Renungan Quran

Ayat Al-Quran yang Diawali dengan “Mereka Bertanya Kepadamu”

foto: Unsplash
46views

Dalam Surah Thaha (20) ayat 105, Allah berfirman:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًا ۙ

Dan Mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya.

Ayat di atas adalah satu di antara beberapa ayat Al-Quran yang dimulai dengan kalimat “Mereka bertanya kepadamu”. Adapun ayat-ayat yang lain yang dimulai dengan kalimat “Mereka bertanya kepadamu”, di antaranya adalah:

  1. Surah Al-Baqarah (2) ayat 189:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

BACA JUGA: Manusia Bertanya-Tanya Ketika Hari Kiamat

  1. Surah Al-Baqarah (2) ayat 215:

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat maka sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.

  1. Surah Al-Baqarah (2) ayat 217:

…يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.” …

  1. Surah Al-Baqarah (2) ayat 219:

 يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan Judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” dan Mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.

BACA JUGA: Ayat-Ayat Al-Quran tentang Kedahsyatan Hari Kiamat

  1. Surah Al-Baqarah (2) ayat 220:

…وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ…

… Dan Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik.”…

Itulah beberapa di antara ayat Al-Quran yang menggunakan kalimat “Mereka bertanya kepadamu”.

Lantas, mengapa kaum musyrikin Arab menanyakan tentang gunung, sebagaimana tercantum dalam Surah Thaha (20) ayat 105 di atas?

Benda yang merupakan simbol kebesaran dan kekokohan bagi bangsa Arab secara umum adalah gunung. Karenanya, mereka biasa mengumpamakan ketegaran dan kekokohan sifat seseorang dengan mengatakan, “Dia itu bagaikan gunung!” Terlebih lagi, gunung-gunung di daerah Arab tidak seperti gunung-gunung yang ada di daerah kita. Gunung-gunung di Indonesia pasir dan tanahnya mudah diambili, sedangkan gunung-gunung di daerah Arab mayoritas berupa pegunungan batu. Jika kita perhatikan pula, salah satu ciri khas pegunungan adalah ia merupakan sesuatu yang kokoh dan tak berubah dari generasi-generasi. Maka, gunung yang dilihat oleh manusia 500 tahun yang lalu adalah gunung yang dilihat oleh manusia saat ini. Oleh karena itu, bangsa Arab ingin tahu apa yang akan terjadi dengan simbol kekokohan di bumi ini ketika Hari Kiamat nanti. Maka, Allah pun menjawab bahwa semua itu akan hancur sehancur-hancurnya.

Kaum musyrikin tadinya ingin menanamkan keraguan akan Hari Kiamat dengan menyatakan secara tidak langsung, “Bagaimana mungkin gunung-gunung yang amat kokoh ini akan hancur?!” Namun, Allah memerintahkan Muhammad ﷺ menjawab dengan tegas, “Tuhanku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya.”

BACA JUGA: Gambaran Kehancuran Alam Semesta dalam Al-Quran

Sebagian ahli tafsir menafsirkan نَسْفًا artinya adalah gunung tersebut akan dicungkil dari tanah, kemudian diterbangkan di udara, lalu saling ditabrakkan satu sama lain sehingga semuanya hancur lebur dan menjadi debu-debu yang beterbangan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qari’ah (101) ayat 5:

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.[]

 

SUMBER: TAFSIR AT TAYSIR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp Group : https://chat.whatsapp.com/G5ssUWfsWPCKrqu4CbNfKE
Instagram: https://instagram.com/pusatstudiquran?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550224142533&mibextid=ZbWKwL

Leave a Response