Kisah Al-Quran

Ketika Allah Mengembalikan Nabi Musa kepada Ibundanya

foto: Pixabay
40views

Di tengah kepanikan orang-orang istana karena Nabi Musa tidak mau menyusu kepada siapa pun, pada saat yang tepat, saudari Nabi Musa menawarkan jasanya kepada keluarga Fir’aun yang sangat menginginkan keselamatan bayi yang sedang menyusu tersebut. Dia menawarkan diri untuk menunjukkan orang yang dapat menyusui Nabi Musa. Saudari Nabi Musa tersebut ikut campur tangan dalam bentuk yang tidak mengundang kecurigaan dan kesalahpahaman. Hal ini menunjukkan kehati-hatian dan kewaspadaannya serta menunjukkan bakat, taktik yang baik, kecerdasan, dan kelurusan pola berpikirnya.

Allah berfirman dalam Surah Al-Qashash (28) ayat 12:

 فَقَالَتْ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰٓى اَهْلِ بَيْتٍ يَّكْفُلُوْنَهٗ لَكُمْ وَهُمْ لَهٗ نٰصِحُوْنَ

Berkatalah dia (saudara perempuan Musa), ” Maukah aku menunjukkan kepadamu keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”

Perhatikan ketelitian ucapannya: “Maukah aku menunjukkan?” Pertanyaan ini sebenarnya anjuran dan dorongan yang diucapkan dengan gaya bahasa penuh simpatik sehingga mereka hanya dapat menjawab pertanyaannya dengan jawaban positif.

BACA JUGA: Perjalanan Bayi Musa Hingga Tiba di Istana Fir’aun

Saudari Nabi Musa menunjukkan mereka kepada keluarga Nabi Musa yang dapat merawat bayi tersebut. Mereka bisa merawat bayi itu untuk keluarga Fir’aun sebagaimana firman-Nya tersebut, yaitu “keluarga yang akan memeliharanya untukmu”. Mereka adalah keluarga yang memberikan perawatan, pemeliharaan, serta perhatian yang baik dan tulus terhadap bayi tersebut sebagaimana firman-Nya, “yaitu mereka dapat berlaku baik kepadanya.

Keluarga Fir’aun menyetujui tawaran ini dan tidak seorang pun dari mereka yang meragukan ataupun mencurigai ketulusan gagasan dan keinginan saudarinya Nabi Musa. Tidak terlintas oleh seorang pun di antara mereka praduga bahwa dia adalah saudari bayi tersebut dan tidak seorang pun dari mereka yang mengira bahwa tersebut akan pulang ke pangkuan ibundanya. Allah mengembalikan Nabi Musa kepada ibunya sebagaimana disampaikan firman-Nya, yaitu dalam Surah Al-Qashash (28) ayat 13:

فَرَدَدْنٰهُ اِلٰٓى اُمِّهٖ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ اَنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

Kami mengembalikan dia (Musa) kepada ibunya agar senang hatinya dan tidak bersedih serta agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.

Dari ayat ini, Kami mengembalikan dia (Musa) kepada ibunya, dapat dipahami bahwa Allah benar-benar mengembalikan Nabi Musa kepada ibunya karena sang ibunda-lah yang paling layak dan berhak untuk merawatnya. Allah mengembalikan Nabi Musa kepada ibundanya untuk membuktikan kebenaran janji-Nya tersebut. Allah mengembalikan Nabi Musa kepada ibundanya agar senang hatinya karena dapat memeluk dan memberikan susunya kepada Nabi Musa. Allah mengembalikan Nabi Musa kepada ibundanya agar tidak bersedih karena kehilangan Nabi Musa dan agar tidak berduka cita karena merindukannya.

Keluarga Fir’aun sangat gembira karena Akhirnya Nabi Musa yang masih bayi menerima puting susu perempuan. Dengan demikian, sukseslah penyelamatan hidupnya. Sementara itu, tidak seorang pun dari mereka berpikir bahwa perempuan tersebut adalah ibundanya. Akhirnya, resmilah ibunda Nabi Musa sebagai pelayan Istana Fir’aun, yaitu ibu susuan, perawat, pengasuh, dan pelayan segala kebutuhan Nabi Musa. Fir’aun memberi upah untuk tugas ini.

BACA JUGA: Hikmah Pengulangan Kisah Nabi Musa dalam Al-Quran

Hal ini termasuk keajaiban rekayasa Allah. Seandainya Nabi Musa tetap tinggal sejak semula bersama ibunya niscaya ibundanya tidak mampu melindunginya dan besar risikonya. Seandainya tinggal bersama Fir’aun dan menyusu kepada sembarang ibu susuan, Nabi Musa tidak akan mendapatkan curahan kasih dan kelembutan sang ibunda. Niscaya tidak akan tenteram perasaan ibunda Nabi Musa karena selalu mencemaskan anaknya. Sesungguhnya Allah menghendaki Nabi Musa selamat dari makar Fir’aun.[]

 

SUMBER: KISAH-KISAH DALAM AL-QURAN

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response