Kisah Al-Quran

Doa-Doa Rasulullah Ketika Menuntut Ilmu

Foto: Unsplash
49views

Allah berfirman dalam Surah Thaha (20) ayat 114:

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Maka, Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Allah adalah Al-Malik, Maharaja. Dia-lah Raja yang sesungguhnya, yang kekuasaan-Nya mutlak, tak terbatas, nan abadi. Adapun raja-raja dunia maka kekuasaan mereka fana nan sangat terbatas.

Allah adalah Al-Haqq. Dia-lah Yang Mahabenar dalam segala-galanya. Baik firman-Nya, takdir-Nya, kehendak-Nya, syariat-Nya, dan segala tentang-Nya adalah kebenaran.

Kelak pada Hari Kiamat, Allah akan berkata, “Akulah Sang Maharaja. Di manakah raja-raja bumi itu?!”

BACA JUGA: Ancaman Allah Bagi Mereka yang Tidak Berpegang Teguh pada Al-Quran

Kemudian, Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad ﷺ tidak tergesa-gesa hingga wahyu yang diturunkan kepadanya melalui Jibril selesai disampaikan. Ini berkaitan dengan ayat lainnya, yaitu dalam Surah Al-Qiyamah (75) ayat 16:

لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ

Janganlah kamu gerakan lidahmu untuk (membaca) Al-Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

Pada awal-awal turunnya wahyu, setiap kali Jibril datang menyampaikan wahyu, Nabi Muhammad ﷺ pun dengan segera dan terburu-buru mengulangi pengucapan wahyu tersebut. Hal ini karena beliau khawatir tidak dapat menghafal wahyu yang disampaikan dengan baik. Maka, Allah pun menegur beliau dengan berfirman dalam Surah Al-Qiyamah (75) ayat 17-19:

اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ(17) فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ (18) ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ (19)

Sesungguhnya Kami-lah yang menjamin akan mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (17) Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (18) Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya. (19)

Kemudian Allah menutup ayat di atas dengan firman-Nya:

وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Ayat ini jelas sekali menunjukkan kemuliaan ilmu. Setelah Allah menunggu Nabi Muhammad ﷺ yang tergesa-gesa dalam mengikuti pengucapan Jibril, Allah pun memberikan petunjuk tentang apa yang harus beliau lakukan, yaitu berdoa dengan mengucapkan, “Rabbi Zidni ‘ilmaa,” Di antara doa-doa yang Nabi Muhammad ﷺ ajarkan kepada kita terkait hal ini adalah: “Ya Allah, jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku bermanfaat bagiku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah aku ilmu.”

Begitu juga doa yang sering beliau ucapkan setelah shalat Subuh, “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang hala,l dan amal yang diterima.”

BACA JUGA: Pelajaran Penting dari Rasulullah ﷺ Ber-khalwat di Gua Hira

Dan ketahuilah saudaraku, Nabi Muhammad ﷺ tidaklah pernah diperintahkan oleh Allah untuk meminta tambahan atas sesuatu, kecuali ilmu. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan dalam kutipan ayat di awal tulisan ini.

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwasanya setelah Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk mengatakan Rabbi Zidni ‘Ilmaa, Allah pun menambahkan lagi ilmu kepada beliau, yaitu kisah tentang nenek moyang manusia, yaitu Adam, serta nenek moyang setan, yaitu iblis laknatullah alaih.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response