Kisah

Ragam Cara Abu Jahal Menghalangi Dakwah Rasulullah

Foto: Unsplash
36views

Abu Jahal adalah salah seorang kerabat Nabi yang menjadi penentang utama dakwah Rasulullah ﷺ. Beragam cara dia lakukan agar Muhammad ﷺ tidak bisa menyiarkan ajarannya. Ada kalanya Abu Jahal mendekati Nabi ﷺ untuk mendengarkan bacaan Al-Quran, kemudian dia beranjak pergi. Namun, titik tiada juga dia beriman dan tunduk, tidak mau mengambil pelajaran, dan tidak takut. Dia mengganggu Rasulullah dengan kata-kata, menghalangi orang dari jalan Allah, kemudian beranjak pergi sambil menyombongkan tindakannya sendiri dan bangga karena telah berbuat jahat. Ayat pun turun tentang dirinya, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Qiyamah ayat 31-35:

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ (31) وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ (32) ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ (33) اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ (34) ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ (35)

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran), (32) kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlaga (sombong). (33) Kecelakaanlah bagimu dan kecelakaanlah bagimu, (34) kemudian kecelakaanlah bagimu dan kecelakaanlah bagimu. (35)

BACA JUGA: Beberapa Cara untuk Kaum Quraisy Mengadang Dakwah Rasulullah

Abu Jahal selalu menghalangi Rasulullah ﷺ sejak pertama kali dia melihat beliau shalat di Masjidil Haram. Suatu saat, dia melihat beliau sedang shalat di Maqam Ibrahim. Dia berkata, “Wahai Muhammad, bukankah aku sudah melarangmu melakukan hal itu?” Beliau mengancam Abu Jahal, memberikan peringatan, dan menghardiknya. Maka, Abu Jahal berkata, “Wahai Muhammad, dengan apa engkau mengancamku? Demi Allah, aku lebih banyak memiliki golongan di tempat ini”. Lalu, Allah menurunkan ayat, sebagaimana dalam Surah Al-Alaq (96) ayat 17:

فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ

Maka biarkanlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi memegang kerah baju Abu Jahal dan mengguncang-guncangnya, seraya membacakan ayat, “Kemudian kecelakaanlah bagimu dan kecelakaanlah bagimu“. Musuh Allah itu malah berkata, “Apakah engkau mengancamku, wahai Muhammad? Demi Allah, engkau tidak akan sanggup berbuat sesuatu, termasuk Tuhanmu. Akulah orang paling mulia yang berjalan di antara dua bukit.”

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah, yang berkata, “Abu Jahal bertanya, ‘Apakah Muhammad berani menutup mukanya di depan kalian?’ Salah seorang menjawab, ‘Benar’. ‘Demi Lata dan Uzza, andaikata aku melihatnya, tentu kuinjak tengkuknya dan kulumuri mukanya dengan debu,'” kata Abu Jahal. Lalu, dia menemui Rasulullah ﷺ yang sedang shalat. Dia sudah bermaksud akan menginjak tengkuk beliau, tetapi tatkala tiba-tiba beberapa orang muncul, dia justru mundur ke belakang beberapa langkah dan meremas-remas tangannya. Orang-orang bertanya keheranan, “Ada apa dengan dirimu, wahai Abul Hakam?” Ia menjawab, “Antara dia dan diriku seperti ada parit dari api dan mereka itu merupakan sayapnya.” Rasulullah bersabda, “Andaikata dia mendekatiku, tentu para malaikat akan menyambarnya sepotong demi sepotong.”

BACA JUGA: Cobaan-Cobaan bagi Orang Beriman: Penjelasan Surah Al-Buruuj (85) Ayat 4

Setiap kali Abu Jahal mendengar seseorang masuk Islam, dia memperingatkan, menakut-nakuti, menjanjikannya sejumlah uang dan kedudukan jika orang tersebut dari kalangan orang yang terpandang. Adapun terhadap orang yang masuk Islam dari kalangan orang awam dan lemah dia akan melancarkan pukulan dan siksaan.[]

 

SUMBER: SIRAH RASULULLAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response