Asbabul Nuzul

Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 77 dan 83

Foto: Unsplash
39views

Surah An-Nisa (4) ayat 77

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ قِيْلَ لَهُمْ كُفُّوْٓا اَيْدِيَكُمْ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۚ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوْا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَۚ لَوْلَآ اَخَّرْتَنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلً

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak engkau tangguhkan (kewajian berperang) kepada kami berperang beberapa waktu lagi?” Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”

Sebab Turunnya Ayat

An-Nasa’i dan Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Abdurrahman bin Auf dan para sahabatnya datang menghadap Nabi dan berkata, “Wahai Nabi Allah, dahulu ketika kami masih musyrik kepada Allah, kami adalah orang-orang yang mulia dan ketika kami beriman kepada Allah kami menjadi orang-orang yang terhina”. Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk selalu memaafkan. Oleh karena itu, janganlah kalian memerangi suatu kaum.” Ketika Allah memerintahkan mereka berhijrah ke kota Madinah, mereka diperintahkan untuk berperang, akan tetapi mereka menolak. Maka, turunlah firman Allah, “idakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tanganmu (dari berperang),…”

BACA JUGA: Asbabun Nuzul Surah An-Nisa (4) ayat 66 dan 69

Surah An-Nisa (4) ayat 83

وَاِذَا جَاۤءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَمْنِ اَوِ الْخَوْفِ اَذَاعُوْا بِهٖ ۗ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِلٰٓى اُولِى الْاَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْۢبِطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا

 Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulim Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui keberadaannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Uim Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).

Sebab Turunnya Ayat

Imam Muslim meriwayatkan dari Umar bin Al-Kaththab bahwasanya ia berkata, “Ketika Nabi menjauhi para istrinya, aku memasuki masjid dan melihat beberapa orang sambil bermain batu, mereka berkata,’Rasulullah telah menceraikan istri-istrinya’, kemudian aku berdiri di hadapan pintu dan berkata dengan suara tinggi kepada mereka, ‘Rasulullah tidak menceraikan istrinya’. Maka turunlah firman Allah, ‘Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulim Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui keberadaannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Uim Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).’ dan aku adalah orang yang iingin mengetahui kebenaran hal tersebut.”[]

SUMBER: ASBABUN NUZUL

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response