman-Nya, “dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” sudah menunjukkan sebagai cercaan, terlebih lagi setelahnya Allah berfirman, “Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka“.

BACA JUGA: Bantahan Terhadap Anggapan Bahwa Semua Agama Adalah Sama

Firman Allah, “Barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” juga dijadikan dalil oleh Mu’tazilah bahwa masing-masing berkehendak bebas di luar kehendak/keputusan Allah. Adapun Ahlus Sunnah mengatakan bahwa perbuatan hamba adalah ciptaan Allah dan semua selain Allah adalah makhluk, baik diri kita, perbuatan kita, maupun ucapan kita. Sementara itu, kaum Mu’tazilah mengatakan bahwa manusia yang memiliki kehendak dan Allah tidak menciptakan perbuatan manusia. Allah hanya menciptakan manusia, lalu Allah biarkan begitu saja, mereka bebas berbuat apa saja dan mereka di luar kekuasaan Allah.

Jawabannya bahwa pernyataan mereka tidaklah benar. Memang benar bahwa manusia memiliki kehendak dan qudrah (kemampuan) tetapi qudrah manusia di bawah qudrah Allah dan kehendak manusia di bawah kehendak Allah. Ini sangat jelas bahwa kita memiliki kehendak dan kita menyadari bahwa kita memiliki kehendak, juga Allah dalam ayat ini mengatakan bahwa manusia memiliki kehendak, “Barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” tetapi semua kehendak manusia di bawah kehendak kalau. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Takwir (81) ayat 29:

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

BACA JUGA: Semua Perbuatan Maksiat Disandarkan pada Pribadi Pelakunya

Di antara bukti bahwa kehendak kita di bawah kehendak Allah adalah kehendak kita terkadang tidak terjadi dan ini sering kita rasakan. Ketika kita ingin sehat ternyata kita sakit, kita ingin menunaikan haji atau umrah namun tidak mampu, dan banyak kehendak yang kita inginkan bisa kita kerjakan dan banyak kehendak yang kita inginkan namun tidak dapat kita kerjakan. Ini semua menunjukkan bahwa kehendak kita di bawah kehendak Allah. Orang-orang Mu’tazilah Al-Qadariyyah ingin mengatakan bahwa manusia memiliki kehendak di luar kehendak Allah. Yang benar adalah akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang menyatakan bahwa kita memiliki kehendak tetapi kehendak kita di bawah kehendak Allah.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR SURAH AL-KAHFI, karya: Ust. Firanda Andirja, Penerbit: Ustadz Firanda Andirja Office.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response