Ibrah

Pentingnya Keteguhan Iman dalam Berdakwah di Jalan Allah

Foto: Pixabay
31views

Dalam kisah seorang bangsawan Mukmin dari keluarga Fir’aun yang tercantum dalam Surah Ghafir (40) ayat 44, lelaki tersebut berkata:

  1. وَاُفَوِّضُ اَمْرِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَصِيْرٌ ۢبِالْعِبَادِ

… Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.

Apa yang dikatakan lelaki Mukmin tersebut menunjukkan sebuah rambu keimanan dan dakwah yang menonjol serta kaidah dasar jihad dan mujahadah yang tidak boleh dilupakan ataupun dilalaikan. Para dai harus merenungkan, menguasai, memahami, dan mengimplementasikannya secara baik. Lelaki Mukmin dari keluarga Fir’aun telah menghadapi kebatilan, menantang Fir’aun, serta tidak merasa gentar terhadap kezaliman, kekuasaan, dan kebengisan Fir’aun.

Lelaki Mukmin tersebut mampu membela Nabi Musa, mematahkan perkataan Fir’aun, mengajak massa untuk mengikutinya, serta melarang mereka untuk mengikuti Fir’aun. Sikap keimanannya, kiprah kepahlawanannya, dan tantangan kekesatriaannya telah menempatkan dirinya pada posisi yang riskan untuk mendapatkan perlakuan menyakitkan dari Fir’aun, kedengkian dan pembalasannya, serta tipu daya dan kemurkaannya. Fir’aun tidak akan tinggal diam terhadapnya dan akan menyiksa serta menindasnya. Fir’aun memiliki cara dan sarana untuk melakukan itu semua serta dia senantiasa dikawal bala tentara dan para algojo yang siap menjalankan perintahnya.

BACA JUGA: Kisah Bangsawan Mukmin dari Keluarga Fir’aun

Adapun lelaki Mukmin itu, dia berada di pentas sendirian secara zahir, seolah-olah terlepas dari daya kekuasaan, kekuatan, dan perlindungan. Dia sangat lemah menurut ukuran manusia yang materialistis sehingga dia akan rugi serta kalah. Dia tidak akan mampu membela diri serta kebebasan Fir’aun dan siksanya, apalagi untuk memeranginya. Demikianlah potret persoalan menurut logika materialistik jahiliyah. Adapun menurut logika keimanan persoalan tersebut memiliki dimensi yang lain, yaitu sebagai berikut:

Pertama, lelaki Mukmin itu tidaklah bergerak sekehendak dirinya sendiri. Jika bergerak sekehendak dirinya sendiri, dia adalah orang gila (tidak waras).

Kedua, dia tidaklah sendirian dalam menghadapi Fir’aun. Jika sendirian, ini berarti dia akan dibunuh.

Ketiga, dia sesungguhnya bergerak berdasarkan inspirasi keimanannya, melaksanakan tugas Allah untuk berdakwah dan berjihad. Allah senantiasa bersamanya dengan mendukung dan menumbuhkan hatinya.

Keempat, sesungguhnya dakwahnya adalah dakwah Allah sehingga Dia akan menolong dakwahnya. Sementara itu, Nabi Musa adalah rasul Allah dan Dia akan membelanya. Lelaki Mukmin itu telah menolong agamanya maka niscaya Allah akan menyokongnya. Sementara itu, Fir’aun telah memeranginya maka Dia akan mengalahkannya. Lelaki Mukmin itu telah menghadapi Fir’aun dengan penuh keimanan kepada Allah, bersandar pada-Nya, yakin akan pertolongan-Nya, dan mengambil kekuatan dari-Nya, sedangkan Fir’aun adalah musuhnya. Dengan demikian, ketika Fir’aun memerangi lelaki Mukmin itu, pada hakikatnya dia memerangi Allah. Barang siapa memerangi Allah maka niscaya dia akan kalah.

BACA JUGA: Asal Usul Para Pemuda Ashabul Kahfi

Demikianlah hakikat pertarungan antara lelaki Mukmin dan Fir’aun. Inilah hakikat kekuatan yang ada padanya. Sesungguhnya, kekuatan manusia akan mengecil dan menciut serta melebur di hadapan kekuatan Allah, meskipun dia memiliki segenap kekuatan dan kekayaan materi. Berbagai tipu muslihat dan bentuk kebengisan Fir’aun akan hilang serta tidak dapat membahayakan seorang pun, kecuali atas izin Allah. Berdasarkan penjelasan ini, kita memahami bahwa perkataan “Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya”, itu sebagai ungkapan keimanan yang memberikan konsep keimanan dan dakwah kepada kita, yaitu sebuah konsep (manhaj) tempat setiap dai berpegang teguh ketika menghadapi kebatilan dan kezaliman.[]

 

SUMBER: KISAH-KISAH DALAM AL-QURAN: Orang-Orang yang Dimuliakan dan Dihinakan Allah, karya Shalah Abdul Fattah Al-Khalidi, Penerbit Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response